Batang - Dalam menghadapi pandemi Covid-19 warga Jawa Tengah diminta Gubernur Ganjar Pranowo untuk memiliki kesabaran ekstra. Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Tausiah Kebangsaan ini untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di Jawa Tengah.
Batang - Dalam menghadapi pandemi Covid-19 warga
Jawa Tengah diminta Gubernur Ganjar Pranowo untuk memiliki kesabaran ekstra. Pernyataan
tersebut disampaikannya saat membuka Tausiah Kebangsaan ini untuk memperkuat
persatuan dan kesatuan di Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut disaksikan secara virtual oleh
jajaran Forkopimda di Ruang Command Center Kabupaten Batang, Jumat (4/6/2021).
Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan, masyarakat
Jawa Tengah tetap mematuhi protokol kesehatan, terlebih di wilayah Kabupaten
Kudus masih termasuk zona merah.
“Mari kita simak bersama tausiah ini, semoga bisa
mengambil hikmah,†katanya.
Ustaz Das’ad Latif dalam tausiahnya menyampaikan
setiap insan pasti akan mati. Insyaallah
kita tidak akan mati dalam keadaan su’ul khotimah.
“Jangan sampai mati karena makan uang haram,â€
tegasnya.
Wahai orang Islam masuklah kalian dalam keadaan
kaffah. Bersolawatlah kalian kepada Nabi Muhammad.
Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) hendaknya
bersyukur, karena di masa pandemi ini tidak ada yang dirumahkan atau dipecat.
Berbeda dengan pekerja swasta yang banyak mengalami dirumahkan.
“Maka sudah sepantasnya kalau seluruh ASN harus
bersyukur,†jelasnya.
Hampir semua orang pasti memiliki masalah, baik
pegawai honorer maupun ASN. Di masa pandemi setiap insan harus meningkatkan
kesabaran dalam menjaga jarak, menghindari kerumunan sampai bekerja dari rumah.
Sebab Nabi Muhammad pun mengalami masalah yang lebih
besar. Namun Rasulullah tetap berserah diri kepada Allah SWT.
“Jadi kesabaran kita harus lebih ditingkatkan dalam
menghadapi pandemi,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)