Pemerintah Kabupaten Batang menganggarkan 100 juta untuk Pemibinaan rekruetmen angota Kepolisian Republik Indoensia, Pemibinaan rekruetmen tersebut bekerjasam dengan Polres Batang melalui MoU.
Kesepakata bersama atau MoU (Memorandum of understanding ) di tandatangani oleh Bupati Batang Wihaji dengan Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, kegiatan MuO tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Batang Jumat, 13/10.
“ Pembinan rekruetmen angota Polri merupakan terobosan baru Polri yang luar bisa, ini memberikan kesemapatan kepada masyarakat Kabupaten Batang yang ingin mengabdikan diri sebagai Polisi, untuk didik sebelum mendaftar angota polri, sehingga mempunyai kemampuan untuk menjadi anggota Polri.” Kata Bupati Wihaji
Ia juga berharap dengan anggaran 100 juta nantinya bisa mendidik 40 anak yang berprestasi sebagai calon peserta seleksi dalam rangka penerimaan calon anggota Polri, yang nanti akan didik oleh Polres dan Polda sebelum ikut dalam pendaftaran anggota polri.
“ Siswa - siswa yang nanti akan dibina ukuranya adalah siswa yang berprestasi seperti Atlit, penghafal Al Quraan dan prestasi yang lainya. Kita akan segera bentuk tim dari Pemkab untuk pola rekruetmenya yang setelah itu kami serahkan ke Polres untuk dididik.” Jelas Wihaji
Bupati juga meminta kepada dinas pendidikan, dinas olahraga dan Kepala-kepala Desa agar masyarakat mengetahui, karena diyakini dalam prekrutanya nanti dilakasanakan secara tranparan, akuntabel dan profesional. “ Segara mensosialisasikan, karna harapannya banyak masyarakat yang di terima menjadi anggota Polri, Target kami minimal ada 50% bisa di terima menjadai Bintara Polisi dan kalau bisa masuk Akpol atau Perwira Polisi.” Pinta bupati Wihaji
Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan MoU yang kita laksanakan ini merupakan perintah langsung dari Kapolri melalui pelajar yang berprestasi, untuk bergabung dalam anggota Polri dalam rangka membangun Polri yang profesional.
“Kebijakan ini juga dalam rangka perekrutan anggota Polri yang bersih dan transparan dalam proses perekrutan. Kita akan didik siswa-siswi yang berpreatasi dengan harapan dapat mencetak kader Polisi yang memiliki Integritas yang tinggi.” Kata AKBP Edi Suranta Sinulingga
Kapolres jug juga mengtakan dengan adanya MoU ini dalam merekrut anggota polisi dapat melahirkan Polisi yang baik, santun , tahan dari tekanan, santun dan memiliki Intregitas. Karena itu semua berawal dari perbaikan SDM melalui rekruetmen.
“ Kami memiliki harapan pada generasi polisi kedepannya dapat di cintai oleh masyarakat dan masyarakat merasa tenang karena adanya Polisi.” Kata AKBP Edi Suranta Sinulingga
Dalam kesemapatan tersebut Kapolres juga meminta kepada anggota Polres Batang yang ikut hadir berpesan kepada anggota Polres Batang untuk menjadi polisi yang sabar, santun, memberi senyum kepada masyarakat, dan memiliki integritas, “Karena sifat Polisi yang santun yang berintegritas seperti ini sangat rindukan oleh masyarakat.” Pinta AKBP Edi Suranta Sinulingga. (Edo/Humas/McBatang)
Sebanyak 30 pesepeda Ride for Palestine menempuh perjalanan 1.000 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta dengan melintasi Kabupaten Batang untuk mengampanyekan solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui olahraga bersepeda.
Rehabilitasi RTLH milik Ismail melalui program TMMD Kodim 0736Batang segera rampung sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan kenyamanan penerima manfaat.
Pecalungan Run 2026 diikuti 410 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sarana promosi wisata Curug Gombong dan pengembangan sport tourism Kabupaten Batang.
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Batang menggelar LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan dengan melibatkan 64 sekolah SMP. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman empat konsensus kebangsaan, menumbuhkan patriotisme, membentuk karakter pelajar, serta melatih keberanian dan kemampuan berorasi. Panitia juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.