Batang - Pasca peletakan batu pertama, 31 Maret 2026 lalu, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tambahrejo Kecamatan Bandar, proses pengerjaan masih berlangsung hingga mencapai 57 persen. Jembatan Garuda itu nantinya bisa menjadi penghubung antara Dusun Proto dan Cinde, demi mempercepat akses perekonomian maupun pendidikan warga kedua dusun tersebut.
Batang - Pasca peletakan batu pertama, 31 Maret 2026 lalu, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tambahrejo Kecamatan Bandar, proses pengerjaan masih berlangsung hingga mencapai 57 persen. Jembatan Garuda itu nantinya bisa menjadi penghubung antara Dusun Proto dan Cinde, demi mempercepat akses perekonomian maupun pendidikan warga kedua dusun tersebut.
Jembatan Garuda dengan panjang 40 meter dan lebar 1,2 meter nantinya akan mempercepat akses masyarakat Dusun Proto dan Cinde mengangkut hasil pertanian yang didominasi padi dan palawija.
Kepala Desa Tambahrejo Ghofar Ismail bersyukur proses pembangunan berjalan lancar karena seluruh warga kedua dusun bahu membahu bersama jajaran Koramil Bandar mengerjakan tiap detail bangunan jembatan tersebut.
“Tadinya itu petani kesulitan waktu panen, dengan sedang dibangunnya Jembatan Garuda ini, saya terima kasih sama Pak Presiden Prabowo Subianto dan anggota TNI. Nantinya akan bermanfaat besar bagi para petani, biar panennya gampang diangkut, karena jalan penghubung juga sedang dibangun,” katanya, saat meninjau di Jembatan Garuda, Dusun Proto, Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Sabtu (2/5/2026).
Kemanfaatan secara ekonomi, tentu akan meningkatkan pendapatan petani karena setelah jembatan terbangun, akses lebih cepat dan dapat mengangkut banyak hasil panen dari 100 hektar sawah.
“Dulu sebelum ada jembatan warga harus memutar jarak lebih jauh, hingga tiga jam, nanti kalau sudah jadi cukup satu jam sudah bisa nyeberang dusun tetangga,” jelasnya.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Tauhid pun tak menampik dengan sedang dibangunnya Jembatan Garuda akan membantu perekonomian warga yang mayoritas bermata pencaharian pertani.
“Kami bersyukur karena dulu tidak punya akses menuju lahan pertanian, sekarang berkat dibantu sama Pak Presiden Prabowo Subianto, terima kasih sekali, jadi mudah nantinya kalau petani mau ke sawah,” ungkapnya.
Diakuinya, hasil bumi yang menjadi pekerjaan utama warga didominasi padi dan palawija. Jembatan tersebut nantinya akan memudahkan petani membawa hasil panenan.
“Hasil panennya macam-macam, selain padi, sebentar lagi mau panen jagung dan palawija,” terangnya.
Salah satu warga, Kuwat mengaku terbantu dengan pembangunan Jembatan Garuda karena setelah jadi, akan memudahkan dalam menuju sawah dan ladang yang digarap.
“Nanti lebih gampang saat bawa gabah sebelum digiling waktunya lebih capat sampai, terima kasih Pak Presiden sudah membangunkan Jembatan Garuda di Dusun Proto,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)