Disdikbud Batang Instruksikan Sekolah Libatkan Penjahit Lokal dalam Program Seragam Gratis

Sabtu, 27 Juni 2026 Jumadi Dibaca 220 kali IKM UKM UMKM
Disdikbud Batang Instruksikan Sekolah Libatkan Penjahit Lokal dalam Program Seragam Gratis
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, akan Instruksikan Sekolah Libatkan Penjahit Lokal dalam Program Seragam Gratis.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP sebagai pedoman pelaksanaan program seragam gratis bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 20262027.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP sebagai pedoman pelaksanaan program seragam gratis bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Program yang merupakan gagasan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tersebut dilaksanakan dengan mekanisme yang sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing sekolah. Dalam pelaksanaannya, sekolah diwajibkan memprioritaskan penjahit lokal di sekitar lingkungan sekolah sebagai mitra penyedia seragam.

Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, surat edaran tersebut diterbitkan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai arahan pimpinan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Sudah kami keluarkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP. Intinya, pelaksanaan pengadaan seragam dilakukan oleh sekolah dengan mengutamakan penjahit yang berada di sekitar sekolah masing-masing,” katanya saat ditemui di Kantor Disdikbud Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (27/6/2026).

Dijelaskannya, apabila di sekitar sekolah tidak terdapat penjahit yang mampu memenuhi kebutuhan atau kapasitas produksi, sekolah diperbolehkan mencari penjahit dari wilayah lain. Namun, prioritas utama tetap diberikan kepada pelaku usaha lokal. Menurut Bambang, Disdikbud juga telah menetapkan besaran alokasi anggaran seragam yang diterima sekolah setelah memperhitungkan kewajiban perpajakan.

“Untuk jenjang SD dialokasikan sebesar Rp125 ribu per siswa, sedangkan jenjang SMP sebesar Rp150 ribu per siswa. Total anggaran yang disiapkan pemerintah daerah mencapai sekitar Rp3,7 miliar dengan sasaran sekitar 10.000 peserta didik baru. Seluruh mekanisme sudah kami sampaikan kepada sekolah agar dilaksanakan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Selain pemberdayaan penjahit lokal, Disdikbud juga mengatur proses pengukuran seragam agar dilakukan secara langsung kepada setiap siswa saat daftar ulang atau registrasi. Pengukuran wajib melibatkan penjahit yang ditunjuk sekolah sehingga ukuran seragam benar-benar sesuai dengan kondisi masing-masing siswa. Seluruh proses tersebut juga harus didokumentasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program.

Bambang juga menegaskan, isu yang berkembang mengenai adanya monopoli vendor tidak benar. Menurutnya, dinas tidak pernah menunjuk satu penyedia tertentu maupun melakukan pengondisian dalam pengadaan seragam. Kewenangan sepenuhnya berada di masing-masing sekolah yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Batang dengan tetap berpedoman pada surat edaran yang telah diterbitkan.

“Tidak ada monopoli vendor dari dinas. Arahan pimpinan sangat jelas, sekolah memberdayakan penjahit lokal di sekitar wilayahnya. Kalau memang tidak mampu baru mencari di luar. Sebagai bentuk penguatan pelaksanaan program, Disdikbud juga telah mengumpulkan seluruh kepala SMP negeri bersama jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten Batang untuk menyamakan persepsi terkait petunjuk teknis pelaksanaan,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh kepala sekolah diminta menjalankan program sesuai instruksi Bupati Batang agar tujuan utama program dapat tercapai. Disdikbud juga memastikan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Bahkan Bupati Batang bersama jajaran Disdikbud dijadwalkan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memantau proses pengukuran seragam sekaligus memastikan pemberdayaan penjahit lokal benar-benar terlaksana.

“Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah agar melaksanakan sesuai petunjuk pimpinan. Apabila nantinya ditemukan pelanggaran terhadap instruksi tersebut, tentu akan ada tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui program seragam gratis ini, Pemerintah Kabupaten Batang tidak hanya berupaya meringankan beban biaya pendidikan bagi orang tua peserta didik baru, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui pelibatan penjahit lokal di sekitar sekolah.

“Dengan pengawasan yang dilakukan secara langsung, pemerintah berharap pelaksanaan program berjalan transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi dunia pendidikan sekaligus pelaku usaha mikro di Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 14
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 12
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.
17 Jul 2026 Jumadi 14
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 213
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 180