Potensi Ekonomi Menanam Anggur di Pekarangan Rumah

Senin, 20 Juni 2022 Jumadi Dibaca 7.430 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Potensi Ekonomi Menanam Anggur di Pekarangan Rumah
Batang - Kabupaten Batang memiliki potensi luar biasa dibidang perkebunan. Melihat lokasinya di daerah pantura dengan suhu tinggi dan kelembapan udara serta didukung wilayah pantai dan perbukitan.

Batang - Kabupaten Batang memiliki potensi luar biasa dibidang perkebunan. Melihat lokasinya di daerah pantura dengan suhu tinggi dan kelembapan udara serta didukung wilayah pantai dan perbukitan.

Potensi ini dimanfaatkan oleh Tri Makno penyuluh pertanian warga Desa Gondang Kecamatan Subah Kabupaten Batang untuk menanam anggur di pekarangan rumahnya.

“Budidaya tanaman selama ini dilakukan pada kondisi iklim yang sesuai dengan tanaman. Apalagi saat ini negara kita masih mengalami musim kemarau lembab, karena kadang masih ada curah hujan turun,” katanya saat ditemui di rumahnya Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Senin (20/6/2022).

Makanya, tanaman anggur sulit dibudidayakan jika dilahan terbuka.

Tetapi Tri Makno mempunyai tekniknya sendiri dengan menanam anggur dipekarangan rumah tidak menggunakan teknik konvensional.

“Tidak memerlukan lahan yang luas bahkan lahan 6x12 meter yang sudah saya lakukan sangat efektif  dengan ditanami ada 20 jenis anggur,” jelasnya.

Tindakan yang dilakukan penanaman anggur di pekarangan juga berbeda tidak menunggu batang tua setelah paska tanam yang membutuhkan waktu 9 bulan.

Tetapi, lanjut dia, asalkan paska tanam tanaman subur dengan dipupuk rutin itu 4 bulan sudah kita buahkan. Caranya dengan memotong batang paling pucuk 0,5 cm menggunakan kuku tangan saja.

Lahan yang dipersiapkan juga tidak mengeluarkan biaya yang mahal hanya perlu kertas UV sebagai atap penutup dan rangka-rangka tiang untuk Green House (GH) menggunakan baja ringan.

“Kelebihan anggur ditanam di Negara Indonesia bisa menghasilkan buah terus-menerus, karena di tempat asalnya di Ukraina dan Rusia buah anggur tidak dapat berbuah pada musim dingin yang mempunyai jangka waktu 6 bulan,” terangnya.

Kemudian, keuntungan ekonomi bagi masyarakat sendiri dengan menanam anggur yang sudah pernah saya alami satu pohon jika dirawat betul dapat menghasilkan 15 kg setiap masa panennya. Padahal harga anggur sendiri sekarang dijual dengan harga Rp50.000,00 per kg.

“Dampak positifnya bagi negara kita bisa mengurangi impor anggur dari luar negeri yang selama ini tidak dapat dikurangi dan masyarakat bisa menikmati anggur hasil menanam sendiri,” ungkapnya.

Jika masyarakat ingin belajar menanam anggur di pekarangan bisa datang ke tempat saya yang kebetulan juga membuka sekolah budidaya anggur di rumah tanpa dipungut biaya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Batang - Kegiatan Wonotunggal Expo yang merupakan rintisan dari Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa digelar dalam rangka gelar budaya yang secara rutin setiap tahunnya. Gelaran ini merupakan upaya untuk meningkatkan geliat UMKM Di Kabupaten Batang pada umumnya dan khususnya Kecamatan Wonotunggal.
26 Ags 2026 Jumadi 45
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Batang - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang menggelar upacara peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026). Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
26 Ags 2026 Jumadi 101
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
26 Ags 2026 Jumadi 111
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Batang - Kardus bekas bertuliskan penggalangan donasi memutar pelan di tengah lingkaran ratusan anak. Jemari-jemari kecil bergantian memasukkan lembaran rupiah, bahkan ada yang merelakan celengan yang mereka rawat bertahun-tahun demi meringankan beban korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
26 Ags 2026 Jumadi 58
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Batang - Musim kemarau di Kabupaten Batang tak hanya membawa hawa kering, tetapi juga ancaman nyata bagi para petani: pergerakan hama tikus yang mulai bergerilya di sejumlah sentra pertanian. Kendati demikian, Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan (Dispaperta) Kabupaten Batang memastikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, kondisi di lapangan masih aman dan belum ada tanaman yang sampai mengalami puso atau gagal panen.
26 Ags 2026 Jumadi 172
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Batang - Pemandangan barisan truk besar yang parkir berderet di sekitar Exit Tol Kandeman masih jadi pemandangan sehari-hari. Berhentinya armada bongkar muat ini tak sekadar membikin estetika gerbang masuk Kabupaten Batang tampak semrawut, tetapi juga mengancam ketertiban jalan. Rencana Pemkab Batang menyulap kawasan tersebut menjadi kantong parkir resmi pun harus jalan di tempat lantaran terganjal lahan.
26 Ags 2026 Jumadi 59