Potensi Ekonomi Menanam Anggur di Pekarangan Rumah

Senin, 20 Juni 2022 Jumadi Dibaca 7.385 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Potensi Ekonomi Menanam Anggur di Pekarangan Rumah
Batang - Kabupaten Batang memiliki potensi luar biasa dibidang perkebunan. Melihat lokasinya di daerah pantura dengan suhu tinggi dan kelembapan udara serta didukung wilayah pantai dan perbukitan.

Batang - Kabupaten Batang memiliki potensi luar biasa dibidang perkebunan. Melihat lokasinya di daerah pantura dengan suhu tinggi dan kelembapan udara serta didukung wilayah pantai dan perbukitan.

Potensi ini dimanfaatkan oleh Tri Makno penyuluh pertanian warga Desa Gondang Kecamatan Subah Kabupaten Batang untuk menanam anggur di pekarangan rumahnya.

“Budidaya tanaman selama ini dilakukan pada kondisi iklim yang sesuai dengan tanaman. Apalagi saat ini negara kita masih mengalami musim kemarau lembab, karena kadang masih ada curah hujan turun,” katanya saat ditemui di rumahnya Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Senin (20/6/2022).

Makanya, tanaman anggur sulit dibudidayakan jika dilahan terbuka.

Tetapi Tri Makno mempunyai tekniknya sendiri dengan menanam anggur dipekarangan rumah tidak menggunakan teknik konvensional.

“Tidak memerlukan lahan yang luas bahkan lahan 6x12 meter yang sudah saya lakukan sangat efektif  dengan ditanami ada 20 jenis anggur,” jelasnya.

Tindakan yang dilakukan penanaman anggur di pekarangan juga berbeda tidak menunggu batang tua setelah paska tanam yang membutuhkan waktu 9 bulan.

Tetapi, lanjut dia, asalkan paska tanam tanaman subur dengan dipupuk rutin itu 4 bulan sudah kita buahkan. Caranya dengan memotong batang paling pucuk 0,5 cm menggunakan kuku tangan saja.

Lahan yang dipersiapkan juga tidak mengeluarkan biaya yang mahal hanya perlu kertas UV sebagai atap penutup dan rangka-rangka tiang untuk Green House (GH) menggunakan baja ringan.

“Kelebihan anggur ditanam di Negara Indonesia bisa menghasilkan buah terus-menerus, karena di tempat asalnya di Ukraina dan Rusia buah anggur tidak dapat berbuah pada musim dingin yang mempunyai jangka waktu 6 bulan,” terangnya.

Kemudian, keuntungan ekonomi bagi masyarakat sendiri dengan menanam anggur yang sudah pernah saya alami satu pohon jika dirawat betul dapat menghasilkan 15 kg setiap masa panennya. Padahal harga anggur sendiri sekarang dijual dengan harga Rp50.000,00 per kg.

“Dampak positifnya bagi negara kita bisa mengurangi impor anggur dari luar negeri yang selama ini tidak dapat dikurangi dan masyarakat bisa menikmati anggur hasil menanam sendiri,” ungkapnya.

Jika masyarakat ingin belajar menanam anggur di pekarangan bisa datang ke tempat saya yang kebetulan juga membuka sekolah budidaya anggur di rumah tanpa dipungut biaya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Wabup Batang Evaluasi Pelaksanaan SPPG, Soroti Penghentian Operasional Sejumlah Satuan Wabup Batang Evaluasi Pelaksanaan SPPG, Soroti Penghentian Operasional Sejumlah Satuan
Wabup Batang Evaluasi Pelaksanaan SPPG, Soroti Penghentian Operasional Sejumlah Satuan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program SPPG selama masa libur sekolah menyusul adanya berbagai masukan dari masyarakat terkait distribusi layanan yang terhenti selama peserta didik tidak menjalani kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono saat ditemui usai kegiatan rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2262026).
22 Jun 2026 Jumadi 127
Dishub Genjot PAD dari Sektor Parkir di Kabupaten Batang Dishub Genjot PAD dari Sektor Parkir di Kabupaten Batang
Dishub Genjot PAD dari Sektor Parkir di Kabupaten Batang
Batang - Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir harus membentur tembok tebal. Bagaimana tidak, hingga pertengahan tahun 2026, setoran retribusi parkir tepi jalan umum baru menyentuh angka 26 persen. Salah satu pemicu utamanya, masih ada empat kecamatan yang sama sekali belum tersentuh potensi parkir.
22 Jun 2026 Jumadi 78
Harga Daging Merangkak, Pengusaha Bakso Terpaksa Kurangi Takaran Harga Daging Merangkak, Pengusaha Bakso Terpaksa Kurangi Takaran
Harga Daging Merangkak, Pengusaha Bakso Terpaksa Kurangi Takaran
Batang - Harga daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Batang mengalami kenaikan sebesar Rp3 ribu, sejak 15 Juni 2026. Hal tersebut dikarenakan harga sapi hidup yang terus merangkak naik, sehingga mengakibatkan konsumen terutama pengusaha olahan daging, terdampak langsung dari kenaikan tersebut.
22 Jun 2026 Jumadi 59
Disnaker Batang Bekali Peserta Pelatihan Kelistrikan, Siapkan SDM Siap Kerja dan Berwirausaha Disnaker Batang Bekali Peserta Pelatihan Kelistrikan, Siapkan SDM Siap Kerja dan Berwirausaha
Disnaker Batang Bekali Peserta Pelatihan Kelistrikan, Siapkan SDM Siap Kerja dan Berwirausaha
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan berbasis kompetensi. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Keterampilan Berdasarkan Unit Kompetensi bidang Teknik Kelistrikan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.
22 Jun 2026 Jumadi 137
Wabup Batang Jelaskan SILPA Rp196,33 Miliar dan Dampak Positif Investasi di Kabupaten Batang Wabup Batang Jelaskan SILPA Rp196,33 Miliar dan Dampak Positif Investasi di Kabupaten Batang
Wabup Batang Jelaskan SILPA Rp196,33 Miliar dan Dampak Positif Investasi di Kabupaten Batang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penjelasan terkait sejumlah catatan dan pertanyaan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
22 Jun 2026 Jumadi 51
Dishub Batang Ambil Alih Pengelolaan Parkir Alun-Alun Bandar Dishub Batang Ambil Alih Pengelolaan Parkir Alun-Alun Bandar
Dishub Batang Ambil Alih Pengelolaan Parkir Alun-Alun Bandar
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi mengambil alih pengelolaan parkir di kawasan Alun-Alun Bandar. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ruang publik agar lebih tertata, nyaman, dan bebas dari praktik jual beli lapak parkir yang tidak sesuai ketentuan.
22 Jun 2026 Jumadi 46