Bupati Batang Pastikan Mekanisme Seragam Gratis SD-SMP Tepat Sasaran

Jumat, 26 Juni 2026 Jumadi Dibaca 13 kali Acara Pimpinan Daerah
Bupati Batang Pastikan Mekanisme Seragam Gratis SD-SMP Tepat Sasaran
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat meluncurkan 11 inovasi pelayanan publik di Kantor Pengadilan Agama Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan mekanisme penyaluran program seragam gratis bagi siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP tahun ajaran 20262027 dilakukan melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Skema tersebut dipilih agar penyaluran bantuan sesuai dengan regulasi yang berlaku sekaligus memastikan seragam diterima siswa tepat waktu. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Kantor Pengadilan Agama Batang, Kabupaten Batang, Jumat (2662026).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan mekanisme penyaluran program seragam gratis bagi siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP tahun ajaran 2026/2027 dilakukan melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Skema tersebut dipilih agar penyaluran bantuan sesuai dengan regulasi yang berlaku sekaligus memastikan seragam diterima siswa tepat waktu. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Kantor Pengadilan Agama Batang, Kabupaten Batang, Jumat (26/6/2026).

Faiz menjelaskan, dana pengadaan seragam untuk sekolah negeri tidak dikelola langsung oleh pemerintah daerah maupun Dinas Pendidikan. Anggaran akan ditransfer langsung ke masing-masing sekolah melalui mekanisme BOSDA, kemudian sekolah melaksanakan proses pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau untuk SD negeri dan SMP negeri menggunakan skema Bosda. Jadi langsung ditransfer ke sekolah-sekolah. Sebenarnya saya maunya langsung diberikan kepada murid dalam bentuk uang, tetapi ternyata tidak memungkinkan secara regulasi, sehingga kita memakai mekanisme BOSDA,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap proses pengadaan menjadi lebih efektif karena dilakukan langsung oleh satuan pendidikan yang memahami kebutuhan peserta didiknya. Selain menjelaskan mekanisme penyaluran, Faiz juga menanggapi aspirasi dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pengrajin batik, yang berharap dapat dilibatkan dalam program pengadaan seragam gratis.

Menurutnya, seragam yang diberikan pemerintah bukanlah seragam batik, melainkan seragam nasional berupa putih-merah untuk jenjang SD dan putih-hijau untuk jenjang SMP.

“Seragam yang kita berikan itu putih-merah dan putih-hijau, bukan batik. Untuk batik biasanya dibeli sendiri oleh orang tua, jadi memang tidak kita kelola dalam program ini. Meski demikian, Pemkab Batang tetap berupaya agar program tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya dengan mendorong sekolah melibatkan penjahit lokal dalam proses pembuatan seragam,” jelasnya.

Faiz juga menyebutkan, dalam surat edaran yang diterbitkan pemerintah daerah telah diatur bahwa seluruh siswa baru wajib menjalani pengukuran badan terlebih dahulu sebelum seragam diproduksi. Kebijakan itu dilakukan agar ukuran seragam benar-benar sesuai dengan kondisi masing-masing siswa dan tidak menggunakan ukuran standar seperti M, L, atau XL yang sering kali tidak pas digunakan anak-anak.

“Saya berharap sekolah melibatkan penjahit-penjahit di sekitar. Makanya saya tetapkan dalam surat edaran bahwa anak-anak harus diukur, tidak boleh menggunakan ukuran standar. Saya ingin seragamnya benar-benar pas dipakai oleh setiap anak,” harapnya.

Dengan sistem tersebut, menurut Faiz, peluang kerja bagi penjahit lokal akan semakin terbuka karena proses produksi dilakukan berdasarkan ukuran masing-masing siswa. Namun demikian, pemerintah tetap menetapkan standar kualitas bahan agar seragam yang diterima siswa nyaman digunakan dan memiliki daya tahan yang baik.

Ia juga menyampaikan bahwa, bahan seragam atasan harus menggunakan kain katun sesuai standar yang telah ditetapkan, sedangkan seluruh proses produksi juga harus memperhatikan kualitas jahitan serta ketepatan waktu distribusi.

“Yang kami jaga adalah kualitas produknya. Makanya ada persyaratan bahan yang harus dipenuhi. Selain itu, seragam juga harus segera didistribusikan sehingga pada minggu pertama masuk sekolah anak-anak sudah bisa mengenakannya,” tegasnya.

Faiz menegaskan bahwa, tujuan utama program seragam gratis bukan semata-mata menciptakan efek ekonomi, melainkan memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak yang sama untuk bersekolah tanpa terbebani biaya awal tahun ajaran. Menurutnya, keterlibatan UMKM dan penjahit lokal merupakan nilai tambah dari program tersebut, namun prioritas utama pemerintah tetap tertuju pada kepentingan siswa.

“Pertimbangan utama pemerintah daerah adalah anak-anak mendapatkan seragam yang bagus, berkualitas, sesuai ukuran tubuh mereka, dan diterima tepat waktu. Adapun multiplier effect terhadap UMKM merupakan manfaat tambahan dari program ini,” ungkapnya.

Program pemberian satu setel seragam gratis tersebut sebelumnya telah diumumkan Pemkab Batang untuk seluruh siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta, termasuk madrasah. Kebijakan itu diharapkan mampu meringankan beban orang tua saat memasuki tahun ajaran baru sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Batang.

“Melalui mekanisme BOSDA dan pelibatan sekolah sebagai pelaksana pengadaan, Pemkab Batang optimistis penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih tertib, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga seluruh siswa baru dapat memulai kegiatan belajar mengajar dengan seragam yang layak sejak awal masuk sekolah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Pengadilan Agama Batang Luncurkan 11 Inovasi Layanan, Perkuat Integritas dan Pelayanan Ramah Masyarakat Pengadilan Agama Batang Luncurkan 11 Inovasi Layanan, Perkuat Integritas dan Pelayanan Ramah Masyarakat
Pengadilan Agama Batang Luncurkan 11 Inovasi Layanan, Perkuat Integritas dan Pelayanan Ramah Masyarakat
Batang - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Batang meluncurkan 11 inovasi pelayanan publik bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-58 Pengadilan Agama Batang. Berbagai inovasi tersebut dihadirkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat integritas lembaga, serta menghadirkan lingkungan peradilan yang semakin ramah bagi masyarakat.
26 Jun 2026 Jumadi 10
Soroti Tren Bullying dan Depresi Remaja, Dinkes Batang Masukkan Edukasi Jiwa di Materi MPLS SMP dan SMA Soroti Tren Bullying dan Depresi Remaja, Dinkes Batang Masukkan Edukasi Jiwa di Materi MPLS SMP dan SMA
Soroti Tren Bullying dan Depresi Remaja, Dinkes Batang Masukkan Edukasi Jiwa di Materi MPLS SMP dan SMA
Batang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang memastikan kesiapan jajaran puskesmas di wilayahnya untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMP dan SMASMK.
26 Jun 2026 Jumadi 11
DP3AP2KB Batang Dorong Kehadiran Emosional Lewat Gerakan Mengantar Sekolah DP3AP2KB Batang Dorong Kehadiran Emosional Lewat Gerakan Mengantar Sekolah
DP3AP2KB Batang Dorong Kehadiran Emosional Lewat Gerakan Mengantar Sekolah
Batang Peran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak sering kali disalahpahami hanya sebatas pemenuh kebutuhan materi atau pencari nafkah. Padahal, kehadiran fisik dan emosional figur ayah sangat krusial dalam mengisi ruang kosong psikologis anak, terutama pada momen-momen penting seperti hari pertama masuk sekolah.
26 Jun 2026 Jumadi 8
Bupati Batang Apresiasi Pengabdian 330 Anggota KORPRI Purna Tugas Bupati Batang Apresiasi Pengabdian 330 Anggota KORPRI Purna Tugas
Bupati Batang Apresiasi Pengabdian 330 Anggota KORPRI Purna Tugas
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan apresiasi kepada ratusan anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan tali asih kepada anggota KORPRI yang memasuki masa purna tugas.
26 Jun 2026 Jumadi 12
Kabupaten Batang Jadi Tuan Rumah Kejurprov Panjat Tebing Jateng 2026 Kabupaten Batang Jadi Tuan Rumah Kejurprov Panjat Tebing Jateng 2026
Kabupaten Batang Jadi Tuan Rumah Kejurprov Panjat Tebing Jateng 2026
Batang - Kabupaten Batang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Batang menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Jawa Tengah 2026 di Hutan Kota Rajawali (HKR) Batang, Kabupaten Batang, Kamis (2562026). Kejuaraan ini berlangsung mulai 25 hingga 28 Juni 2026.
25 Jun 2026 Jumadi 104
Wabup Batang Dorong Pembangunan Dinding Boulder Standar Nasional untuk Tingkatkan Prestasi Atlet Panjat Tebing Wabup Batang Dorong Pembangunan Dinding Boulder Standar Nasional untuk Tingkatkan Prestasi Atlet Panjat Tebing
Wabup Batang Dorong Pembangunan Dinding Boulder Standar Nasional untuk Tingkatkan Prestasi Atlet Panjat Tebing
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang membuka peluang pembangunan fasilitas dinding panjat kategori boulder berstandar nasional guna mendukung pembinaan atlet panjat tebing dan peningkatan prestasi olahraga daerah. Usulan tersebut mengemuka saat pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sirkuit Panjat Tebing Jawa Tengah di Hutan Kota Rajawali (HKR) Batang, Kabupaten Batang, Kamis (2562026).
25 Jun 2026 Jumadi 63