Home / Berita / Acara Pimpinan Daerah / PEMKAB BATANG DAN JASA MARGA SIAGA HADAPI ARUS MUDIK LEBARAN

Berita

Pemkab Batang dan Jasa Marga Siaga Hadapi Arus Mudik Lebaran

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Persiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan pemaparan operasional Lebaran di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Jumat (13/3/2026).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Persiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan pemaparan operasional Lebaran di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Jumat (13/3/2026).

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, wilayah Kabupaten Batang memiliki posisi strategis karena dilalui jalur Tol SemarangBatang serta berada di tengah jalur utama perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya.

“Kabupaten Batang memiliki tiga exit tol strategis yang semuanya bermuara di Jalan Pantura serta satu akses menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Posisi geografis tersebut membuat Batang berpotensi menjadi salah satu titik kepadatan kendaraan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Ia menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi secara serius, mengingat para pemudik yang menempuh perjalanan jauh berpotensi mengalami kelelahan.

“Pastinya, Batang akan menjadi titik kepadatan kendaraan. Kemungkinan pengemudi atau pemudik mengalami kelelahan juga pasti ada, sehingga hal ini harus diantisipasi agar dapat menekan potensi kecelakaan di ruas Tol SemarangBatang,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT JSB Nasrullah menyampaikan, bahwa ruas Tol SemarangBatang memiliki panjang sekitar 74,9 kilometer yang membentang dari wilayah Batang hingga Kota Semarang.

“Ruas Tol SemarangBatang memiliki panjang sekitar 74,9 kilometer, mulai dari KM 346+100 di Batang hingga KM 420+892 di Semarang. Terdapat enam gerbang tol di ruas tersebut, yakni Gerbang Tol Kandeman, Kalibanteng, Weleri, Kendal, Kaliwungu, dan Kalikangkung,” terangnya.

Berdasarkan prediksi lalu lintas, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran dengan jam kepadatan tertinggi antara pukul 03.00 hingga 06.00 WIB.

“Adapun puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026 atau H+2 Lebaran. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pihak Jasa Marga akan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah (one way) secara bertahap mulai 17 hingga 20 Maret 2026,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memberlakukan kebijakan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang hingga 30 Maret 2026. Sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, Jasa Marga juga merencanakan pemberian diskon tarif tol pada periode tertentu.

“Diskon tarif direncanakan berlaku pada 15 hingga 16 Maret untuk arus mudik dan 26 hingga 27 Maret untuk arus balik. Dalam rangka meningkatkan pelayanan selama periode mudik Lebaran, PT JSB juga menambah jumlah personel serta fasilitas operasional di sepanjang ruas tol,” tegasnya.

Jumlah petugas transaksi di gerbang tol ditingkatkan dari sebelumnya 90 orang menjadi 171 orang guna memperlancar proses transaksi kendaraan. Selain itu, perusahaan juga menambah sejumlah peralatan operasional seperti dua unit kendaraan derek, satu unit mobil crane khusus, serta 100 unit water barrier untuk mendukung pengaturan lalu lintas.

“Sistem pemantauan lalu lintas juga diperkuat dengan total 151 unit kamera pengawas atau CCTV yang dipasang di berbagai titik strategis di sepanjang ruas tol. Untuk memudahkan pengguna jalan, pihak pengelola juga menambah fasilitas pengisian saldo uang elektronik di 12 titik lokasi serta menyediakan sekitar 1.500 kartu uang elektronik bagi pengguna jalan tol,” imbuhnya.

Nasrullah juga menambahkan, terdapat beberapa titik yang menjadi perhatian karena berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.

“Beberapa titik tersebut antara lain Gerbang Tol Kalikangkung, Simpang Susun Krapyak, serta kawasan Rest Area KM 379 dan KM 360,” ujar dia.

Di Rest Area KM 379 yang berada di jalur Jakarta menuju Semarang, pengelola juga telah menambah sejumlah fasilitas bagi pengguna jalan, seperti taman lalu lintas, penginapan, ruang pelayanan kesehatan atau P3K, serta dua unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Melalui berbagai persiapan tersebut, PT JSB berharap, arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan tol,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)