Batang - Kabupaten Batang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan Jawa Tengah (Jawara Jateng) 2026 yang digelar di Kawasan Agro Wisata Pagilaran, Kabupaten Batang, Sabtu (2762026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu ini menjadi ajang memperkuat karakter, literasi, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan warga pendidikan kesetaraan dari seluruh Jawa Tengah.
Batang - Kabupaten Batang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan Jawa Tengah (Jawara Jateng) 2026 yang digelar di Kawasan Agro Wisata Pagilaran, Kabupaten Batang, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu ini menjadi ajang memperkuat karakter, literasi, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan warga pendidikan kesetaraan dari seluruh Jawa Tengah.
Kegiatan hasil kolaborasi Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang bersama Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (DPD FKPKBM) tersebut mengusung tema "Pendidikan Kesetaraan Berkarya Tanpa Batas Menuju Indonesia Emas" dengan moto "Berkarya Membangun Jawa Tengah Sejahtera" serta slogan "Sejuta Cinta Pendidikan Kesetaraan Membangun Bangsa."
Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, pendidikan kesetaraan memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh, kreatif, dan siap menjadi pemimpin di masa depan. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar sekaligus mengembangkan karakter melalui berbagai aktivitas kepramukaan dan perlombaan yang telah disiapkan panitia.
“Adik-adik Pramuka semua harus menjadi jiwa petarung. Harus menjadi anak-anak yang cerdas, tangguh, dan kreatif. Jemput kecerdasan, hadapi tantangan dengan ketangguhan. Dengan cerdas dan tangguh, kalian akan memiliki kreativitas yang tetap menjunjung tinggi integritas. Generasi muda merupakan aset terbesar bangsa yang harus terus dibina agar mampu menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Ia menilai keberhasilan suatu daerah maupun negara sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, terutama para pemuda yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan karakter kuat. Saya sering menyampaikan bahwa aset terbesar bangsa ini adalah bakat dan kemampuan para pemudanya. Kalau pemudanya berbakat dan dibina secara profesional, maka akan menjadi bangsa yang hebat. Kalau anak-anak mudanya memiliki pengetahuan yang hebat, negeri ini pun akan menjadi negeri yang hebat.
Suyono juga mendorong para peserta untuk terus menuntut ilmu sebagai bekal meraih cita-cita serta meningkatkan derajat diri, keluarga, dan masyarakat. Carilah cahaya ilmu agar bisa menerangi jalan kalian menuju masa depan. Dengan ilmu pengetahuan, kalian akan menjadi pemimpin-pemimpin yang membawa perubahan bagi bangsa dan negara.
Pemkab Batang berharap kepercayaan sebagai tuan rumah Jawara Jateng 2026 dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, Gerakan Pramuka, serta lembaga pendidikan nonformal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas jejaring antardaerah, serta menumbuhkan semangat berkarya tanpa batas menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Jawara Jateng 2026 diikuti peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Tercatat sebanyak 280 peserta mengikuti kegiatan tersebut, didampingi 70 pendamping, 35 pimpinan kontingen, serta 35 Ketua DPD FKPKBM dari seluruh Jawa Tengah. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh 67 panitia gabungan dari Kabupaten Batang dan DPW FKPKBM Jawa Tengah serta 45 personel tim khusus yang membantu kelancaran seluruh rangkaian acara.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kompetisi maupun kegiatan apresiasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi, kreativitas, kepemimpinan, dan kerja sama. Kategori lomba meliputi lomba yel-yel, Star Kaya dan fashion show, nyanyian bersambung, orasi kebangsaan, lomba TikTok, tutor berprestasi, hingga Senam Anak Indonesia Hebat.
“Penyelenggaraan Jawara Jateng 2026 bertujuan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan SWT, memperkuat budaya literasi yang berlandaskan hukum dan etika, meningkatkan rasa percaya diri, membangun jiwa kepemimpinan, serta mempererat persaudaraan antarwarga pendidikan kesetaraan di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta juga didorong memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)