Sekda Batang Nasikhin saat memberikan penjelasan proper e-HibahBansos
Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Nasikhin mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi terkait Proper Sistem e-HibahBansos. Inti dari Proper tersebut adalah penyususunan perbub terkait dengan pengelolaan Hibah Bansos dengan menggunakan e-HibahBansos. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang Dahlia Kantor Bupati Batang, jumat (6/10).
Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Inspektorat, Badan Lingkungan Hidup, BPKPAD, Bagian Hukum, Bagian Humas, Bagian Kesra, Bagian Pengendalian Pembangunan
Beliau menambahkan terkait pengelolaan Hibah dan Bansos berdasarkan laporan dari perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jawa Tengah tahun 2016 yang lalu dimana ada terdapat beberapa temuan terkait pertama penganggaran dan pertanggungjawaban belanja hibah dan bansos tidak tertib. Kedua terdapat kelemahan dalam pengaggaran dan pertanggungjawaban atas belanja tersebut seperti kelengkapan permohonan dilakukan pada saat proses pencairan tidak saat perencanaan anggaran dan keterlambatan dalam penyampaian dalam laporan pertanggungjawan ujar Nasikhin pada saat memberikan paparan terkait Proper e-HibahBansos.
Maka dalam hal ini perlu dibuat Peraturan Bupati (Perbub) e-HibahBansos. Tujuan pembuatan Perbup tersebut yang pertama pengelolaan Hibah dan Bansos Adapun tujuan penggunaan sistem e-HibahBansos untuk mewujudkan pengelolaan Hibah dan Bansos di Kabupaten Batang yang lebih tertib, tepat administrasi, taat hukum, tepat sasaran, transparan dan akuntabel. Mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, efesien dan akuntabel, transparansi. Mendorong peningkatan etos kerja aparatur dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik kata Nasikhin.
Nasikhin menambahkan maksud penggunaan sistem e-Hibah Bansos untuk memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia secara optimal, tepat dan berdayaguna. Menata sistem manajemen kerja pemerintahan menjadi lebih efektif dan efesien terutama dalam pengelolaan Hibah dan Bansos melalui e-HibahBansos. Dan menjamin ketersediaan data dan informasi pemerintahan dan pembangunan yang valid dan akuntabel. (Iwan/Humas/McBatang)
Batang - Kabupaten Batang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan Jawa Tengah (Jawara Jateng) 2026 yang digelar di Kawasan Agro Wisata Pagilaran, Kabupaten Batang, Sabtu (2762026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu ini menjadi ajang memperkuat karakter, literasi, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan warga pendidikan kesetaraan dari seluruh Jawa Tengah.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP sebagai pedoman pelaksanaan program seragam gratis bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 20262027.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan mekanisme penyaluran program seragam gratis bagi siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP tahun ajaran 20262027 dilakukan melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Skema tersebut dipilih agar penyaluran bantuan sesuai dengan regulasi yang berlaku sekaligus memastikan seragam diterima siswa tepat waktu. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Kantor Pengadilan Agama Batang, Kabupaten Batang, Jumat (2662026).
Batang - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Batang meluncurkan 11 inovasi pelayanan publik bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-58 Pengadilan Agama Batang. Berbagai inovasi tersebut dihadirkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat integritas lembaga, serta menghadirkan lingkungan peradilan yang semakin ramah bagi masyarakat.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan apresiasi kepada ratusan anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan tali asih kepada anggota KORPRI yang memasuki masa purna tugas.
Batang Peran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak sering kali disalahpahami hanya sebatas pemenuh kebutuhan materi atau pencari nafkah. Padahal, kehadiran fisik dan emosional figur ayah sangat krusial dalam mengisi ruang kosong psikologis anak, terutama pada momen-momen penting seperti hari pertama masuk sekolah.