Faelasufa Faiz Ketuk Nurani: Dari Eksploitasi Pekerja Anak hingga Urgensi Pengawasan Daycare

Kamis, 30 April 2026 Jumadi Dibaca 952 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Faelasufa Faiz Ketuk Nurani: Dari Eksploitasi Pekerja Anak hingga Urgensi Pengawasan Daycare
Ketua TP PKK Batang Faelasufa Faiz (tengah), memaparkan materi saat sosialisasi dengan pegiat literasi.
Batang - Bagi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang Faelasufa Faiz, pekan ini bukan sekadar deretan tanggal di kalender. Di balik gempita peringatan Hari Kartini yang baru saja usai, terselip duka mendalam yang mengusik nalurinya sebagai seorang ibu sekaligus tokoh perlindungan perempuan dan anak.

Batang - Bagi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang Faelasufa Faiz, pekan ini bukan sekadar deretan tanggal di kalender. Di balik gempita peringatan Hari Kartini yang baru saja usai, terselip duka mendalam yang mengusik nalurinya sebagai seorang ibu sekaligus tokoh perlindungan perempuan dan anak.

Rentetan peristiwa memilukan mulai dari eksploitasi pekerja anak, kecelakaan maut, hingga viralnya dugaan kekerasan di sebuah daycare di Yogyakarta menjadi tamparan keras yang membuatnya tak bisa tinggal diam.

“Ya, minggu ini sangat berat ya untuk saya personally karena kita baru saja kemarin memperingati Hari Kartini, kemudian ada kasus anak 15 tahun yang sudah harus bekerja dan dia dapat majikan yang enggak baik,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (30/4/2026).

Faelasufa menyoroti betapa ketimpangan sosial masih menjadi momok nyata, bahkan di wilayah Kabupaten Batang. Ia merasa miris melihat remaja usia 15 tahun yang harusnya duduk di bangku sekolah, justru harus memikul beban ekonomi keluarga di pundak kecilnya.

“Meskipun akses pendidikan dasar tersedia secara gratis, desakan ekonomi seringkali memaksa anak-anak ini terjun ke dunia kerja yang penuh risiko. Sedih sih, karena ketimpangan di Indonesia, di Batang, itu juga masih tinggi sampai ada anak 15 tahun yang sebenarnya mungkin masih bisa sekolah. Tapi dia ingin membantu keluarganya, merasa sudah bisa mencari uang,” jelasnya.

Selain isu pekerja anak, sorotan tajam Faela juga tertuju pada kasus kekerasan di tempat penitipan anak (daycare) yang tengah viral. Baginya, rumah kedua bagi anak saat orang tua bekerja tersebut haruslah menjadi ruang paling aman, bukan justru menjadi tempat trauma.

Belajar dari insiden di Yogyakarta, ia mendesak Pemerintah Daerah dan dinas terkait untuk tidak "obral" izin operasional. Ia menuntut adanya sistem kurasi dan pengawasan yang jauh lebih ketat bagi pemilik jasa penitipan anak.

“Ya kita harus introspeksi dari itu. Izin-izin daycare harus benar-benar selektif dan monitoringnya harus ketat. Dinas terkait harus benar-benar mengawasi izin-izin daycare ini,” tegasnya.

Faelasufa menutup pesannya dengan sebuah penekanan bahwa pengawasan bukanlah formalitas semata, melainkan sebuah kewajiban moral. Langkah antisipasi harus dilakukan sedini mungkin sebelum nasi menjadi bubur. Pasti harus ada antisipasi.

“Pernyataan ini menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Batang. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen kolektif untuk memastikan tidak ada lagi tangis anak-anak yang terabaikan, baik di lingkungan kerja maupun di tempat pengasuhan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Batang - Pemandangan barisan truk besar yang parkir berderet di sekitar Exit Tol Kandeman masih jadi pemandangan sehari-hari. Berhentinya armada bongkar muat ini tak sekadar membikin estetika gerbang masuk Kabupaten Batang tampak semrawut, tetapi juga mengancam ketertiban jalan. Rencana Pemkab Batang menyulap kawasan tersebut menjadi kantong parkir resmi pun harus jalan di tempat lantaran terganjal lahan.
26 Ags 2026 Jumadi 10
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Batang - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang menggelar upacara peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026). Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
26 Ags 2026 Jumadi 65
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
26 Ags 2026 Jumadi 54
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Batang - Kardus bekas bertuliskan penggalangan donasi memutar pelan di tengah lingkaran ratusan anak. Jemari-jemari kecil bergantian memasukkan lembaran rupiah, bahkan ada yang merelakan celengan yang mereka rawat bertahun-tahun demi meringankan beban korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
26 Ags 2026 Jumadi 40
PMI Apresiasi Aksi Nyata SDN Kauman 7 Batang PT Yamani Asian Pacific Galang Donasi PMI Apresiasi Aksi Nyata SDN Kauman 7 Batang PT Yamani Asian Pacific Galang Donasi
PMI Apresiasi Aksi Nyata SDN Kauman 7 Batang PT Yamani Asian Pacific Galang Donasi
Batang - Aksi kepedulian untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengalir dari Kabupaten Batang. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif SDN Kauman 7 Batang dan PT Yamani Asuan Pacific yang bergerak cepat menyalurkan donasi. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik kepedulian bagi pihak sekolah lain maupun sektor swasta di Batang untuk turut mengulurkan tangan.
26 Ags 2026 Jumadi 32
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Batang - Musim kemarau di Kabupaten Batang tak hanya membawa hawa kering, tetapi juga ancaman nyata bagi para petani: pergerakan hama tikus yang mulai bergerilya di sejumlah sentra pertanian. Kendati demikian, Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan (Dispaperta) Kabupaten Batang memastikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, kondisi di lapangan masih aman dan belum ada tanaman yang sampai mengalami puso atau gagal panen.
26 Ags 2026 Jumadi 104