Pegiat Literasi dan Pemkab Batang Dorong Penyelamatan Batik Rifaiyah, Regenerasi Jadi Fokus Utama

Rabu, 29 April 2026 Jumadi Dibaca 1.273 kali Seni dan Budaya
Pegiat Literasi dan Pemkab Batang Dorong Penyelamatan Batik Rifaiyah, Regenerasi Jadi Fokus Utama
Ketua Dekranasda Batang Faelasufa Faiz (kanan), menyampaikan sambutan saat workshop pelestarian di Joglomberan, Kabupaten Batang.
Batang - Upaya pelestarian Batik Rifaiyah sebagai warisan budaya khas Kabupaten Batang terus diperkuat. Melalui kolaborasi pegiat literasi dan komunitas Batik Rifaiyah, workshop pelestarian digelar di Joglomberan, Kabupaten Batang, Rabu (2942026).

Batang - Upaya pelestarian Batik Rifaiyah sebagai warisan budaya khas Kabupaten Batang terus diperkuat. Melalui kolaborasi pegiat literasi dan komunitas Batik Rifaiyah, workshop pelestarian digelar di Joglomberan, Kabupaten Batang, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat regenerasi pembatik sekaligus menjaga eksistensi Batik Rifaiyah yang dikenal memiliki nilai religius dan sejarah panjang.

Workshop tersebut mempertemukan para perajin, pegiat budaya, hingga pemerintah daerah guna merumuskan strategi pelestarian. Pasalnya, Batik Rifaiyah dinilai berada pada kondisi rawan akibat minimnya regenerasi serta mulai hilangnya sejumlah motif tradisional.

Penggiat Batik Rifaiyah Miftakhutin menyampaikan, apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap keberlangsungan batik tersebut. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar Batik Rifaiyah tetap bertahan dan berkembang.

“Dukungan dari berbagai pihak menjadi semangat baru bagi kami. Ke depan, kami akan terus menguatkan konsolidasi internal komunitas agar para pembatik tetap semangat berkarya. Keseimbangan antara dukungan eksternal dan kekuatan internal komunitas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi Batik Rifaiyah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranasda) Batang Faelasufa Faiz menilai Batik Rifaiyah memiliki keunikan tersendiri, terutama dari sisi proses pembuatan yang sarat nilai spiritual.

“Batik Rifaiyah dibuat sambil melantunkan selawat dari awal hingga akhir proses. Ini menjadi ciri khas yang tidak dimiliki batik lainnya. Meski keberadaannya telah berusia lebih dari satu abad, Batik Rifaiyah baru dikenal luas di pasar sekitar tahun 2010-an, sehingga masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” terangnya.

Namun demikian, ia mengungkapkan adanya ancaman terhadap keberlangsungan motif Batik Rifaiyah. Dari sekitar 24 motif yang tercatat pada awal tahun 2000-an, kini hanya tersisa sekitar 16 motif.

“Banyak motif hilang, karena para pembatik sepuh yang menguasainya telah meninggal dunia tanpa adanya regenerasi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen pelestarian, Dekranasda bersama Pemkab Batang telah mengalokasikan anggaran untuk dokumentasi motif serta mendorong promosi melalui berbagai pameran, termasuk tingkat nasional seperti Inacraft. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai ekonomi Batik Rifaiyah agar mampu menarik minat generasi muda.

“Kalau nilai ekonominya meningkat, generasi muda akan melihat bahwa membatik juga bisa menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan,” tegasnya.

Faelasufa juga mendorong keterbukaan dalam proses regenerasi, termasuk memberikan kesempatan kepada masyarakat di luar komunitas Rifaiyah untuk mempelajari teknik membatik.

“Workshop ini diharapkan, menjadi momentum awal penguatan kolaborasi antara komunitas, pegiat budaya, dan pemerintah daerah dalam menjaga Batik Rifaiyah sebagai identitas budaya Kabupaten Batang agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/ Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
23 Okt 2026 Jumadi 186
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 312
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 211
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 244
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 145
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 182