Pembawa Baki, Posisi Penuh Tantangan yang Diidamkan Paskibraka

Rabu, 17 Agustus 2022 Jumadi Dibaca 6.073 kali Pemuda dan Olahraga
Pembawa Baki, Posisi Penuh Tantangan yang Diidamkan Paskibraka
Batang Menjadi petugas pembawa baki merupakan posisi yang diidam-idamkan oleh seluruh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), meskipun penuh tantangan. Selain itu perlu persiapan matang bahkan latihan fisik yang menguras keringat.

Batang Menjadi petugas pembawa baki merupakan posisi yang diidam-idamkan oleh seluruh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), meskipun penuh tantangan. Selain itu perlu persiapan matang bahkan latihan fisik yang menguras keringat.

Dari 75 Paskibraka, terpilih dua siswi terbaik yang diamanati membawa Sang Saka Merah Putih.

Mereka adalah Nayla Dhini Ramadhani 16 tahun siswi SMAN 1 Subah yang membawakan bendera Duplikat Sang Saka Merah Putih dan Haliya Zahira Fuadia 16 tahun siswi SMA Pondok Modern Selamat 2 Subah yang membawa bendera Pusaka Merah Putih sebagai pendamping.

Nayla Dhini Ramadhani mengungkapkan kebanggaannya karena beruntung mendapat kesempatan sebagai pembawa baki Sang Saka Merah Putih.

“Senang bisa jadi pembawa baki karena menanggung tanggung jawab yang luar biasa besarnya. Kalau benderanya sampai salah itu tanggung jawab pembawa baki dan posisi ini sangat diidamkan semua Paskibraka, makanya saya bangga sekali,” katanya, usai menjalankan tugasnya, saat ditemui di Hotel Dewi Ratih, Kabupaten Batang, Rabu (17/8/2022).

Ia menceritakan bahwa menjadi Paskibraka sudah diimpikannya sejak dahulu karena tertarik di bidang baris berbaris.

Remaja yang hobi bernyanyi dan mendengarkan lagu pop ini mengaku selama dua pekan terus berlatih keras untuk lolos sebagai pembawa baki.

“Latihan fisik seperti push up, sit up, lari untuk pemanasan. Tapi ada latihan khusus yang wajib rutin dilakukan adalah push up sebanyak 50 kali sehari, agar tangan kuat ketika menyangga baki,” jelasnya.

Untuk menjaga stamina ia rutin mengonsumsi vitamin, makan teratur dan minum jamu kunyit asam.

Tak hanya bakat di bidang tarik suara, potensi lain juga ditunjukkan di bidang akademis.

“Beberapa bulan lalu mengikuti Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten Batang,” ungkapnya.

Sementara Haliya Zahira Fuadia mengutarakan, membutuhkan keberanian dan mental yang kuat karena tidak semua anggota Paskibraka terpilih menjadi pembawa baki.

“Awalnya memang ragu, mampu membawa baki yang cukup berat. Akhirnya setelah latihan terus, alhamdulillah bisa,” tuturnya.

Seleksi dilakukan kepada anggota Paskibraka yang dirasa cakap. Namun setelah diseleksi, ternyata hanya Haliya dan Nayla yang lolos sebagai petugas pembawa baki.

Di bidang akademis pun ia tak kalah berpotensinya dengan rekannya sesama pembawa baki, Nayla.

“Sejak kelas X, masuk peringkat 3 besar. Dan selalu mengikuti Olimpiade Sejarah Indonesia, alhamdulillah mendapat medali perunggu,” terangnya.

Ia berkeinginan menjadi Paskibraka telah diidamkannya sejak kecil. Untuk menjaga stamina dengan rutin mengonsumsi vitamin, buah dan menghindari makanan pedas.

“Sejak di pondok saya terus berlatih untuk membanggakan kedua orang tua, dengan berhasil menjadi Paskibraka,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Disparpora Batang Yarsono mengatakan, latihan fisik telah dilakukan selama 14 hari serta diimbangi dengan doa bersama sebelum pelaksanaan.

“Alhamdulillah adik-adik anggota Paskibraka yang terpilih dari jenjang SMA/SMK/MA berhasil menjalankan tugas dengan baik dan lancar,” sanjungnya.

Ia menerangkan, seluruh anggota Paskibraka yang direkrut sejumlah 76 anak.

“Satu di antaranya lolos menjadi anggota Paskibraka di tingkat Provinsi Jawa Tengah bernama Efi Listiyana siswi SMKN 1 Batang,” ungkapnya.

Bentuk dukungan kepada adik-adik Paskibraka akan diberikan beasiswa pendidikan dari Disdikbud.

“Selama menjalani pelatihan mereka dididik secara fisik maupun mental, dan di masa depan akan memiliki karakter yang baik,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 37
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 98
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 101
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 54
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 20
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 18