Dipijat Oleh Tunanetra Bupati Batang Bayar Dengan Bedah Rumah

Selasa, 22 Juni 2021 Jumadi Dibaca 1.120 kali Sosial
Dipijat Oleh Tunanetra Bupati Batang Bayar Dengan Bedah Rumah
Batang - Program “Tilik Warga” setiap hari selasa kali ini Bupati Batang Wihaji mengunjungi seorang warga Dukuh Randubowo RT 01 RW 03 Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih yang bernama Suroso (52) dan Casriyah (51) pasangan suami istri yang mempunyai kekurangan tidak dapat melihat sejak kecil.

Batang - Program “Tilik Warga” setiap hari selasa kali ini Bupati Batang Wihaji mengunjungi seorang warga Dukuh Randubowo RT 01 RW 03 Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih yang bernama Suroso (52) dan Casriyah (51) pasangan suami istri yang mempunyai kekurangan tidak dapat melihat sejak kecil.

Program Tilik Warga dari aduan langsung  melalui chat WA Curhat Wihaji itu salah satunya di Desa Banaran Kecamatan Banyuputih yang sudah kita lihat tadi  pasangan suami istri yang sama-sama tidak bisa melihat dari kecil,” kata Bupati Batang Wihaji saat ditemui usai tilik warga di Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (22/6/2021).

“Suami istri Pak Suroso dengan Ibu Casriyah ini berprofesi sebagai tukang pijat. Saya coba alhamdulillah enak pijitannya,” jelasnya.

Ia mengatakan, Insyallah akan merenovasi  rumahnya agar layak huni, sehingga orang yang ingin pijat disitu nyaman. Anggarannya dari iuran sukarela Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Batang, jadi tidak memakai uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pada kesempatan itu diberikan pula bantuan uang sebesar  Rp2 juta, untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pada masa pandemi COVID-19 yang pijat sepi, karena mungkin masyarakat juga takut soalnya bersentuhan,  jadi mulai jarang ada yang pijat sehingga hasil pendapatannya berkurang,” terangnya.

Warga Desa Banaran Suroso (51) mengatakan, sangat berterima kasih kepada Bupati Batang yang sudah berkunjung  dan mau merenovasi rumahnya agar layak huni dan juga memberikan bantuan uang untuk kebutuhan saya dan istri saya.

“Saya berprofesi sebagai tukang pijat dengan istri saya, belajar memijat pada tahun 1990 di Jakarta dan itu juga awal saya bertemu dengan istri saya. Sejak kecil saya sudah tidak dapat melihat, tapi alhamdulillah saya mempunyai anak laki-laki yang normal,” ungkapnya.

Saya awalnya menjadi tukang pijat di Jakarta, karena ingin pulang di kampung halaman Desa Banaran akhirnya saya pulang dan sudah 2 tahun disini.

“Biaya pijat  antara Rp20.000,00 hingga Rp30.000,00, sebetulnya itu seiklasnya tapi rata-rata orang memberi jasa  segitu  paling banyak memberikan Rp50.000,00. Biasanya  dapat memijat 15 orang dalam sehari, tetapi pada masa pandemi COVID-19 begini sudah jarang yang minta pijat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.926 Warga Batang Terima BLT DBHCHT, Dinsos Pastikan Bantuan Tepat Sasaran 1.926 Warga Batang Terima BLT DBHCHT, Dinsos Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
1.926 Warga Batang Terima BLT DBHCHT, Dinsos Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial (Dinsos) kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun 2026 kepada para pekerja dan pelaku usaha sektor tembakau.
24 Jun 2026 Jumadi 63
Sempat Terdampak Pemadaman Listrik, Panitia SPMB Pastikan Data Aman Sempat Terdampak Pemadaman Listrik, Panitia SPMB Pastikan Data Aman
Sempat Terdampak Pemadaman Listrik, Panitia SPMB Pastikan Data Aman
Batang - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Batang tetap berjalan lancar, meski sempat terdampak pemadaman listrik, Selasa 23 Juni 2026, selama satu jam. Hal ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, untuk memastikan keamanan data calon siswa, saat terjadi pemadaman listrik, sawaktu-waktu.
24 Jun 2026 Jumadi 111
BPJPH Gelar Sosialisasi WHO, Edukasikan Kewajiban Sertifikasi Halal secara Nasional BPJPH Gelar Sosialisasi WHO, Edukasikan Kewajiban Sertifikasi Halal secara Nasional
BPJPH Gelar Sosialisasi WHO, Edukasikan Kewajiban Sertifikasi Halal secara Nasional
Batang - Sosialisasi pembentukan ekosistem halal adalah upaya pemerintah daerah dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menciptakan rantai pasok halal terintegrasi. Hal ini mencakup sertifikasi UMKM, wisata ramah muslim, hingga kantinrumah potong hewan halal guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
24 Jun 2026 Jumadi 47
Libur Sekolah, Wabup Batang Evaluasi Perizinan dan Sanitasi Program MBG Libur Sekolah, Wabup Batang Evaluasi Perizinan dan Sanitasi Program MBG
Libur Sekolah, Wabup Batang Evaluasi Perizinan dan Sanitasi Program MBG
Batang Masa libur sekolah menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten Batang untuk membenahi karut-marut pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satgas MBG Kabupaten Batang membidik evaluasi total terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari masalah perizinan, standar sanitasi, hingga penghentian operasional belasan unit SPPG.
23 Jun 2026 Jumadi 163
Siswa Talasemia di Batang Mulai Diakomodasi Lewat Jalur Afirmasi Disabilitas Siswa Talasemia di Batang Mulai Diakomodasi Lewat Jalur Afirmasi Disabilitas
Siswa Talasemia di Batang Mulai Diakomodasi Lewat Jalur Afirmasi Disabilitas
Batang Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Batang mengapresiasi kebijakan baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mulai mengakomodasi siswa penderita talasemia melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak.
23 Jun 2026 Jumadi 101
Maksimalkan Layanan SIM Keliling, Satlantas Batang Manfaatkan Ruang Publik Maksimalkan Layanan SIM Keliling, Satlantas Batang Manfaatkan Ruang Publik
Maksimalkan Layanan SIM Keliling, Satlantas Batang Manfaatkan Ruang Publik
Batang - Satlantas Polres Batang memaksimalkan layanan perpanjangan SIM Keliling dengan menyasar sejumlah titik ruang publik, untuk mendekatkan dan mempercepat proses pelayanan. Bagi masyarakat yang telah habis masa berlaku SIM-nya, dapat memanfaatkan layanan perpanjangan secara jemput bola, yang terkoneksi dalam satu tempat.
23 Jun 2026 Jumadi 86