Batang - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Batang tetap berjalan lancar, meski sempat terdampak pemadaman listrik, Selasa 23 Juni 2026, selama satu jam. Hal ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, untuk memastikan keamanan data calon siswa, saat terjadi pemadaman listrik, sawaktu-waktu.
Batang - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Batang tetap berjalan lancar, meski sempat terdampak pemadaman listrik, Selasa 23 Juni 2026, selama satu jam. Hal ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, untuk memastikan keamanan data calon siswa, saat terjadi pemadaman listrik, sawaktu-waktu.
Meski sempat terjadi pemadaman listrik, beberapa jam, namun tidak menggangu proses SPMB, karena pihak vendor telah melakukan persiapan lebih matang. Sehingga, panitia tetap dapat merekap data para calon siswa dengan baik.
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo memastikan, proses SPMB berjalan lancar, walaupun sempat terdampak pemadaman listrik, selama beberapa jam. Ia menekankan, agar data para calon peserta didik tersimpan, meskipun tejadi pemadaman listrik.
“Yang terpenting data anak tidak hilang, alhamdulillah setelah saya tanyakan panitia, data tetap aman. Demikian pula vendor aplikasi sudah dipastikan tetap bisa menyimpan, walaupun ada sedikit gangguan pada sistem,” katanya, saat memantau SPMB, di SMP Negeri 1 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (24/6/2026).
Bambang memastikan proses SPMB yang dimulai sejak 22 - 24 Juni 2026, berjalan lancar karena dinas maupun panitia telah menyiapkan posko untuk membantu. Panitia pendaftaran mengakui, sempat terjadi sedikit kerepotan karena terjadi pemadaman listrik saat SPMB berlangsung.
Kepala SMPN 1 Batang Mochamad Darsono membenarkan, hal tersebut karena di hari kedua SPMB, siswa maupun orang tua masih melakukan pendaftaran secara online. Semua prosesnya lancar, hanya kemarin listrik mati, jadi kami sempat agak bingung. Apalagi calon siswa masih berpacu dengan peringkat, jadi anak merasakan sedikit kecemasan.
“Peserta didik seluruhnya memanfaatkan formasi pendaftaran mulai dari afirmasi, prestasi, mutasi dan domisili. Yang belum terpenuhi jalur mutasi, karena banyak yang memanfaatkan jalur prestasi,” jelasnya.
Salah satu orang tua calon siswa, Nita mengaku sempat terkendala saat terjadi pemadaman listrik, namun karena sistem yang lebih praktis, tidak terlalu merepotkan.
“Kemarin waktu mati lampu, ya cemas tapi karena sistemnya online, tidak perlu mengunggah banyak data, sekarang tinggal memantau saja,” ungkapnya.
Walaupun sudah melakukan pendaftaran, diakuinya sempat merasa cemas, terkait kepastian keponakannya diterima sebagai siswa atau tidak.
“Ini pilihan pertama, tapi karena sudah pengalaman enam kali daftarkan anak, ya Insyaallah diberikan yang terbaik,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)