DPRD Batang Dorong Program Seragam Gratis Libatkan UMKM dan Penjahit Lokal

Jumat, 26 Juni 2026 Jumadi Dibaca 129 kali Ekonomi
DPRD Batang Dorong Program Seragam Gratis Libatkan UMKM dan Penjahit Lokal
Ketua Komisi IV DPRD Batang Tofani Dwi Arieyanto mengatakan, DPRD Batang Dorong Program Seragam Gratis Libatkan UMKM dan Penjahit Lokal.
Batang - Program pengadaan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Batang kembali menjadi perhatian berbagai pihak. DPRD Kabupaten Batang meminta pelaksanaan program tersebut tetap mengacu pada arahan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, yakni melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penjahit lokal, serta pengrajin di sekitar sekolah agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Batang - Program pengadaan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Batang kembali menjadi perhatian berbagai pihak. DPRD Kabupaten Batang meminta pelaksanaan program tersebut tetap mengacu pada arahan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, yakni melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penjahit lokal, serta pengrajin di sekitar sekolah agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Batang Tofani Dwi Arieyanto mengatakan, program seragam gratis yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Batang tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban orang tua siswa pada awal tahun ajaran baru, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang menjalankan program sesuai arahan Bupati dengan memberikan kesempatan kepada UMKM konveksi, penjahit lokal, maupun pengrajin di sekitar sekolah untuk ikut berpartisipasi dalam proses pengadaan seragam. Jangan sampai mereka tidak dilibatkan dalam pengadaan seragam gratis yang dibiayai pemerintah daerah tersebut, karena itu sudah menjadi arahan Bupati Batang,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang, Jumat (26/6/2026).

Tofani menilai seluruh pelaku UMKM perlu diajak berdiskusi bersama sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut. Libatkan mereka dalam program ini sesuai dengan keinginan mulia Bapak Bupati Batang. Jangan sampai malah pengusaha besar yang diuntungkan, sedangkan pelaku UMKM dan penjahit kecil hanya jadi penonton saja,” jelasnya.

Ia menjelaskan, gagasan pemberian seragam gratis memiliki dua manfaat sekaligus. Selain memberikan bantuan langsung kepada peserta didik, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal melalui keterlibatan penjahit, konveksi kecil, hingga wali murid yang memiliki keterampilan menjahit.

“Program Pak Bupati ini sangat bagus karena selain memberikan seragam gratis kepada siswa, juga memberikan peluang bagi wali murid maupun penjahit di sekitar sekolah untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Jalankan sesuai instruksi dan arahan Pak Bupati agar benar-benar tersalurkan dengan benar dan tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat,” katanya.

Seiring pelaksanaan program, sejumlah pelaku usaha penjahit di berbagai wilayah Kabupaten Batang menyampaikan aspirasi karena mengaku belum memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pengadaan seragam gratis. Keluhan tersebut datang dari penjahit di Kecamatan Batang, Subah, Banyuputih, Bawang, hingga Bandar.

Mereka berharap, proses pengadaan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal sebagaimana semangat pemberdayaan ekonomi yang selama ini disampaikan pemerintah daerah. Mereka juga berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program apabila ditemukan kendala di lapangan, sehingga tujuan pemberdayaan UMKM tetap dapat tercapai.

“Sebelumnya, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan telah menegaskan bahwa pengadaan seragam gratis menggunakan mekanisme Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga mendorong sekolah untuk melibatkan penjahit di sekitar lingkungan sekolah melalui sistem pengukuran langsung kepada setiap siswa, sehingga seragam yang dihasilkan sesuai ukuran sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujar dia.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, sekolah, dan pelaku UMKM, diharapkan program seragam gratis tidak hanya mampu membantu siswa baru memperoleh seragam berkualitas tanpa membebani orang tua, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang memberikan manfaat secara merata bagi masyarakat Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 18
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 13
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.
17 Jul 2026 Jumadi 14
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 213
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 180