4 Badut Bersanggul Meriahkan Hari Santri Nasional

Minggu, 23 Oktober 2022 Jumadi Dibaca 1.240 kali Kegiatan Keagamaan
4 Badut Bersanggul Meriahkan Hari Santri Nasional
Batang Seluruh masyarakat dari berbagai kalangan ikut merayakan, Hari Santri Nasional (HSN). Tak terkecuali Kampung Hijrah, Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Omah Tani yang merayakannya, ala kaum buruh dan petani.

Batang Seluruh masyarakat dari berbagai kalangan ikut merayakan, Hari Santri Nasional (HSN). Tak terkecuali Kampung Hijrah, Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Omah Tani yang merayakannya, ala kaum buruh dan petani.

Puluhan petani dan buruh bersama 4 badut bersanggul menggelar kirab pawai obor dimulai dari halaman SDN Kambangan 1 Kambangan hingga finis di Dusun Cepoko, Desa Tumbrep Bandar.

Panitia Peringatan Hari Santri, Kampung Hijrah, Gotama Bramanti mengatakan, para petani dan kaum buruh merayakan HSN, agar tercipta persatuan.

“Mereka supaya bisa mengambil energi positif, memiliki semangat kebersamaan untuk bangkit lebih cepat,” katanya, saat ditemui usai merayakan HSN, di Dusun Cepoko, Desa Tumbrep Bandar, Sabtu (22/10/2022).

Ia menerangkan, pawai obor diikuti puluhan warga yang berjalan kaki hingga 2 kilometer, untuk menunjukkan semangat kaum tani yang mau bangkit yang diibaratkan api yang terus menyala.

Menariknya, kirab itu juga dikawal oleh 4 badut yang diperankan kaum ibu.

“Maksudnya badut itu merupakan simbol ketika kita menghadapi permasalahan, serius tapi santai,” jelasnya.

Ia menambahkan perayaan ini juga ditutup dengan doa bersama dan simthud duror.

Salah satu pemeran badut bersanggul, Sulis mengutarakan, berperan sebagai badut merupakan cara berekspresi di tengah kesibukannya sebagai penjual kue tradisional.

“Ya pokoknya kalau sudah pakai tata rias seperti badut ditambah sanggul, itu sudah berubah bukan diri kita. Itu cara kami melepas kepenatan setelah jualan seharian, dengan berusaha menghibur orang juga,” terangnya.

Menurutnya, dengan kirab bersama warga itu cara kaum buruh dan petani memaknai HSN.

“Suasana perayaannya lebih merakyat dengan hiburan sederhana, tapi tetap ada sisi religiusnya,” ungkapnya.

Sekretaris 1 MUI Batang, KH. Hijroh Saputro sangat mengapresiasi perayaan HSN yang digelar Omah Tani, SPN dan Kampung Hijrah bersama warga Bandar dan sekitarnya.

“Saking senangnya saya lebih memilih merayakan HSN bersama mereka. Padahal di tempat saya juga menggelar perayaan yang sama,” tuturnya.

Kehadirannya hanya untuk memberikan semangat kepada masyarakat karena rela berjalan kaki di tengah guyuran hujan, demi merayakan HSN.

“Mereka antusias merayakan HSN sesuai keinginan mereka. Cukup berjalan kaki sambil berselawat bersama 4 kaum ibu yang berdandan seperti badut, itulah cara mereka mengungkapkan kebahagiaan dalam merayakan HSN,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi meskipun mereka mengaji di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) atau mengaji Alquran di Musala ba’da magrib, juga layak disebut santri.

“Santri itu tidak hanya yang bagi mereka yang menuntut ilmu di pondok pesantren, tapi sama halnya bagi masyarakat umum yang bersemangat membaca Alquran tiap malam dibimbing ustaz atau kiai,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 72
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 36
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 41