Batang Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Batang memperingati HUT Ke-71 di Aula TK Pembina Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (22/5/2021).
Batang Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia
Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Batang memperingati
HUT Ke-71 di Aula TK Pembina Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang,
Sabtu (22/5/2021).
HUT IGTKI-PGRI tahun 2021 mengangkat tema “Guru
Taman Kanak-Kanak Bersatu Sebagai Penggerak Membangun Generasi Unggul, Sehat,
Menuju Indonesia Majuâ€.
Kepala IGTKI Batang Tarto Hadi Lukito mengatakan, berharap
anggota IGTKI mampu menciptakan anak didik yang berkualitas seiring dengan
bertambahnya usia organisasi profesi IGTKI yang masih memperlihatkan eksistensi
membanggakan.
Selain itu Tarto Hadi Lukito ikut berbela sungkawa
atas meninggalnya salah satu guru TK di Kecamatan Tulis.
“BPJamsostek ini sangat baik dan sangat bermanfaat
sekali. Maka untuk guru yang belum menjadi peserta BPJamsostek kendalanya
adalah bukan tidak mau menjadi kepesertaan tetapi masih tabu untuk membicarakan
tentang kematian, ini adalah yang harus dirubah pola pikirnya,†katanya.
Kita akan merubah pola pikir tenaga guru yang masih
ragu, maka kita akan menyosialisasikan kembali supaya untuk ikut menjadi
kepesertaan BPJamsostek.
Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas
Pendidikan Batang Ivan Prasetyo mengungkapkan, dengan adanya Bpjamsostek sangat
senang, karena bisa memberikan manfaat kepada teman-teman yang non Pegawai
Negeri Sipil (PNS) yang tergabung di Dinas Pendidikan disitu ada guru swasta
juga ada guru yang non PNS ada di sekolah-sekolah negeri.
“Untuk seperti hari ini Bpjamsostek menyampaikan manfaat
kepada salah satu teman kami yang ada di TK Lestari Jrakahpayung untuk ahli
waris dari ibu Sri Handayani (51) sebesar Rp42 juta,†jelasnya.
Kami, Lanjut dia, sangat berterimakasih sekali
karena almarhum sudah menjadi peserta Bpjamsostek hampir 1,5 tahun dan ketika
beliau meninggal dunia warga mendapatkan manfaatnya. Itu adalah salah satu
manfaat dari Bpjamsostek yang dapat dirasakan kepada anggota atau ahli waris.
Sementara itu, Kepala BPJamsostek Cabang Batang
Bambang Indriyanto mengatakan, hari ini Bpjamsostek dalam rangka ikut
memperingati HUT IGTKI ke-71 serta menyerahkan klaim Jaminan kematian (JKm)
atas nama ibu Sri Handayani (51) meninggal dikarenakan sakit.
Disampaikannya kepesertaan baru 1,5 tahun, sehingga
pada ahli waris kita berikan sebesar Rp42 juta, tetapi kalau nanti ada peserta
dari guru baik PAUD maupun guru SD,SMP meninggal diatas kepesertaannya 3 tahun
selain memperoleh hak JKm putra-putri yang masih sekolah kita tanggung
beasiswanya.
“Dari jenjang pendidikan TK hingga SD mendapatkan
Rp1.500.000 per tahunnya, SMP mendapatkan Rp2.000.000 per tahun, SMA
mendapatkan Rp3.000.000 per tahun dan Perguruan Tinggi mendapatkan Rp12 juta
per tahun,†ujar dia.
Ia berharap, baik semua guru Dinas Pendidikan yang
ada di Kabupaten Batang, untuk lindungi para tenaga pendidik dan segera daftarkan menjadi peserta BPJamsostek,
sehingga apabila terjadi sesuatu mereka dilindungi oleh BPJamsostek. (MC
Batang, Jateng/Jumadi)