Cuaca Sejuk, Penjualan Kolang-kaling Turun Drastis

Rabu, 29 Maret 2023 Jumadi Dibaca 1.372 kali Stabilisasi Harga Bahan Pangan
Cuaca Sejuk, Penjualan Kolang-kaling Turun Drastis
Batang - Berbuka puasa tak lengkap rasanya, bila tanpa Kolang-kaling sebagai kudapan pembuka, karena rasanya yang menyegarkan. Hampir di setiap rumah menyajikan Kolang-kaling sebagai campuran dengan beragam varian menu, seperti es campur, kolak Kolang-kaling, es buah dan lainnya, yang tentu menyegarkan jika disantap saat berbuka puasa bersama keluarga.

Batang - Berbuka puasa tak lengkap rasanya, bila tanpa Kolang-kaling sebagai kudapan pembuka, karena rasanya yang menyegarkan. Hampir di setiap rumah menyajikan Kolang-kaling sebagai campuran dengan beragam varian menu, seperti es campur, kolak Kolang-kaling, es buah dan lainnya, yang tentu menyegarkan jika disantap saat berbuka puasa bersama keluarga.

Namun, lain halnya ketika cuaca dalam kondisi sejuk, seperti sekarang ini. Penjualan kudapan dari hasil olahan buah aren itu, justru mengalami penurunan drastis, dibandingkan tahun lalu yang cukup melejit.

Pedagang Kolang-kaling, Helmi mengatakan, cuaca sejuk yang terkadang masih diselingi dengan hujan walaupun intensitasnya rendah, tapi tetap berpengaruh pada berkurangnya jumlah pembeli.

“Kalau cuaca sangat panas seperti Ramadan tahun lalu, wah sangat laris, beda dengan tahun ini turun drastis. Puasa tahun kemarin omset penjualan Kolang-kaling bisa sampai Rp17 juta, tapi tahun ini cuma Rp5 juta per hari,” katanya, saat ditemui di kiosnya, Pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (29/3/2023).

Ada beberapa jenis Kolang-kaling yang dijual, di antaranya jenis Medan yang semula Rp13 ribu, Bandung Rp12 ribu dan lokal Rp10 ribu per kilogramnya. Namun Ramadan kali ini hampir rata-rata mengalami kenaikan sebesar Rp5 ribu per kilogramnya.

Konsumen didominasi oleh pedagang kecil yang akan dijual kembali dengan data beli 2-3 kilogram. Ada pula pembeli untuk konsumsi sendiri dengan jumlah tak begitu banyak.

Selain Kolang-kaling, Helmi juga menjual cincau dengan harga Rp3 ribu sampai Rp5 ribu untuk satu potong ukuran sedang. Mayoritas pembelinya adalah para pedagang es campur dan sup buah karena untuk keperluan menu takjil.

Salah satu pedagang es campur, Suti membeli bahan-bahan pelengkap untuk menu es campur lengkap dengan modal sampai Rp40 ribu.

“Saya beli Kolang-kaling, cendol sama cincau hitam. Harganya masih stabil sih dan saya jualannya pas puasa aja, jadi menyesuaikan keinginan konsumen yang mayoritas senangnya es campur,” terangnya.

Berbeda dengan Wahyuni, ibu rumah tangga dari Klidang Wetan yang membeli Kolang-kaling dalam jumlah cukup banyak.

“Ini kan untuk stok di rumah karena kadang malas bolak-balik ke pasar. Dan keluarga juga senang menu kolak Kolang-kaling untuk berbuka jadi belinya sekalian 3,5 kilogram seharga Rp63 ribu,” ujar dia.

Rasa yang menyegarkan dari Kolang-kaling membuat semua penikmatnya tak bisa lepas dari menu yang satu itu, sebagai kudapan pelepas dahaga setelah berpuasa seharian. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan ada penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk tahun ajaran ini. Meski beberapa sekolah tercatat minim pendaftar, keberadaan fasilitas pendidikan dasar di setiap desa dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar akibat kendala jarak.
09 Jul 2026 Jumadi 95
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun usaha ke usaha. Hingga Rabu (772026) pagi, progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.
09 Jul 2026 Jumadi 126
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026 Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Bantuan Hibah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (972026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon penerima hibah mengenai mekanisme pencairan, kelengkapan administrasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
09 Jul 2026 Jumadi 93
Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Batang - Pada 13 Juli, para siswa baru sudah mulai masuk sekolah untuk memulai lembaran baru di tahun ajaran yang baru. Menyambut kedatangan mereka, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berjalan dengan aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari praktik perpeloncoan.
09 Jul 2026 Jumadi 103
Libur Panjang, Stasiun Batang Alami Lonjakan Penumpang Libur Panjang, Stasiun Batang Alami Lonjakan Penumpang
Libur Panjang, Stasiun Batang Alami Lonjakan Penumpang
Batang - Masa libur panjang menjadi momentum yang sangat dinanti masyarakat untuk berlibur ke wilayah Jawa Tengah dengan moda transportasi kereta api, melalui Stasiun Batang. Selama dua pekan terjadi peningkatan jumlah pengguna moda transportasi kereta api dengan jurusan Semarang hingga 70 penumpang untuk berlibur tiap harinya.
09 Jul 2026 Jumadi 72
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Batang Suasana siang di Kabupaten Batang belakangan ini mulai terasa menggigit. Terik matahari yang menyengat seolah menjadi alarm alami bahwa musim kemarau telah benar-benar tiba. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena alam yang dihadapi tahun ini bukan sekadar kemarau biasa, melainkan ada istilah khusus yang membayangi Godzilla.
09 Jul 2026 Jumadi 91