Petani Milenial Batang Tekuni Budidaya Jeruk Untuk Agrowisata Petik Buah

Senin, 25 Juli 2022 Jumadi Dibaca 3.697 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Petani Milenial Batang Tekuni Budidaya Jeruk Untuk Agrowisata Petik Buah
Batang - Petani Milenial Kabupaten Batang Panggih Riski Prastiko (22) berhasil menekuni budidaya jeruk siam pontianak sejak usia 18 tahun atau sebelum masuk bangku kuliah. Mahasiswa Semester 6 Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan ini melihat potensi pertanian di daerahnya sangat besar untuk dikembangkan.

Batang - Petani Milenial Kabupaten Batang Panggih Riski Prastiko (22) berhasil menekuni budidaya jeruk siam pontianak sejak usia 18 tahun atau sebelum masuk bangku kuliah. Mahasiswa Semester 6 Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan ini melihat potensi pertanian di daerahnya sangat besar untuk dikembangkan.

Namun karena harga buah jeruk kerap anjlog saat panen raya, maka terbesitlah ide untuk menerapkan teknologi Pembuahan Berjenjang Sepanjang Tahun (Bujangseta) hasil belajar dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Malang untuk mendukung Agrowisata yang sedang dirintis.

“Awalnya hasil panen jeruk di pasaran hanya dihargai Rp8000,00 hingga Rp10.000,00 per kg, namun setelah mengadopsi sistem agrowisata harga buah jeruk kini lebih stabil dan menguntungkan. Mencapai Rp18.000,00 per kg,” katanya saat ditemui di Kebunnya Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Senin (25/7/2022).

Ia memanfaatkan lahan tanaman jeruk seluas 3.000 meter persegi menjadi agrowisata. Kini pengunjung bebas memetik buah sendiri yang dikehendaki kemudian hasilnya ditimbang. Setelah itu buah jeruk ada yang dibawa pulang untuk oleh-oleh, juga ada yang dinikmati langsung di lokasi.

“Teknologi Bujangseta cukup menjaga ketersediaan buah jeruk sepanjang tahun, sehingga pengunjung yang datang masih memiliki kesempatan untuk melakukan petik buah sendiri,” jelasnya.

Untuk menarik minat lebih banyak pengunjung, Panggih kerap mempromosikan agrowisata rintisannya ke sejumlah akun media sosial populer maupun akun pribadinya. Hasilnya, pengunjung yang penasaran mulai banyak berdatangan.

“Di awal-awal banyak yang Direct Massage (DM) untuk janjian berkunjung, setelah viral banyak yang datang berombongan,” ungkapnya.

Dalam satu hari jumlah pengunjung puluhan orang, tapi di akhir pekan atau hari libur jumlahnya bisa lebih banyak. Adapun satu pengunjung yang datang, biasanya memetik 5 kg buah jeruk untuk dibawa pulang, belum lagi yang dinikmati langsung di lokasi.

Ia menuturkan untuk mengembangkan agrowisata menjadi tujuan keluarga yang edukatif telah disiapkan dua lahan lagi masing-masing seluas 2.000 dan 5.000 ribu meter persegi.

“Nantinya pengunjung bisa belajar budidaya jeruk mulai dari menanam, merawat maupun memanen buah. Kami di sini sudah mengajari pengunjung bagaimana cara memilih buah jeruk siap dipetik,” terangnya.

Sebelum menekuni budidaya jeruk, mahasiswa Prodi Agroteknologi ini mengaku sempat menanam palawija, ketela dan bengkoang. Namun setelah mengikuti program yang ditawarkan Balitjestro Malang, beralih menanam jeruk.

“Peluang pasar buah jeruk lebih terbuka. Saat ini jumlah tanaman jeruk ada 240 di mana satu pohon mampu menghasilkan 10 kg buah jeruk,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Batang - Pemandangan barisan truk besar yang parkir berderet di sekitar Exit Tol Kandeman masih jadi pemandangan sehari-hari. Berhentinya armada bongkar muat ini tak sekadar membikin estetika gerbang masuk Kabupaten Batang tampak semrawut, tetapi juga mengancam ketertiban jalan. Rencana Pemkab Batang menyulap kawasan tersebut menjadi kantong parkir resmi pun harus jalan di tempat lantaran terganjal lahan.
26 Ags 2026 Jumadi 10
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Batang - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang menggelar upacara peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026). Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
26 Ags 2026 Jumadi 65
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
26 Ags 2026 Jumadi 54
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Batang - Kardus bekas bertuliskan penggalangan donasi memutar pelan di tengah lingkaran ratusan anak. Jemari-jemari kecil bergantian memasukkan lembaran rupiah, bahkan ada yang merelakan celengan yang mereka rawat bertahun-tahun demi meringankan beban korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
26 Ags 2026 Jumadi 40
PMI Apresiasi Aksi Nyata SDN Kauman 7 Batang PT Yamani Asian Pacific Galang Donasi PMI Apresiasi Aksi Nyata SDN Kauman 7 Batang PT Yamani Asian Pacific Galang Donasi
PMI Apresiasi Aksi Nyata SDN Kauman 7 Batang PT Yamani Asian Pacific Galang Donasi
Batang - Aksi kepedulian untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengalir dari Kabupaten Batang. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif SDN Kauman 7 Batang dan PT Yamani Asuan Pacific yang bergerak cepat menyalurkan donasi. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik kepedulian bagi pihak sekolah lain maupun sektor swasta di Batang untuk turut mengulurkan tangan.
26 Ags 2026 Jumadi 32
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Batang - Musim kemarau di Kabupaten Batang tak hanya membawa hawa kering, tetapi juga ancaman nyata bagi para petani: pergerakan hama tikus yang mulai bergerilya di sejumlah sentra pertanian. Kendati demikian, Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan (Dispaperta) Kabupaten Batang memastikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, kondisi di lapangan masih aman dan belum ada tanaman yang sampai mengalami puso atau gagal panen.
26 Ags 2026 Jumadi 104