Bupati Batang Dorong Dolanan Anak Jadi Ekstrakurikuler, Kurangi Ketergantungan Gawai Sejak Dini

Rabu, 01 Juli 2026 Jumadi Dibaca 17 kali Acara Pimpinan Daerah
Bupati Batang Dorong Dolanan Anak Jadi Ekstrakurikuler, Kurangi Ketergantungan Gawai Sejak Dini
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (peci hitam), meninjau Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau langsung pelaksanaan Festival Dolanan Anak tingkat Kabupaten Batang di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (172026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batang menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau langsung pelaksanaan Festival Dolanan Anak tingkat Kabupaten Batang di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batang menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Saat meninjau jalannya perlombaan, Bupati menyaksikan antusiasme para siswa sekolah dasar yang mengikuti berbagai permainan tradisional, seperti gobak sodor dan suda manda (engklek). Menurutnya, dolanan anak memiliki banyak manfaat karena memadukan unsur olahraga, kecerdasan, dan kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan.

“Permainan-permainan ini sebenarnya olahraga yang dikemas dalam bentuk permainan. Ada olahraga fisik, olahraga pikir, dan olahraga otak. Dampak positifnya sangat banyak. Permainan seperti gobak sodor melatih kelincahan, kecepatan bergerak, kerja sama tim, hingga kemampuan menyusun strategi. Sementara permainan suda manda atau yang lebih dikenal sebagai engklek di sejumlah daerah juga mampu melatih keseimbangan tubuh serta koordinasi gerak anak,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Faiz juga mengenang pengalaman masa kecilnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan gemar memainkan permainan tradisional. Ia mengaku masih mengingat salah satu kejadian lucu ketika bermain gobak sodor saat kelas 2 SD.

“Waktu main gobak sodor saya pernah tertangkap, celana saya sampai ketarik dan melorot. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa permainan tradisional pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan anak-anak Indonesia sebelum berkembangnya permainan digital. Karena itu, Pemkab Batang berkomitmen menghidupkan kembali dolanan anak melalui kegiatan pendidikan di sekolah,” terangnya.

Ia berharap, permainan tradisional dapat menjadi kegiatan ekstrakurikuler di seluruh sekolah dasar sehingga anak-anak memiliki lebih banyak aktivitas positif di luar penggunaan telepon genggam.

“Kita berharap, permainan tradisional ini nantinya menjadi ekstrakurikuler di setiap sekolah, supaya anak-anak mengenal permainan yang melatih fisik, melatih otak, sekaligus meminimalisasi ketergantungan terhadap gadget,” harapnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kompetisi permainan tradisional hingga tingkat provinsi maupun nasional, Faiz mengaku sejauh ini belum mengetahui adanya ajang resmi seperti pada cabang olahraga lainnya. Meski demikian, ia membuka peluang agar ke depan Kabupaten Batang dapat mengembangkan kompetisi dolanan anak secara lebih luas.

“Kalau sekarang belum ada kompetisi sampai tingkat provinsi atau nasional. Tapi nanti insyaallah kita pikirkan supaya bisa dibuat juga. Kompetisi permainan tradisional dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat di bidang permainan rakyat yang mulai jarang dimainkan,” tegasnya.

Salah satu peserta lomba, Rifki, siswa SD Kauman 7 Batang, mengaku sangat senang dapat mengikuti perlombaan gobak sodor. Ia mengatakan sebelumnya belum pernah memainkan permainan tersebut. Namun, menjelang perlombaan dirinya bersama teman-teman berlatih selama sekitar satu minggu.

“Senang sekali bisa bermain sambil bertanding. Kami latihan sekitar seminggu sebelum lomba. Gobak sodor bukan sekadar permainan biasa karena membutuhkan kerja sama seluruh anggota tim agar mampu melewati penjagaan lawan. Permainan ini mengajarkan kerja sama tim, kelincahan, dan strategi supaya bisa melewati lawan,” ujar dia.

Melalui penyelenggaraan lomba dolanan anak, Pemerintah Kabupaten Batang berharap permainan tradisional kembali menjadi bagian dari kehidupan anak-anak sekaligus menjadi media pendidikan karakter yang mampu membentuk generasi sehat, kreatif, sportif, serta mencintai budaya warisan bangsa. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Festival Dolanan Anak, Disdikbud Batang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Permainan Tradisional Festival Dolanan Anak, Disdikbud Batang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Permainan Tradisional
Festival Dolanan Anak, Disdikbud Batang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Permainan Tradisional
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meluncurkan Program Ketan Budaya (Kolaborasi Pelestarian Budaya melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Sekolah Dasar Ekstrakurikuler Dolanan Anak) melalui Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (172026).
01 Jul 2026 Jumadi 26
BPI Luncurkan Buku, Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Batang BPI Luncurkan Buku, Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Batang
BPI Luncurkan Buku, Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) meluncurkan Buku Biodiversitas PLTU Jawa Tengah. Publikasi tersebut menjadi bentuk transparansi informasi sekaligus komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional PLTU Batang.
30 Jun 2026 Jumadi 60
DPUPR Batang Tegaskan Perizinan Bangunan Gedung Tanpa Kompromi DPUPR Batang Tegaskan Perizinan Bangunan Gedung Tanpa Kompromi
DPUPR Batang Tegaskan Perizinan Bangunan Gedung Tanpa Kompromi
Batang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat pengawasan terhadap pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam proses penerbitan Perizinan Bangunan Gedung (PBG). Pemerintah daerah menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi pemohon izin baik hunian pribadi maupun industri yang mengabaikan regulasi lingkungan tersebut.
30 Jun 2026 Jumadi 70
Lestarikan Keragaman Hayati, Bhimasena Power Indonesia Luncurkan Buku Biodiservitas PLTU Lestarikan Keragaman Hayati, Bhimasena Power Indonesia Luncurkan Buku Biodiservitas PLTU
Lestarikan Keragaman Hayati, Bhimasena Power Indonesia Luncurkan Buku Biodiservitas PLTU
Batang PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) meluncurkan buku bertajuk "Biodiservitas PLTU Jawa Tengah", sebagai wujud perlindungan terhadap kehidupan flora dan fauna yang hidup di area proyek. Dibuktikan dengan memberikan ruang reforestasi di lingkup area BPI, dengan menggandeng masyarakat setempat bersinergi bersama Pemda Batang, hingga mampu mempertahankan bahkan menambah ragam flora dan fauna agar tetap terjaga kelestariannya.
30 Jun 2026 Jumadi 22
Dua Hektare Lahan Pantai Sigandu Batang Terendam Rob, Pemkab Siapkan Pembenahan Dua Hektare Lahan Pantai Sigandu Batang Terendam Rob, Pemkab Siapkan Pembenahan
Dua Hektare Lahan Pantai Sigandu Batang Terendam Rob, Pemkab Siapkan Pembenahan
Batang - Banjir rob yang melanda pesisir Pantura Jawa Tengah kian mengancam sektor pariwisata. Di Kabupaten Batang, lebih dari dua hektare lahan milik pemerintah daerah di kawasan wisata Pantai Sigandu kini dilaporkan terendam air laut dan mengalami abrasi parah.
29 Jun 2026 Jumadi 120
Harganas Ke-33, Bupati Batang Ajak Orang Tua Perkuat Peran Ayah dan Bangun Keluarga Berkualitas Harganas Ke-33, Bupati Batang Ajak Orang Tua Perkuat Peran Ayah dan Bangun Keluarga Berkualitas
Harganas Ke-33, Bupati Batang Ajak Orang Tua Perkuat Peran Ayah dan Bangun Keluarga Berkualitas
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 dengan menggelar upacara di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2962026). Seluruh peserta tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman sekaligus penguatan nilai-nilai keluarga dalam bingkai persatuan.
29 Jun 2026 Jumadi 166