BPJPH Gelar Sosialisasi WHO, Edukasikan Kewajiban Sertifikasi Halal secara Nasional

Rabu, 24 Juni 2026 Jumadi Dibaca 284 kali IKM UKM UMKM
BPJPH Gelar Sosialisasi WHO, Edukasikan Kewajiban Sertifikasi Halal secara Nasional
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Sosialisasi Wajib Halal Oktober (WHO) di Hotel Sendang Sari Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Sosialisasi pembentukan ekosistem halal adalah upaya pemerintah daerah dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menciptakan rantai pasok halal terintegrasi. Hal ini mencakup sertifikasi UMKM, wisata ramah muslim, hingga kantinrumah potong hewan halal guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Batang - Sosialisasi pembentukan ekosistem halal adalah upaya pemerintah daerah dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menciptakan rantai pasok halal terintegrasi. Hal ini mencakup sertifikasi UMKM, wisata ramah muslim, hingga kantin/rumah potong hewan halal guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga UMKM, BPJPH menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk mempercepat sertifikasi halal produk yang beredar di Indonesia.

“Pembentukan ekosistem halal itu tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus bersinergi dan terintegrasi. Semua elemen dari awal, dari hulu hingga hilir, harus bisa bersinergi sehingga output terakhirnya adalah sertifikat halal,” kata Kepala BPJPH Jawa Tengah Ika Efrilia saat Sosialisasi Pembentukan Ekosistem Halal di Hotel Sendang Sari Batang, Kabupaten Batang, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, sertifikat halal tidak hanya berkaitan dengan produk makanan dan minuman, tetapi juga mencakup obat-obatan, kosmetik, hingga berbagai barang gunaan. Hal itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dan Pasal 4 UU tersebut menyebutkan bahwa seluruh produk yang beredar, diperjualbelikan, dan berada di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

“Maka, Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun fondasi ekosistem halal melalui dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sejumlah OPD yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan proses sertifikasi halal antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dinas yang membidangi UMKM, perindustrian, hingga pertanian dan peternakan,” jelasnya.

Ika juga menyebutkan bahwa, untuk mendapatkan sertifikat halal, pelaku usaha harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, kami membutuhkan data pelaku usaha yang ada di wilayah agar bisa dilakukan pendampingan oleh pendamping halal.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Jaminan Produk Halal (PPSDM JPH) RI Indrayani, menyebut program Wajib Halal Oktober 2026 menjadi prioritas nasional BPJPH sesuai arahan Kepala BPJPH.

“Kami mencoba men-support seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk sama-sama mewujudkan program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026. Ini bukan sekadar kewajiban, tetapi gerakan bersama seluruh stakeholder agar seluruh produk yang menjadi target dapat tersertifikasi halal,” ungkapnya.

Indrayani juga mengungkapkan, bahwa capaian sertifikasi halal di Kabupaten Batang masih berada di bawah sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Satu diantara penyebabnya adalah belum tersedianya lembaga pendukung percepatan sertifikasi halal di daerah.

“Di Kabupaten Batang belum ada LP3H maupun LPH yang mendukung proses percepatan sertifikasi halal. Karena itu kami mencoba menggugah semua pihak untuk bersama-sama mempercepat pembentukannya,” tuturnya.

Ia menilai keberadaan sertifikat halal tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga meningkatkan daya saing produk. Sertifikasi halal dinilai mampu memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen, bahkan hingga pasar Internasional. Ada produk yang sebelumnya sulit berkembang, tetapi setelah memiliki sertifikat halal justru bisa menembus pasar luar negeri karena tingkat kepercayaan konsumen meningkat.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono, menyambut baik upaya pembangunan ekosistem halal tersebut. Sertifikasi halal penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terhadap produk yang digunakan maupun dikonsumsi.

“Saya ingin ada tim khusus di Batang yang melakukan sosialisasi sampai ke tingkat masyarakat agar sadar halal, baik terhadap barang yang dipakai maupun makanan yang dikonsumsi,” tegasnya.

Suyono juga menekankan, pentingnya pelabelan yang jelas terhadap produk maupun tempat usaha sehingga masyarakat tidak mengalami kebingungan terkait status kehalalan suatu produk.

“Keberadaan sertifikat halal dapat menjadi bagian dari penguatan branding dan integritas produk, terutama di tengah berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya arus produk yang masuk ke Kabupaten Batang,” ujar dia.

Ia berharap, untuk pelaku UMKM proses sertifikasi halal dapat dipermudah dan diperluas jangkauannya. Namun demikian, ia menegaskan pemberian sertifikat halal harus dilakukan secara benar dan tidak asal-asalan.

“Kalau untuk UMKM, menurut saya bisa digratiskan. Tetapi jangan asal memberikan label. Harus tetap dengan integritas,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita Lainnya

Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
23 Okt 2026 Jumadi 116
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 129
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 114
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 114
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 81
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 95