Bupati Batang Dorong Dolanan Anak Jadi Ekstrakurikuler, Kurangi Ketergantungan Gawai Sejak Dini

Rabu, 01 Juli 2026 Jumadi Dibaca 150 kali Acara Pimpinan Daerah
Bupati Batang Dorong Dolanan Anak Jadi Ekstrakurikuler, Kurangi Ketergantungan Gawai Sejak Dini
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (peci hitam), meninjau Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau langsung pelaksanaan Festival Dolanan Anak tingkat Kabupaten Batang di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (172026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batang menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau langsung pelaksanaan Festival Dolanan Anak tingkat Kabupaten Batang di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batang menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Saat meninjau jalannya perlombaan, Bupati menyaksikan antusiasme para siswa sekolah dasar yang mengikuti berbagai permainan tradisional, seperti gobak sodor dan suda manda (engklek). Menurutnya, dolanan anak memiliki banyak manfaat karena memadukan unsur olahraga, kecerdasan, dan kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan.

“Permainan-permainan ini sebenarnya olahraga yang dikemas dalam bentuk permainan. Ada olahraga fisik, olahraga pikir, dan olahraga otak. Dampak positifnya sangat banyak. Permainan seperti gobak sodor melatih kelincahan, kecepatan bergerak, kerja sama tim, hingga kemampuan menyusun strategi. Sementara permainan suda manda atau yang lebih dikenal sebagai engklek di sejumlah daerah juga mampu melatih keseimbangan tubuh serta koordinasi gerak anak,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Faiz juga mengenang pengalaman masa kecilnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan gemar memainkan permainan tradisional. Ia mengaku masih mengingat salah satu kejadian lucu ketika bermain gobak sodor saat kelas 2 SD.

“Waktu main gobak sodor saya pernah tertangkap, celana saya sampai ketarik dan melorot. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa permainan tradisional pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan anak-anak Indonesia sebelum berkembangnya permainan digital. Karena itu, Pemkab Batang berkomitmen menghidupkan kembali dolanan anak melalui kegiatan pendidikan di sekolah,” terangnya.

Ia berharap, permainan tradisional dapat menjadi kegiatan ekstrakurikuler di seluruh sekolah dasar sehingga anak-anak memiliki lebih banyak aktivitas positif di luar penggunaan telepon genggam.

“Kita berharap, permainan tradisional ini nantinya menjadi ekstrakurikuler di setiap sekolah, supaya anak-anak mengenal permainan yang melatih fisik, melatih otak, sekaligus meminimalisasi ketergantungan terhadap gadget,” harapnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kompetisi permainan tradisional hingga tingkat provinsi maupun nasional, Faiz mengaku sejauh ini belum mengetahui adanya ajang resmi seperti pada cabang olahraga lainnya. Meski demikian, ia membuka peluang agar ke depan Kabupaten Batang dapat mengembangkan kompetisi dolanan anak secara lebih luas.

“Kalau sekarang belum ada kompetisi sampai tingkat provinsi atau nasional. Tapi nanti insyaallah kita pikirkan supaya bisa dibuat juga. Kompetisi permainan tradisional dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat di bidang permainan rakyat yang mulai jarang dimainkan,” tegasnya.

Salah satu peserta lomba, Rifki, siswa SD Kauman 7 Batang, mengaku sangat senang dapat mengikuti perlombaan gobak sodor. Ia mengatakan sebelumnya belum pernah memainkan permainan tersebut. Namun, menjelang perlombaan dirinya bersama teman-teman berlatih selama sekitar satu minggu.

“Senang sekali bisa bermain sambil bertanding. Kami latihan sekitar seminggu sebelum lomba. Gobak sodor bukan sekadar permainan biasa karena membutuhkan kerja sama seluruh anggota tim agar mampu melewati penjagaan lawan. Permainan ini mengajarkan kerja sama tim, kelincahan, dan strategi supaya bisa melewati lawan,” ujar dia.

Melalui penyelenggaraan lomba dolanan anak, Pemerintah Kabupaten Batang berharap permainan tradisional kembali menjadi bagian dari kehidupan anak-anak sekaligus menjadi media pendidikan karakter yang mampu membentuk generasi sehat, kreatif, sportif, serta mencintai budaya warisan bangsa. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 30
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 89
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 145
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 68
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 96
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 84