TK Ibunda Raih Penghargaan Jateng, Bupati Batang Dorong Replikasi Program Taman Asuh Sayang Anak

Senin, 29 Juni 2026 Jumadi Dibaca 199 kali Acara Pimpinan Daerah
TK Ibunda Raih Penghargaan Jateng, Bupati Batang Dorong Replikasi Program Taman Asuh Sayang Anak
TK Ibunda Kabupaten Batang meraih penghargaan tingkat Jawa Tengah.
Batang - Keberhasilan TK Ibunda Kabupaten Batang meraih penghargaan tingkat Jawa Tengah menjadi bukti bahwa layanan pengasuhan anak yang terintegrasi dengan pendidikan usia dini mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga sekaligus mendukung produktivitas masyarakat. Prestasi tersebut disampaikan usai Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2962026).

Batang - Keberhasilan TK Ibunda Kabupaten Batang meraih penghargaan tingkat Jawa Tengah menjadi bukti bahwa layanan pengasuhan anak yang terintegrasi dengan pendidikan usia dini mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga sekaligus mendukung produktivitas masyarakat. Prestasi tersebut disampaikan usai Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (29/6/2026).

Pengelola TK Ibunda, Etika Umiromlah menjelaskan penghargaan tersebut diraih melalui pengembangan program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), yakni layanan penitipan anak (childcare) yang terintegrasi dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Program tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) yang telah berjalan sejak 2003 dan mulai bertransformasi menjadi Tamasya pada 2012. Inovasi tersebut kemudian berkembang hingga berhasil memperoleh penghargaan di tingkat nasional. Program ini berawal dari transformasi BKB menjadi Tamasya. Konsepnya tidak sekadar penitipan anak, tetapi juga memberikan stimulasi tumbuh kembang yang terstruktur sehingga anak mendapatkan layanan pengasuhan sekaligus pendidikan,” jelasnya.

Saat ini layanan Tamasya telah beroperasi di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing serta kawasan industri melalui fasilitas yang berada di Tower 2. Kehadirannya ditujukan untuk membantu para orang tua, khususnya ibu bekerja, agar tetap dapat menjalankan aktivitas tanpa meninggalkan kebutuhan pengasuhan anak.

“Tamasya memiliki empat pilar utama dalam pelaksanaannya, yakni pendampingan kepada anak, pendampingan bagi guru, pendampingan kepada orang tua, serta layanan rujukan apabila ditemukan permasalahan tumbuh kembang anak. Melalui pendekatan tersebut, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga melibatkan keluarga dan tenaga pendidik sehingga perkembangan anak dapat dipantau secara menyeluruh,” terangnya.

Ia menambahkan, seluruh anak yang mengikuti layanan harus terdaftar secara resmi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Karena itu, Tamasya tidak menerima penitipan harian sebagaimana layanan penitipan anak pada umumnya. Kami menerapkan kurikulum yang berkelanjutan sehingga anak memperoleh stimulasi perkembangan secara terstruktur. Oleh karena itu, peserta harus terdaftar sebagai bagian dari layanan pendidikan.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengapresiasi prestasi yang diraih TK Ibunda. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi tonggak penting sekaligus contoh baik bagi berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta, dalam menyediakan fasilitas ramah keluarga.

“Prestasi ini menjadi salah satu milestone yang sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi kita semua, baik di lingkungan pemerintah daerah maupun di lingkungan kerja swasta. Semoga dengan banyaknya kantor pemerintahan, perusahaan, maupun kawasan industri yang menyediakan fasilitas penitipan anak bagi para pekerja,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan layanan tersebut akan memberikan rasa aman bagi para orang tua, terutama ibu bekerja, sehingga dapat menjalankan pekerjaan secara optimal tanpa harus merasa khawatir terhadap kondisi anak di rumah.

“Kami berharap semakin banyak tempat kerja yang menyediakan dukungan berupa penitipan anak. Dengan begitu para ibu tetap bisa bekerja secara produktif tanpa harus merasa waswas terhadap anak-anak mereka,” harapnya.

Selain memberikan manfaat bagi pekerja, Faiz menilai keberadaan layanan penitipan anak juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Apabila belum tersedia fasilitas di lingkungan perusahaan, masyarakat sekitar dapat mengembangkan layanan penitipan anak yang berkualitas dan terjangkau sehingga mampu memenuhi kebutuhan para pekerja.

“Itu juga bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya ibu-ibu yang memiliki kemampuan mengelola layanan pengasuhan anak,” ungkapnya.

Namun demikian, ia tetap berharap konsep penitipan anak dapat berkembang langsung di lingkungan kantor pemerintahan maupun perusahaan agar akses masyarakat semakin mudah. Faiz juga menekankan bahwa konsep yang ingin diwujudkan adalah affordable childcare atau layanan penitipan anak yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau.

“Melalui konsep tersebut, para orang tua tetap dapat bekerja secara produktif, sementara anak memperoleh pengasuhan dan pendidikan yang baik dalam lingkungan yang aman. Kami ingin anak-anak di Kabupaten Batang tetap dekat dengan orang tuanya, terutama ibunya. Di sisi lain, para ibu tetap dapat bekerja tanpa rasa khawatir karena anak-anak mendapatkan pengasuhan yang berkualitas,” ujar dia.

Pemkab Batang berharap, keberhasilan TK Ibunda dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan, pemerintah, maupun sektor swasta untuk menghadirkan layanan pengasuhan anak yang semakin luas.

“Dengan demikian, keseimbangan antara produktivitas keluarga, perlindungan anak, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat terus diwujudkan di Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 33
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 90
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 146
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 70
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 97
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 91