Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan berbasis kompetensi. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Keterampilan Berdasarkan Unit Kompetensi bidang Teknik Kelistrikan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan berbasis kompetensi. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Keterampilan Berdasarkan Unit Kompetensi bidang Teknik Kelistrikan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.
Pelatihan yang berlangsung di SMK Bhakti Praja 2 Kabupaten Batang tersebut diikuti 16 peserta dan dilaksanakan mulai 8 Juni hingga 7 Juli 2026.
Salah satu peserta, Nadif Adhika, warga Pasakaran, mengaku mengikuti pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan yang telah dimilikinya di bidang kelistrikan.
“Saya memang memiliki dasar di bidang listrik, sehingga ingin mengasah kemampuan agar lebih berkembang lagi. Materi yang diberikan instruktur juga mudah dipahami, baik teori maupun praktiknya,” katanya saat ditemui di SMK Bhakti Praja 2 Batang, Kabupaten Batang, Senin (22/6/2026).
Ia berharap, pelatihan tersebut dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja yang sesuai dengan minatnya di bidang kelistrikan. Bahkan, Nadif mengaku telah mendapatkan tawaran pekerjaan dan berencana bergabung setelah menyelesaikan pelatihan.
“Saya ingin tetap berkarier di bidang kelistrikan dan ke depan juga ingin melanjutkan pendidikan yang masih berkaitan dengan listrik agar pengetahuan dan kemampuan saya semakin mendalam,” jelasnya.
Sementara itu, Instruktur Teknik Tenaga Listrik, Evi Nur Oktaviani menjelaskan bahwa, pelatihan dirancang secara bertahap agar peserta dapat memahami materi dari dasar hingga praktik lapangan.
“Peserta terlebih dahulu diberikan teori dasar mengenai kelistrikan, termasuk pemahaman tentang sumber listrik, arus, tegangan, dan hambatan listrik. Setelah memahami teori dasar, peserta belajar melakukan pengukuran serta mengenal gambar teknik dan simbol-simbol instalasi kelistrikan. Tahapan ini penting sebelum mereka melakukan praktik pemasangan instalasi secara langsung,” terangnya.
Evi menambahkan, setiap peserta juga diwajibkan membuat gambar teknik sendiri sebelum mempraktikkan pemasangan instalasi sesuai rancangan yang telah dibuat. Ia mengungkapkan bahwa sebagian peserta mengikuti pelatihan tanpa memiliki latar belakang kelistrikan. Namun, tingginya antusiasme dan semangat belajar membuat proses pembelajaran berjalan dengan baik.
“Peserta sangat aktif bertanya dan ingin memahami materi secara mendalam. Jika ada yang mengalami kesulitan, kami memberikan pendampingan secara personal agar semua peserta mampu mengikuti pelatihan dengan baik,” ungkapnya.
Sebagai bentuk evaluasi, setiap peserta harus menjalani praktik secara individu untuk memastikan penguasaan materi yang telah diberikan selama pelatihan.
Evi juga berharap, setelah menyelesaikan program tersebut, peserta memiliki kompetensi yang cukup untuk bekerja di sektor industri maupun membuka usaha mandiri.
“Lulusan pelatihan ini diharapkan mampu bekerja sebagai teknisi kelistrikan, menangani permasalahan instalasi listrik di perusahaan, maupun membuka jasa perbaikan dan pemasangan instalasi listrik secara mandiri di lingkungan masyarakat,” ujar dia.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi yang didukung anggaran DBHCHT ini, Disnaker Kabupaten Batang berharap dapat mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di bidang jasa kelistrikan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)