Maraknya Fenomena Vandalisme, Melanggar Perda Ketertiban Umum

Senin, 31 Juli 2023 Jumadi Dibaca 1.668 kali Lingkungan
Maraknya Fenomena Vandalisme, Melanggar Perda Ketertiban Umum
Batang - Maraknya fenomena vandalisme yang dilakukan oleh kaum remaja merupakan tindakan salah kaprah dalam menunjukkan jati dirinya, tindakan tersebut masuk dalam kategori kriminal. Sehingga harus dihindari oleh siapapun.

Batang - Maraknya fenomena vandalisme yang dilakukan oleh kaum remaja merupakan tindakan salah kaprah dalam menunjukkan jati dirinya, tindakan tersebut masuk dalam kategori kriminal. Sehingga harus dihindari oleh siapapun.

“Vandalisme itukan tindakan yang menuju perusakan lingkungan, jadi jelas-jelas melanggar Perda ketertiban umum,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batang Achmad Fatoni saat ditemui di kantornya, Senin (31/7/2023).

Selain mengganggu keindahan, fenomena corat-coret banyak dilakukan di tembok rumah, perkantoran, jembatan, pertokoan, tempat wisata, bangunan bersejarah, serta tembok sekolah dan saat ini sedang marak di Kabupaten Batang.

“Kegiatan vandalisme bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain, sehingga harus ditangani dengan segera dan serius oleh Aparat Penegak Hukum (APH),” jelasnya.

Ia mengaku kesulitan menangkap pelaku vandalisme, karena mereka melakukan tindak itu pada malam hari dan tersembunyi. Menurutnya, pemilik lokasi saja kecolongan, apalagi Satpol PP yang jumlah petugasnya terbatas.

“Sebetulnya mereka itu anak-anak muda kreatif tapi negatif. Seharusnya keahliannya dilakukan di kanvas untuk melukis atau membuat tulisan yang indah,” tegasnya.

Ia pun menyarankan kepada masing-masing dinas terkait atau satuan pendidikan untuk melakukan antisipasi, pembinaan dan menjaga kerapihan di lingkungan masing-masing. Karena masing-masing kantor maupun sekolah punya keamanan sendiri.

“Kita sudah berkali kali menangkap. Kemudian kita bina, dan para pelakunya kapok. Intinya kita membuat mereka jera dan menyadari perbuatannya membuat orang lain tidak senang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang Achmad Suroso mengatakan bahwa vandalisme, mural merupakan ekspresi para remaja. Dan di Negara Eropa hal itu tidak dilarang tapi ada tempat khususnya serta diarahkan.

“Pemerintah harus diskusi dengan para ahlinya. Karena tembok kantor pun apabila di mural itu lebih bagus. Jadi harus ada pemikiran seperti itu,” tuturnya

Ia pun meminta, agar anak-anak muda yang melakukan vandalisme diberikan ruang untuk menunjukkan ekspresinya. Karena anak-anak muda juga butuh diperhatikan dalam mengaktualisasikan jiwa seni dan kreativitasnya.

Ia juga berharap, Pemkab Batang bisa membangun fasilitas ruang publik kesenian atau gedung kesenian bagi anak-anak muda di Batang.

“Sebaiknya Pemkab dengan berbagai Stakeholder menggelar lomba mural sebagai bentuk menyalurkan bakat seni anak-anak muda Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Ela)

Berita Lainnya

PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
Batang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
23 Mei 2026 Jumadi 54
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 309
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 128
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Batang - Pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Desa Semampir menjadi salah satu wilayah yang aktif mengembangkan usaha sapi perah karena memiliki kondisi alam yang mendukung serta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
23 Mei 2026 Jumadi 57
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
23 Mei 2026 Jumadi 121
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2052026).
22 Mei 2026 Jumadi 83