Disdikbud Batang Instruksikan Sekolah Libatkan Penjahit Lokal dalam Program Seragam Gratis

Sabtu, 27 Juni 2026 Jumadi Dibaca 284 kali IKM UKM UMKM
Disdikbud Batang Instruksikan Sekolah Libatkan Penjahit Lokal dalam Program Seragam Gratis
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, akan Instruksikan Sekolah Libatkan Penjahit Lokal dalam Program Seragam Gratis.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP sebagai pedoman pelaksanaan program seragam gratis bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 20262027.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP sebagai pedoman pelaksanaan program seragam gratis bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Program yang merupakan gagasan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tersebut dilaksanakan dengan mekanisme yang sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing sekolah. Dalam pelaksanaannya, sekolah diwajibkan memprioritaskan penjahit lokal di sekitar lingkungan sekolah sebagai mitra penyedia seragam.

Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, surat edaran tersebut diterbitkan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai arahan pimpinan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Sudah kami keluarkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP. Intinya, pelaksanaan pengadaan seragam dilakukan oleh sekolah dengan mengutamakan penjahit yang berada di sekitar sekolah masing-masing,” katanya saat ditemui di Kantor Disdikbud Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (27/6/2026).

Dijelaskannya, apabila di sekitar sekolah tidak terdapat penjahit yang mampu memenuhi kebutuhan atau kapasitas produksi, sekolah diperbolehkan mencari penjahit dari wilayah lain. Namun, prioritas utama tetap diberikan kepada pelaku usaha lokal. Menurut Bambang, Disdikbud juga telah menetapkan besaran alokasi anggaran seragam yang diterima sekolah setelah memperhitungkan kewajiban perpajakan.

“Untuk jenjang SD dialokasikan sebesar Rp125 ribu per siswa, sedangkan jenjang SMP sebesar Rp150 ribu per siswa. Total anggaran yang disiapkan pemerintah daerah mencapai sekitar Rp3,7 miliar dengan sasaran sekitar 10.000 peserta didik baru. Seluruh mekanisme sudah kami sampaikan kepada sekolah agar dilaksanakan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Selain pemberdayaan penjahit lokal, Disdikbud juga mengatur proses pengukuran seragam agar dilakukan secara langsung kepada setiap siswa saat daftar ulang atau registrasi. Pengukuran wajib melibatkan penjahit yang ditunjuk sekolah sehingga ukuran seragam benar-benar sesuai dengan kondisi masing-masing siswa. Seluruh proses tersebut juga harus didokumentasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program.

Bambang juga menegaskan, isu yang berkembang mengenai adanya monopoli vendor tidak benar. Menurutnya, dinas tidak pernah menunjuk satu penyedia tertentu maupun melakukan pengondisian dalam pengadaan seragam. Kewenangan sepenuhnya berada di masing-masing sekolah yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Batang dengan tetap berpedoman pada surat edaran yang telah diterbitkan.

“Tidak ada monopoli vendor dari dinas. Arahan pimpinan sangat jelas, sekolah memberdayakan penjahit lokal di sekitar wilayahnya. Kalau memang tidak mampu baru mencari di luar. Sebagai bentuk penguatan pelaksanaan program, Disdikbud juga telah mengumpulkan seluruh kepala SMP negeri bersama jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten Batang untuk menyamakan persepsi terkait petunjuk teknis pelaksanaan,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh kepala sekolah diminta menjalankan program sesuai instruksi Bupati Batang agar tujuan utama program dapat tercapai. Disdikbud juga memastikan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Bahkan Bupati Batang bersama jajaran Disdikbud dijadwalkan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memantau proses pengukuran seragam sekaligus memastikan pemberdayaan penjahit lokal benar-benar terlaksana.

“Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah agar melaksanakan sesuai petunjuk pimpinan. Apabila nantinya ditemukan pelanggaran terhadap instruksi tersebut, tentu akan ada tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui program seragam gratis ini, Pemerintah Kabupaten Batang tidak hanya berupaya meringankan beban biaya pendidikan bagi orang tua peserta didik baru, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui pelibatan penjahit lokal di sekitar sekolah.

“Dengan pengawasan yang dilakukan secara langsung, pemerintah berharap pelaksanaan program berjalan transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi dunia pendidikan sekaligus pelaku usaha mikro di Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Batang menyuguhkan tampilan spektakuler yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena bertabur cahaya. Untuk pertama kalinya Batang Night Carnival bertajuk "Shining Together" digelar, menciptakan suasana malam akhir pekan yang terasa lebih hidup dengan tampilan gemerlap cahaya dari 25 kontingen lewat keunikan masing-masing di sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2282026) malam.
22 Ags 2026 Jumadi 41
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Batang - Suasana peringatan HUT Ke-81 RI di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendadak riuh dan penuh warna. Ratusan buruh tampak antusias memadati area acara, melepaskan penat rutinitas pabrik demi merayakan hari kemerdekaan bersama sesama rekan kerja.
22 Ags 2026 Jumadi 72
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
22 Ags 2026 Jumadi 57
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026 Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Batang - Gelap malam di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, mendadak sirna berganti kerlip cahaya dan riuk parade. Gemerlap lampu, gaun-gaun karnaval megah, serta derap langkah 20 kontingen sukses mengubah jalanan kota menjadi panggung pertunjukan terbuka yang menyedot perhatian ribuan pasang mata.
22 Ags 2026 Jumadi 38
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Batang - Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang untuk menyaksikan Batang Night Carnival dalam rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sebelum acara dimulai. Warga memenuhi sepanjang jalur yang menjadi lokasi pelaksanaan karnaval untuk melihat beragam atraksi dari para peserta.
22 Ags 2026 Jumadi 69
Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial
Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial
Batang Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi menjadi salah satu upaya yang dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang Prodi Informasi dan Humas Rosita Mevia Putri untuk mendukung komunikasi dan publikasi di Desa Kecepak. Melalui program kerja multidisiplin, mahasiswa mengembangkan branding Desa Kecepak Peduli Sampah dengan mengoptimalkan media sosial Instagram dan media informasi sebagai sarana edukasi mengenai kepedulian terhadap sampah.
21 Ags 2026 Jumadi 94