Wabup Batang Jelaskan SILPA Rp196,33 Miliar dan Dampak Positif Investasi di Kabupaten Batang

Senin, 22 Juni 2026 Jumadi Dibaca 226 kali Acara Pimpinan Daerah
Wabup Batang Jelaskan SILPA Rp196,33 Miliar dan Dampak Positif Investasi di Kabupaten Batang
Wakil Bupati Batang Suyono memberikan sambutan saat rapat Paripurna di Ruang Paripurna DPRD Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penjelasan terkait sejumlah catatan dan pertanyaan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penjelasan terkait sejumlah catatan dan pertanyaan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Suyono menjelaskan mengenai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang tercatat sebesar Rp196,33 miliar dan menjadi salah satu sorotan sejumlah fraksi DPRD. Menurutnya, SILPA tersebut terbentuk dari realisasi pendapatan daerah yang melampaui target sebesar Rp77,43 miliar, serta belanja daerah yang tidak terserap sebesar Rp115,90 miliar.

“Belanja yang tidak terserap antara lain berasal dari pembayaran THR dan gaji ke-13 komponen tunjangan profesi guru serta tambahan penghasilan guru ASN yang masuk ke rekening kas daerah pada akhir Desember, belanja tidak terduga, pekerjaan yang tidak selesai sesuai kontrak atau mengalami keterlambatan, serta efisiensi pada beberapa akun belanja daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari total SILPA sebesar Rp196,33 miliar tersebut, terdapat SILPA terikat sebesar Rp75,7 miliar yang penggunaannya telah ditentukan sesuai peruntukan, serta SILPA bebas sebesar Rp120,63 miliar.

Suyono juga menegaskan bahwa, penyerapan anggaran dipengaruhi oleh seluruh tahapan pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan kegiatan, hingga proses pembayaran dan pelaporan.

“Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar proses perencanaan maupun pelaksanaan program ke depan dapat berjalan lebih optimal sehingga anggaran yang telah direncanakan dapat terserap secara maksimal. Selain menjawab terkait SILPA, Pemkab Batang juga memaparkan perkembangan positif investasi dan proyek strategis yang berlangsung di daerah tersebut, termasuk keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB),” terangnya.

Suyono juga menyampaikan bahwa, hingga saat ini terdapat 26 perusahaan yang beroperasi dan telah menyerap sebanyak 15.132 tenaga kerja lokal. Dampak investasi yang masuk ke Kabupaten Batang mulai dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal serta menurunnya angka pengangguran.

“Kabupaten Batang menjadi daerah dengan percepatan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, sekitar 65 persen perusahaan yang berada di KITB telah menggunakan tenaga kerja lokal. Sementara itu, perusahaan padat karya yang beroperasi di Batang tercatat telah menyerap sedikitnya 86 persen tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Tak hanya berdampak pada sektor ketenagakerjaan, geliat investasi juga mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah UMKM di Kabupaten Batang meningkat sebesar 16,04 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Suyono juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Batang atas dukungan dan sinergi yang terjalin selama ini sehingga Pemerintah Kabupaten Batang kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

“Pencapaian opini WTP ini pada hakikatnya merupakan hasil kerja kolektif antara eksekutif dan legislatif, mulai dari proses penyusunan anggaran, penatausahaan hingga pelaporan keuangan,” ujar dia.

Ia berharap, kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus ditingkatkan sehingga tata kelola keuangan daerah semakin transparan, akuntabel, dan mampu mempertahankan opini WTP pada tahun-tahun mendatang.

“Melalui pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap seluruh masukan dan rekomendasi dari DPRD dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
23 Okt 2026 Jumadi 116
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 133
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 115
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 114
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 81
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 96