Bupati Batang Pastikan Mekanisme Seragam Gratis SD-SMP Tepat Sasaran

Jumat, 26 Juni 2026 Jumadi Dibaca 414 kali Acara Pimpinan Daerah
Bupati Batang Pastikan Mekanisme Seragam Gratis SD-SMP Tepat Sasaran
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat meluncurkan 11 inovasi pelayanan publik di Kantor Pengadilan Agama Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan mekanisme penyaluran program seragam gratis bagi siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP tahun ajaran 20262027 dilakukan melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Skema tersebut dipilih agar penyaluran bantuan sesuai dengan regulasi yang berlaku sekaligus memastikan seragam diterima siswa tepat waktu. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Kantor Pengadilan Agama Batang, Kabupaten Batang, Jumat (2662026).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan mekanisme penyaluran program seragam gratis bagi siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP tahun ajaran 2026/2027 dilakukan melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Skema tersebut dipilih agar penyaluran bantuan sesuai dengan regulasi yang berlaku sekaligus memastikan seragam diterima siswa tepat waktu. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Kantor Pengadilan Agama Batang, Kabupaten Batang, Jumat (26/6/2026).

Faiz menjelaskan, dana pengadaan seragam untuk sekolah negeri tidak dikelola langsung oleh pemerintah daerah maupun Dinas Pendidikan. Anggaran akan ditransfer langsung ke masing-masing sekolah melalui mekanisme BOSDA, kemudian sekolah melaksanakan proses pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau untuk SD negeri dan SMP negeri menggunakan skema Bosda. Jadi langsung ditransfer ke sekolah-sekolah. Sebenarnya saya maunya langsung diberikan kepada murid dalam bentuk uang, tetapi ternyata tidak memungkinkan secara regulasi, sehingga kita memakai mekanisme BOSDA,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap proses pengadaan menjadi lebih efektif karena dilakukan langsung oleh satuan pendidikan yang memahami kebutuhan peserta didiknya. Selain menjelaskan mekanisme penyaluran, Faiz juga menanggapi aspirasi dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pengrajin batik, yang berharap dapat dilibatkan dalam program pengadaan seragam gratis.

Menurutnya, seragam yang diberikan pemerintah bukanlah seragam batik, melainkan seragam nasional berupa putih-merah untuk jenjang SD dan putih-hijau untuk jenjang SMP.

“Seragam yang kita berikan itu putih-merah dan putih-hijau, bukan batik. Untuk batik biasanya dibeli sendiri oleh orang tua, jadi memang tidak kita kelola dalam program ini. Meski demikian, Pemkab Batang tetap berupaya agar program tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya dengan mendorong sekolah melibatkan penjahit lokal dalam proses pembuatan seragam,” jelasnya.

Faiz juga menyebutkan, dalam surat edaran yang diterbitkan pemerintah daerah telah diatur bahwa seluruh siswa baru wajib menjalani pengukuran badan terlebih dahulu sebelum seragam diproduksi. Kebijakan itu dilakukan agar ukuran seragam benar-benar sesuai dengan kondisi masing-masing siswa dan tidak menggunakan ukuran standar seperti M, L, atau XL yang sering kali tidak pas digunakan anak-anak.

“Saya berharap sekolah melibatkan penjahit-penjahit di sekitar. Makanya saya tetapkan dalam surat edaran bahwa anak-anak harus diukur, tidak boleh menggunakan ukuran standar. Saya ingin seragamnya benar-benar pas dipakai oleh setiap anak,” harapnya.

Dengan sistem tersebut, menurut Faiz, peluang kerja bagi penjahit lokal akan semakin terbuka karena proses produksi dilakukan berdasarkan ukuran masing-masing siswa. Namun demikian, pemerintah tetap menetapkan standar kualitas bahan agar seragam yang diterima siswa nyaman digunakan dan memiliki daya tahan yang baik.

Ia juga menyampaikan bahwa, bahan seragam atasan harus menggunakan kain katun sesuai standar yang telah ditetapkan, sedangkan seluruh proses produksi juga harus memperhatikan kualitas jahitan serta ketepatan waktu distribusi.

“Yang kami jaga adalah kualitas produknya. Makanya ada persyaratan bahan yang harus dipenuhi. Selain itu, seragam juga harus segera didistribusikan sehingga pada minggu pertama masuk sekolah anak-anak sudah bisa mengenakannya,” tegasnya.

Faiz menegaskan bahwa, tujuan utama program seragam gratis bukan semata-mata menciptakan efek ekonomi, melainkan memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak yang sama untuk bersekolah tanpa terbebani biaya awal tahun ajaran. Menurutnya, keterlibatan UMKM dan penjahit lokal merupakan nilai tambah dari program tersebut, namun prioritas utama pemerintah tetap tertuju pada kepentingan siswa.

“Pertimbangan utama pemerintah daerah adalah anak-anak mendapatkan seragam yang bagus, berkualitas, sesuai ukuran tubuh mereka, dan diterima tepat waktu. Adapun multiplier effect terhadap UMKM merupakan manfaat tambahan dari program ini,” ungkapnya.

Program pemberian satu setel seragam gratis tersebut sebelumnya telah diumumkan Pemkab Batang untuk seluruh siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta, termasuk madrasah. Kebijakan itu diharapkan mampu meringankan beban orang tua saat memasuki tahun ajaran baru sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Batang.

“Melalui mekanisme BOSDA dan pelibatan sekolah sebagai pelaksana pengadaan, Pemkab Batang optimistis penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih tertib, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga seluruh siswa baru dapat memulai kegiatan belajar mengajar dengan seragam yang layak sejak awal masuk sekolah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 40
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 91
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 146
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 70
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 115
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 103