Wabup Batang Jelaskan SILPA Rp196,33 Miliar dan Dampak Positif Investasi di Kabupaten Batang

Senin, 22 Juni 2026 Jumadi Dibaca 169 kali Acara Pimpinan Daerah
Wabup Batang Jelaskan SILPA Rp196,33 Miliar dan Dampak Positif Investasi di Kabupaten Batang
Wakil Bupati Batang Suyono memberikan sambutan saat rapat Paripurna di Ruang Paripurna DPRD Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penjelasan terkait sejumlah catatan dan pertanyaan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penjelasan terkait sejumlah catatan dan pertanyaan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Suyono menjelaskan mengenai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang tercatat sebesar Rp196,33 miliar dan menjadi salah satu sorotan sejumlah fraksi DPRD. Menurutnya, SILPA tersebut terbentuk dari realisasi pendapatan daerah yang melampaui target sebesar Rp77,43 miliar, serta belanja daerah yang tidak terserap sebesar Rp115,90 miliar.

“Belanja yang tidak terserap antara lain berasal dari pembayaran THR dan gaji ke-13 komponen tunjangan profesi guru serta tambahan penghasilan guru ASN yang masuk ke rekening kas daerah pada akhir Desember, belanja tidak terduga, pekerjaan yang tidak selesai sesuai kontrak atau mengalami keterlambatan, serta efisiensi pada beberapa akun belanja daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari total SILPA sebesar Rp196,33 miliar tersebut, terdapat SILPA terikat sebesar Rp75,7 miliar yang penggunaannya telah ditentukan sesuai peruntukan, serta SILPA bebas sebesar Rp120,63 miliar.

Suyono juga menegaskan bahwa, penyerapan anggaran dipengaruhi oleh seluruh tahapan pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan kegiatan, hingga proses pembayaran dan pelaporan.

“Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar proses perencanaan maupun pelaksanaan program ke depan dapat berjalan lebih optimal sehingga anggaran yang telah direncanakan dapat terserap secara maksimal. Selain menjawab terkait SILPA, Pemkab Batang juga memaparkan perkembangan positif investasi dan proyek strategis yang berlangsung di daerah tersebut, termasuk keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB),” terangnya.

Suyono juga menyampaikan bahwa, hingga saat ini terdapat 26 perusahaan yang beroperasi dan telah menyerap sebanyak 15.132 tenaga kerja lokal. Dampak investasi yang masuk ke Kabupaten Batang mulai dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal serta menurunnya angka pengangguran.

“Kabupaten Batang menjadi daerah dengan percepatan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, sekitar 65 persen perusahaan yang berada di KITB telah menggunakan tenaga kerja lokal. Sementara itu, perusahaan padat karya yang beroperasi di Batang tercatat telah menyerap sedikitnya 86 persen tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Tak hanya berdampak pada sektor ketenagakerjaan, geliat investasi juga mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah UMKM di Kabupaten Batang meningkat sebesar 16,04 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Suyono juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Batang atas dukungan dan sinergi yang terjalin selama ini sehingga Pemerintah Kabupaten Batang kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

“Pencapaian opini WTP ini pada hakikatnya merupakan hasil kerja kolektif antara eksekutif dan legislatif, mulai dari proses penyusunan anggaran, penatausahaan hingga pelaporan keuangan,” ujar dia.

Ia berharap, kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus ditingkatkan sehingga tata kelola keuangan daerah semakin transparan, akuntabel, dan mampu mempertahankan opini WTP pada tahun-tahun mendatang.

“Melalui pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap seluruh masukan dan rekomendasi dari DPRD dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 48
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 93
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 147
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 70
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 122
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 115