Tata Kelola Kearsipan Pemkab Batang 10 Besar dari Bawah se-Jateng

Batang - Dari hasil evaluasi tata kelola kearsipan Pemerintah Kabupaten Batang yang dilakukan oleh pengawas internal maupun ekternal menunjukan nilai bobot 60,09. Nilai itu, untuk tingkat pemerintah daerah masih dalam kategori baik.
Batang - Dari hasil
evaluasi tata kelola kearsipan Pemerintah Kabupaten Batang yang dilakukan oleh
pengawas internal maupun ekternal menunjukan nilai bobot 60,09. Nilai itu,
untuk tingkat pemerintah daerah masih dalam kategori baik.
Karena masih ada
kesenjangan dari hasil pengawasan internal yang dilakukan Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) nilai rata-ratanya OPD itu masih diangka 40.
Hal itu disampaikan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang Rahmat
Nurul Fadilah saat Coffe Morning Kearsipan bersama Kepala OPD di Depo Arsip
Disperpuska, Kabupaten Batang, Senin (19/12/2022).
“Kalau kami sebagai Lembaga
Kearsipan Daerah (LKD) memiliki nilai 70. Oleh karena itu, hari ini kita
membangun komitmen agar tata kelola kearsipan di Pemkab Batang semakin
meningkat,” jelasnya.
Dari hasil analisa, banyak
komponen yang digunakan sebagai indikator atau parameter yang belum berjalan
dengan baik.
“Hampir semua OPD itu
sarprasarananya kurang mendukung. Dan yang tidak kalah penting di sini adalah
komitmen dari kepala OPD. Ketika kepala OPD punya komitmen tinggi saya melihat
keterbatasan ini bisa dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya,” terangnya.
Rahmat Nurul Fadilah
juga menjelaskan, tata kelola kearsipan disarankan ada tempat untuk menyimpan
arsip (record center) di sekretariat OPD yang saat ini hampir semuanya belum
memiliki tempat arsip yang layak.
“Nah, sebelum sampai ke
record center arsip itu dikelola di tingkat sekretariat. Nah sekretariat ini
menghimpun masing-masing arsip disetiap bidang,” ungkapnya.
Lalu, lanjut dia,
ketika arsip di masing-masing bidang OPD tidak aktif lagi masuk kategorinya
inaktif, maka ditaruh di sekretariat sebagai record center.
Ia menyebutkan bahwa
digitalisasi pengelolaan kearsipan Disperpuska sudah menggunakan aplikasi.
“Digitalisasi
penggunaan aplikasi untuk mengelola arsip itu sudah. Tapi digitalisasi arsip di
setiap OPD itu belum. Jadi arsip yang saat ini ada masih fisik,” tandasnya.
Sementara itu, Penjabat
(Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, nilai tata kelola arsip yang
memiliki bobot 60,09, menjadikan Pemkab Batang menduduki peringkat 10 besar
dari bawah se-Jawa Tengah.
“Target kita tahun
depan masuk 10 besar atas. Oleh karena itu, harus ada evaluasi tata kelola
arsip setiap tiga bulan untuk bisa mencapai target itu,” tegasnya.
Lani juga menyampaikan,
harus ada komitmen dari kepala OPD agar target ke depan bisa terwujud.
“Jadi semua kepala OPD
harus berkomitmen dulu. Dan SDM dinas pengampu kearsipan yaitu Disperpuska
untuk mendampingi, melatih serta menyiapkan semua tenaga kearsipan di masing-masing
OPD,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)