Bupati Batang Dorong Dolanan Anak Jadi Ekstrakurikuler, Kurangi Ketergantungan Gawai Sejak Dini

Rabu, 01 Juli 2026 Jumadi Dibaca 106 kali Acara Pimpinan Daerah
Bupati Batang Dorong Dolanan Anak Jadi Ekstrakurikuler, Kurangi Ketergantungan Gawai Sejak Dini
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (peci hitam), meninjau Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau langsung pelaksanaan Festival Dolanan Anak tingkat Kabupaten Batang di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (172026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batang menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau langsung pelaksanaan Festival Dolanan Anak tingkat Kabupaten Batang di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batang menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Saat meninjau jalannya perlombaan, Bupati menyaksikan antusiasme para siswa sekolah dasar yang mengikuti berbagai permainan tradisional, seperti gobak sodor dan suda manda (engklek). Menurutnya, dolanan anak memiliki banyak manfaat karena memadukan unsur olahraga, kecerdasan, dan kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan.

“Permainan-permainan ini sebenarnya olahraga yang dikemas dalam bentuk permainan. Ada olahraga fisik, olahraga pikir, dan olahraga otak. Dampak positifnya sangat banyak. Permainan seperti gobak sodor melatih kelincahan, kecepatan bergerak, kerja sama tim, hingga kemampuan menyusun strategi. Sementara permainan suda manda atau yang lebih dikenal sebagai engklek di sejumlah daerah juga mampu melatih keseimbangan tubuh serta koordinasi gerak anak,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Faiz juga mengenang pengalaman masa kecilnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan gemar memainkan permainan tradisional. Ia mengaku masih mengingat salah satu kejadian lucu ketika bermain gobak sodor saat kelas 2 SD.

“Waktu main gobak sodor saya pernah tertangkap, celana saya sampai ketarik dan melorot. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa permainan tradisional pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan anak-anak Indonesia sebelum berkembangnya permainan digital. Karena itu, Pemkab Batang berkomitmen menghidupkan kembali dolanan anak melalui kegiatan pendidikan di sekolah,” terangnya.

Ia berharap, permainan tradisional dapat menjadi kegiatan ekstrakurikuler di seluruh sekolah dasar sehingga anak-anak memiliki lebih banyak aktivitas positif di luar penggunaan telepon genggam.

“Kita berharap, permainan tradisional ini nantinya menjadi ekstrakurikuler di setiap sekolah, supaya anak-anak mengenal permainan yang melatih fisik, melatih otak, sekaligus meminimalisasi ketergantungan terhadap gadget,” harapnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kompetisi permainan tradisional hingga tingkat provinsi maupun nasional, Faiz mengaku sejauh ini belum mengetahui adanya ajang resmi seperti pada cabang olahraga lainnya. Meski demikian, ia membuka peluang agar ke depan Kabupaten Batang dapat mengembangkan kompetisi dolanan anak secara lebih luas.

“Kalau sekarang belum ada kompetisi sampai tingkat provinsi atau nasional. Tapi nanti insyaallah kita pikirkan supaya bisa dibuat juga. Kompetisi permainan tradisional dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat di bidang permainan rakyat yang mulai jarang dimainkan,” tegasnya.

Salah satu peserta lomba, Rifki, siswa SD Kauman 7 Batang, mengaku sangat senang dapat mengikuti perlombaan gobak sodor. Ia mengatakan sebelumnya belum pernah memainkan permainan tersebut. Namun, menjelang perlombaan dirinya bersama teman-teman berlatih selama sekitar satu minggu.

“Senang sekali bisa bermain sambil bertanding. Kami latihan sekitar seminggu sebelum lomba. Gobak sodor bukan sekadar permainan biasa karena membutuhkan kerja sama seluruh anggota tim agar mampu melewati penjagaan lawan. Permainan ini mengajarkan kerja sama tim, kelincahan, dan strategi supaya bisa melewati lawan,” ujar dia.

Melalui penyelenggaraan lomba dolanan anak, Pemerintah Kabupaten Batang berharap permainan tradisional kembali menjadi bagian dari kehidupan anak-anak sekaligus menjadi media pendidikan karakter yang mampu membentuk generasi sehat, kreatif, sportif, serta mencintai budaya warisan bangsa. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 22
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 13
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.
17 Jul 2026 Jumadi 16
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 213
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 180