Batang - Program pengadaan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Batang kembali menjadi perhatian berbagai pihak. DPRD Kabupaten Batang meminta pelaksanaan program tersebut tetap mengacu pada arahan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, yakni melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penjahit lokal, serta pengrajin di sekitar sekolah agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Batang - Program pengadaan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Batang kembali menjadi perhatian berbagai pihak. DPRD Kabupaten Batang meminta pelaksanaan program tersebut tetap mengacu pada arahan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, yakni melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penjahit lokal, serta pengrajin di sekitar sekolah agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Batang Tofani Dwi Arieyanto mengatakan, program seragam gratis yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Batang tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban orang tua siswa pada awal tahun ajaran baru, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang menjalankan program sesuai arahan Bupati dengan memberikan kesempatan kepada UMKM konveksi, penjahit lokal, maupun pengrajin di sekitar sekolah untuk ikut berpartisipasi dalam proses pengadaan seragam. Jangan sampai mereka tidak dilibatkan dalam pengadaan seragam gratis yang dibiayai pemerintah daerah tersebut, karena itu sudah menjadi arahan Bupati Batang,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang, Jumat (26/6/2026).
Tofani menilai seluruh pelaku UMKM perlu diajak berdiskusi bersama sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut. Libatkan mereka dalam program ini sesuai dengan keinginan mulia Bapak Bupati Batang. Jangan sampai malah pengusaha besar yang diuntungkan, sedangkan pelaku UMKM dan penjahit kecil hanya jadi penonton saja,” jelasnya.
Ia menjelaskan, gagasan pemberian seragam gratis memiliki dua manfaat sekaligus. Selain memberikan bantuan langsung kepada peserta didik, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal melalui keterlibatan penjahit, konveksi kecil, hingga wali murid yang memiliki keterampilan menjahit.
“Program Pak Bupati ini sangat bagus karena selain memberikan seragam gratis kepada siswa, juga memberikan peluang bagi wali murid maupun penjahit di sekitar sekolah untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Jalankan sesuai instruksi dan arahan Pak Bupati agar benar-benar tersalurkan dengan benar dan tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat,” katanya.
Seiring pelaksanaan program, sejumlah pelaku usaha penjahit di berbagai wilayah Kabupaten Batang menyampaikan aspirasi karena mengaku belum memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pengadaan seragam gratis. Keluhan tersebut datang dari penjahit di Kecamatan Batang, Subah, Banyuputih, Bawang, hingga Bandar.
Mereka berharap, proses pengadaan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal sebagaimana semangat pemberdayaan ekonomi yang selama ini disampaikan pemerintah daerah. Mereka juga berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program apabila ditemukan kendala di lapangan, sehingga tujuan pemberdayaan UMKM tetap dapat tercapai.
“Sebelumnya, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan telah menegaskan bahwa pengadaan seragam gratis menggunakan mekanisme Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga mendorong sekolah untuk melibatkan penjahit di sekitar lingkungan sekolah melalui sistem pengukuran langsung kepada setiap siswa, sehingga seragam yang dihasilkan sesuai ukuran sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujar dia.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, sekolah, dan pelaku UMKM, diharapkan program seragam gratis tidak hanya mampu membantu siswa baru memperoleh seragam berkualitas tanpa membebani orang tua, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang memberikan manfaat secara merata bagi masyarakat Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)