Dibekali INAWIS, Nelayan Batang Makin Akurat Pahami Cuaca

Selasa, 17 Desember 2024 Jumadi Dibaca 1.225 kali Acara Pimpinan Daerah
Dibekali INAWIS, Nelayan Batang Makin Akurat Pahami Cuaca
Batang - Menyikapi cepatnya perubahan cuaca di sepanjang Pantai Utara Jawa, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), sebagai upaya mengedukasi para nelayan agar mendapatkan informasi akurat seputar cuaca, sehingga nantinya memiliki kesiapan lebih matang sebelum melaut.

Batang - Menyikapi cepatnya perubahan cuaca di sepanjang Pantai Utara Jawa, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), sebagai upaya mengedukasi para nelayan agar mendapatkan informasi akurat seputar cuaca, sehingga nantinya memiliki kesiapan lebih matang sebelum melaut.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Hartanto mengatakan, dari sisi perekonomian tentu berdampak positif karena nelayan lebih mudah mengetahui area perairan potensial dengan jumlah ikan maksimal.

“Kami bekali mereka dengan sejumlah pengetahuan dan informasi yang disampaikan kembali ke sesama rekan nelayan, sehingga menjadikannya lebih produktif,” katanya, saat menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (16/12/2024).

Hartanto mengingatkan agar para nelayan lebih meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat ini sudah memasuki musim hujan di bulan Desember dan akan memasuki puncaknya di bulan Januari mendatang.

“Di bulan-bulan itu cuaca cenderung memiliki intensitas hujan dengan skala sedang hingga ekstrem,” jelasnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang Taruna Mona Rahman menerangkan, para nelayan secara intensif akan dibekali pengetahuan dasar tentang cuaca dan iklim, sebelum mendapatkan pemahaman secara mendalam tentang aplikasi Indonesian Weather Information for Shipping (INAWIS).

“Beberapa wilayah yang nelayannya sudah mulai memanfaatkan teknologi INAWIS, antara lain Tegal, Pekalongan, Demak, Kudus, Rembang dan Pati, sedangkan Batang baru kami kenalkan. Lewat aplikasi tersebut, nelayan bisa tahu posisi ikan secara tepat, melihat arah angin,” terangnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengapresiasi digelarnya sosialisasi SLCN, karena dapat dijadikan pedoman para nelayan sebelum pergi melaut. Terkait aplikasi INAWIS, Lani mendukung penuh karena membantu nelayan mengetahui waktu yang tepat untuk menangkap ikan.

“Informasi prakiraan cuaca yang diketahui nelayan lebih awal ini, membuat mereka mengetahui waktu yang aman untuk melaut dan mengetahui lokasi yang potensial untuk menangkap ikan,” ujar dia.

Yang tidak kalah pentingnya, aplikasi tersebut membantu meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja saat berada di laut. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Duta Pancasila Paskibraka Batang Dilantik, Diminta Aktif Kenalkan Nilai Pancasila ke Sekolah Duta Pancasila Paskibraka Batang Dilantik, Diminta Aktif Kenalkan Nilai Pancasila ke Sekolah
Duta Pancasila Paskibraka Batang Dilantik, Diminta Aktif Kenalkan Nilai Pancasila ke Sekolah
Batang - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia melantik Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Batang di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (892026).
08 Sep 2026 Jumadi 10
Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah
Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah
Batang - Langkah Pemerintah Kabupaten Batang dalam menekan angka pengangguran makin agresif. Lewat program Dapat Kerja (DAKER), sebanyak 1.685 pencari kerja berhasil diserap dunia kerja per 7 September 2026. Dari angka tersebut, 1.616 orang masuk lewat pendanaan APBD, sementara 69 lainnya melalui jalur non-APBD.
08 Sep 2026 Jumadi 34
Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua
Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua
Batang - Sangaji, peternak lebah asal Desa Timbang, telah mengenal dunia perlebahan sejak duduk di bangku SMP pada 1995. Kecintaannya terhadap lebah berawal ketika ia membantu mengelola koloni lebah milik pamannya. Sejak saat itu, berbagai aktivitas terkait lebah mulai ia tangani sendiri, mulai dari perawatan hingga menentukan lokasi penempatan koloni.
08 Sep 2026 Jumadi 40
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Batang Siapkan Langkah Mitigasi Kesehatan Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Batang Siapkan Langkah Mitigasi Kesehatan
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Batang Siapkan Langkah Mitigasi Kesehatan
Batang - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang meruncing belakangan ini sempat memicu kekhawatiran warga. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik karena paparan abu vulkanik dipastikan belum menyentuh wilayah Batang maupun Jawa Tengah secara umum.
08 Sep 2026 Jumadi 51
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 110
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 331