Batang - Plt. Kepala Kantor Kemenag Batang, Abdul Wahab menyerahkan Surat Keputusan (SK) Mutasi kepada dua orang pendidik yang berada di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang, bertepatan dengan momentum Hari Amal Bakti ke-75 Kementerian Agama RI di Aula Kantor Kemenag, Kabupaten Batang, Selasa (5/1/2021).
Batang - Plt. Kepala Kantor Kemenag Batang, Abdul
Wahab menyerahkan Surat Keputusan (SK) Mutasi kepada dua orang pendidik yang
berada di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang,
bertepatan dengan momentum Hari Amal Bakti ke-75 Kementerian Agama RI di Aula
Kantor Kemenag, Kabupaten Batang, Selasa (5/1/2021).
SK Mutasi diberikan kepada Fachrurrozy guru
Pendidikan Agama yang semula mengajar di MTS NU 02 Gringsing kini bertugas di
MI Al Hidayah Plelen dan Endon Nur Cahyati yang sebelumnya mengajar di MANU 01
Banyuputih kini akan menjalankan tugasnya sebagai guru ekonomi di MAN Batang.
Plt. Kepala Kantor Kemenag Batang, Abdul Wahab
menyampaikan, agar para pendidik yang akan bertugas di tempat yang baru tetap
memiliki semangat baru dalam membimbing anak didiknya nanti menjadi berprestasi
dan membawa nama baik institusi pendidikan.
“Dalam bekerja itu bukan karena atasan (pimpinan),
tapi karena diri sendiri. Harapannya
keberkahan itu yang mengukur diri kita, ketika bekerja dengan ikhlas
tujuannya tidak hanya untuk keduniaan saja, namun melalui pekerjaan yang
ditekuninya menjadi jalan menuju surga,†jelasnya.
Ia menegaskan masing-masing profesi dapat membawa
tiap pribadi menuju surga. Ketika sudah memilih berprofesi sebagai Aparatur
Sipil Negara (ASN), jangan mengharap menjadi ulama, karena profesinya berbeda.
“Contoh nyatanya, kedisiplinan waktu, bekerja secara
profesional, itulah langkah yang mengantarkan seorang guru atau ASN mencapai
surga, sehingga terjadi keseimbangan dunia dan akhirat,†tandasnya.
Sementara itu, guru MAN Batang, Endon Nur Cahyati
mengatakan, sebagai abdi negara tetap menjalankan tugas dan pengabdian di manapun
ditempatkan. Sekali pun itu jauh dari rumah tetap mengabdi dengan sepenuh hati.
“Semoga di tempat pengabdian yang baru, saya bisa
berkontribusi lebih baik, meskipun perjalanan untuk sampai ke tempat tugas
lebih lama, yang diperjuangkan tidak sia-sia,†katanya.
Di masa pandemi, Lanjut dia, para siswa tidak
kehilangan semangat belajar, meskipun dilakukan dari rumah.
“Siswa harus bisa menyesuaikan diri baik saat
pandemi maupun nanti ketika sudah tidak ada Covid-19,†harapnya.
Langkah nyata untuk memotivasi anak didik tetap
memiliki semangat belajar,menggunakan metode kolaboratif.
“Saya bersama guru lain akan membuat panduan belajar
praktikum yang akan dilakukan siswa saat berada di rumah. Guru menjadi
fasilitator apabila anak didiknya menemukan hambatan,†pungkasnya. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)