Padepokan Nirwana Budaya Mengharap Generasi Muda Lebih Cinta Budaya Sendiri

Selasa, 24 Oktober 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 803 kali Seni dan Budaya
Padepokan Nirwana Budaya Mengharap Generasi Muda Lebih Cinta Budaya Sendiri
Kelompok Kesenian Padepokan Nirwana Budaya berfoto bersama setelah selesai mementaskan ketoprak Misteri Alas Roban di THR Kramat Kabupaten Batang, Senin (23/10).
Padepokan Nirwana Budaya memberikan persembahan spesial berupa pementasan seni ketoprak “Misteri Alas Roban” dalam rangka Festival Seni Kreatif tingkat Kabupaten Batang yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tema tersebut sengaja diambil sebagai bukti cinta pada kearifan lokal budaya Batang dengan harapan generasi lebih mencintai budaya sendiri.

“Saya sangat bangga sekali adanya kegiatan Festival Seni Kreatif karena harapannya seni budaya mulai tergali lagi dan pada akhirnya nanti bisa membawa nama baik Kabupaten Batang,” ucap Mujiyanto Ketua Padepokan Nirwana Budaya di THR Kramat Kabupaten Batang, Senin (23/10).

Dia menjelaskan, Padepokan Nirwana Budaya ini merupakan kelompok seni pertunjukan tari, musik dan drama ketoprak yang telah didirikannya sejak tahun 90’an. Sebagai kelompok seni yang mengikuti perkembangan zaman, sudah 2 bulan ini kami membentuk Ketoprak Kreasi Baru dengan mengkolaborasikkan antara masyarakat, siswa SD dan SMP yang mau terjun langsung di bidang seni.

“Untuk menyikapi masalah generasi muda yang lebih berkonsentrasi pada budaya modern, kalau kita hanya menggunakan cara berkesenian yang dulu – dulu saja, memang sedikit sekali yang tertarik, tetapi setelah dikolaborasikan dengan kreasi yang baru mereka sangat antusias sekali,” imbaunya.

Mujiyanto menerangkan Misteri Alas Roban menceritakan tentang seorang pemuda bernama Ragil yang ingin mengabdi di Kraton Mataram, di tengah perjalanan saat beristirahat di Alas/hutan Roban ternyata para makhluk halus / siluman penunggu hutan tersebut merasa terganggu dengan kehadirannya. Para siluman berusaha mengganggu, akhirnya mereka terlibat pertarungan yang dimenangkan oleh Ragil atas bantuan Ayahandanya yaitu Kyai Puspo.

Sementara itu, Zaenuri Ahmad selaku dewan juri mengatakan, acara seperti ini harus diadakan sesering mungkin untuk mengetahui kemampuan generasi muda di bidang kesenian di setiap kecamatan. Kegiatan ini diikuti 25 kelompok kesenian dari 15 Kecamatan.

“Festival Seni Kreatif ini bertujuan supaya dapat menggali, menghidupkan gairah berkesenian di Batang,” tutur Zaenuri yang juga pendiri Teater Angin Batang.

Menurutnya, adanya festival ini adalah untuk menjawab tantangan kemajuan zaman yang dikemas semenarik mungkin, namun tidak menghilangkan pakem/aturan yang sudah ada sehingga tidak akan pernah hilang ditelan zaman.

“Istilah “Kreatif” di sini artinya membingkai sebuah kesenian tradisional, tetapi tidak menghilangkan pakem sehingga tetap bisa dinikmati generasi milenia dan menghilangkan kesan kuno serta menjenuhkan, dengan harapan mereka lebih mencintai budayanya sendiri,” harapnya. 

Festival Seni Kreatif diselenggarakan dari tanggal 23 – 24 Oktober yang memperebutkan Piala Bupati bertempat di Taman Hiburan Rakyat (THR) Kramat. (Heri/McBatang)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 64
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 100
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 154
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 79
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 130
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 144