Bupati Batang Dorong Dolanan Anak Jadi Ekstrakurikuler, Kurangi Ketergantungan Gawai Sejak Dini

Rabu, 01 Juli 2026 Jumadi Dibaca 213 kali Acara Pimpinan Daerah
Bupati Batang Dorong Dolanan Anak Jadi Ekstrakurikuler, Kurangi Ketergantungan Gawai Sejak Dini
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (peci hitam), meninjau Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau langsung pelaksanaan Festival Dolanan Anak tingkat Kabupaten Batang di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (172026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batang menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau langsung pelaksanaan Festival Dolanan Anak tingkat Kabupaten Batang di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batang menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Saat meninjau jalannya perlombaan, Bupati menyaksikan antusiasme para siswa sekolah dasar yang mengikuti berbagai permainan tradisional, seperti gobak sodor dan suda manda (engklek). Menurutnya, dolanan anak memiliki banyak manfaat karena memadukan unsur olahraga, kecerdasan, dan kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan.

“Permainan-permainan ini sebenarnya olahraga yang dikemas dalam bentuk permainan. Ada olahraga fisik, olahraga pikir, dan olahraga otak. Dampak positifnya sangat banyak. Permainan seperti gobak sodor melatih kelincahan, kecepatan bergerak, kerja sama tim, hingga kemampuan menyusun strategi. Sementara permainan suda manda atau yang lebih dikenal sebagai engklek di sejumlah daerah juga mampu melatih keseimbangan tubuh serta koordinasi gerak anak,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Faiz juga mengenang pengalaman masa kecilnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan gemar memainkan permainan tradisional. Ia mengaku masih mengingat salah satu kejadian lucu ketika bermain gobak sodor saat kelas 2 SD.

“Waktu main gobak sodor saya pernah tertangkap, celana saya sampai ketarik dan melorot. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa permainan tradisional pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan anak-anak Indonesia sebelum berkembangnya permainan digital. Karena itu, Pemkab Batang berkomitmen menghidupkan kembali dolanan anak melalui kegiatan pendidikan di sekolah,” terangnya.

Ia berharap, permainan tradisional dapat menjadi kegiatan ekstrakurikuler di seluruh sekolah dasar sehingga anak-anak memiliki lebih banyak aktivitas positif di luar penggunaan telepon genggam.

“Kita berharap, permainan tradisional ini nantinya menjadi ekstrakurikuler di setiap sekolah, supaya anak-anak mengenal permainan yang melatih fisik, melatih otak, sekaligus meminimalisasi ketergantungan terhadap gadget,” harapnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kompetisi permainan tradisional hingga tingkat provinsi maupun nasional, Faiz mengaku sejauh ini belum mengetahui adanya ajang resmi seperti pada cabang olahraga lainnya. Meski demikian, ia membuka peluang agar ke depan Kabupaten Batang dapat mengembangkan kompetisi dolanan anak secara lebih luas.

“Kalau sekarang belum ada kompetisi sampai tingkat provinsi atau nasional. Tapi nanti insyaallah kita pikirkan supaya bisa dibuat juga. Kompetisi permainan tradisional dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat di bidang permainan rakyat yang mulai jarang dimainkan,” tegasnya.

Salah satu peserta lomba, Rifki, siswa SD Kauman 7 Batang, mengaku sangat senang dapat mengikuti perlombaan gobak sodor. Ia mengatakan sebelumnya belum pernah memainkan permainan tersebut. Namun, menjelang perlombaan dirinya bersama teman-teman berlatih selama sekitar satu minggu.

“Senang sekali bisa bermain sambil bertanding. Kami latihan sekitar seminggu sebelum lomba. Gobak sodor bukan sekadar permainan biasa karena membutuhkan kerja sama seluruh anggota tim agar mampu melewati penjagaan lawan. Permainan ini mengajarkan kerja sama tim, kelincahan, dan strategi supaya bisa melewati lawan,” ujar dia.

Melalui penyelenggaraan lomba dolanan anak, Pemerintah Kabupaten Batang berharap permainan tradisional kembali menjadi bagian dari kehidupan anak-anak sekaligus menjadi media pendidikan karakter yang mampu membentuk generasi sehat, kreatif, sportif, serta mencintai budaya warisan bangsa. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
23 Okt 2026 Jumadi 103
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 110
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 93
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 94
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 69
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 82