Danramil 01/Subah Kapten Kav M Purbo S mengatakan kita mulai dari diri kita masing - masing, kita bangun mental, moral dan budaya generasi muda kita dengan tidak mencoba yang namanya narkoba apapun bentuk dan jenisnya,
Memahami dan mengerti serta mengamalkan akan arti kebangsaan sebenarnya tidak sulit dengan catatan bahwa seseorang di dunia pada dasarnya harus memiliki kewarganegaraan baik secara otomatis maupun dengan cara lainnya seperti proses naturalisasi dan lain sebagainya, demikian sepintas yang disampaikan Danramil 01/Subah Kapten Kav M Purbo S saat mengisi acara kegiatan remaja di Desa Kuripan Kecamatan Subah Kabupaten Batang, Selasa (17/10).
“Mayoritas kita memiliki kewarganegaraan secara otomatis, sehingga sebagian diantara kita tidak pernah merasa bagaimana sulitnya untuk memiliki kewarganegaraan seperti halnya kita menganut suatu agama yang orang tua kita sudah menganut sebelumnya,” ucapnya.
Karena secara otomatis itulah, terkadang kita kurang memiliki rasa kebangsaan ataupun cinta tanah air, sehingga pada kesempatan tersebut Kapten M Purbo S mengajak remaja Desa Kuripan untuk memulai memahami arti cinta tanah air.
“Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan mencintai Indonesia, diharapkan apabila sudah memiliki rasa cinta tersebut para generasi penerus bangsa akan mencintai negaranya dengan selalu berbuat seperti apa yang tercantum dalam sila sila Pancasila dalam kehidupan sehari - hari,” terang Danramil.
Menurutnya, kita mulai dari diri kita masing - masing, kita bangun mental, moral dan budaya generasi muda kita dengan tidak mencoba yang namanya narkoba apapun bentuk dan jenisnya, karena akan sangat berpengaruh terhadap segala sifat,watak dan perilaku yang mengonsumsinya. Mari kita jaga harga diri bangsa kita sebagai bangsa yang cinta damai dengan , serta kita menerima dengan segala perbedaan yang ada karena perbedaan tersebut juga anugrah dari Tuhan seperti diciptakannya laki laki dan perempuan, apabila kedua perbedaan tersebut disatukan maka akan memperoleh berbagai macam keindahan dan kenikmatan begitu juga Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, ras dan golongan.
“Diharapkan dengan kiasan tersebut kita akan senantiasa hidup berdampingan, aman damai dengan segala perbedaan yang ada sebagai rahmat Tuhan dan tercipta slogan "Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita semua", pungkasnya. (Heri/McBatang)
Pecalungan Run 2026 diikuti 410 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sarana promosi wisata Curug Gombong dan pengembangan sport tourism Kabupaten Batang.
Rehabilitasi RTLH milik Ismail melalui program TMMD Kodim 0736Batang segera rampung sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan kenyamanan penerima manfaat.
MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Batang menggelar LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan dengan melibatkan 64 sekolah SMP. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman empat konsensus kebangsaan, menumbuhkan patriotisme, membentuk karakter pelajar, serta melatih keberanian dan kemampuan berorasi. Panitia juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.