Batang - Bursa Kusus Kerja (BKK) kembali dibuka bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ingin berkarir, khususnya di dunia otomotif.
Batang - Bursa Kusus Kerja (BKK) kembali dibuka bagi
lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ingin berkarir, khususnya di dunia
otomotif.
Bekerja sama dengan perusahaan manufaktur, 200
lowongan pekerjaan terbuka lebar bagi mereka yang berkompeten di bidang suku
cadang otomotif. Tes tersebut dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan
yang ketat, mulai dari wajib bermasker, mencuci tangan menggunakan sabun dan
menjaga jarak aman antar peserta.
Kepala BKK SMK Negeri 1 Kandeman, Nanung Sutan
Ariwibowo mengemukakan, hampir setiap tahunnya SMK Kandeman membuka peluang
bagi anak didik untuk berkarir di sejumlah perusahaan baik lokal, nasional
maupun internasional.
Namun semenjak ada pandemi Covid-19, memang terjadi
penurunan yang sangat drastis, akan tetapi fenomena tersebut tidak menurunkan
semangat pihak sekolah untuk membantu anak didiknya menemukan bidang pekerjaan
yang sesuai.
“Lowongan pekerjaan itu menurun tapi kita berusaha
terus dan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur suku cadang
kendaraan dibuka secara umum, untuk lingkungan Kabupaten Batang dan
sekitarnya,†tuturnya, saat meninjau tes tertulis penerimaan karyawan
perusahaan di Gedung Pramuka, Kabupaten Batang, Selasa (15/12/2020).
Ia menerangkan, jumlah pelamar secara keseluruhan
mencapai 700 orang, namun dikarenakan sedang masa pandemi, maka jumlah yang
lolos seleksi administrasi hanya 200 orang, untuk mengikuti tes tertulis dan
wawancara secara virtual.
“Perusahaan membutuhkan 200 karyawan, tapi secara
bertahap akan dilakukan tes untuk gelombang kedua dan seterusnya, sampai
memenuhi target yang diharapkan perusahaan,†jelasnya.
Nanung mengimbau, agar anak didik yang telah lulus
dan akan memasuki dunia kerja, tetap memiliki semangat tinggi untuk berjuang di
tengah pandemi, harus pandai memanfaatkan peluang yang ada.
“Jangan hanya diam tanpa melakukan apapun dan
terlalu mengandalkan orang tua, tapi berusaha sebaik mungkin serta cari
informasi seputar dunia usaha,†tegasnya.
Sementara, General Manager Perusahaan Manufaktur
Otomotif Ari Widiastuti menyampaikan, sebagai makhluk sosial dituntut untuk
selalu produktif, apapun kondisinya. Tak terkecuali di masa pandemi, harus
aktif sehingga perekonomian tetap berjalan dengan baik, walaupun dengan
menerapkan protokol kesehatan 3M.
“Pandemi yang sedang kita alami ini tidak akan
sebentar, tidak bisa selama itu kita berhenti dan tidak melakukan apapun. Jadi
pemahaman untuk para calon karyawan juga penting, maka kami datang langsung ke
sini, untuk memastikan prosedur protokol kesehatan saat pelaksanaan tes tetap
berjalan dengan baik,†katanya.
Ia memastikan, bahwa saat pelaksanaan tetap dapat
dijaga jarak aman antar peserta, tata letak, sirkulasi udara cukup, kebersihan
ruangan juga penting. Jadi setiap jeda pelaksanaan tes tertulis ruangan
dibersihkan, jeda antar peserta yang mengikuti tes juga tidak terjadi penumpukan
di dalam ruangan.
“Kita butuh 250 karyawan untuk satu perusahaan
karena prediksi di tahun depan, terjadi kenaikan. Saat ini kita sudah melewati
titik terendah di tahun 2020, jadi saatnya menyongsong 2021 menuju kenormalan
baru,†ujarnya.
Ia berharap, lulusan baik tahun ini maupun tahun
sebelumnya harus memiliki semangat tinggi, mampu bangkit untuk bersaing secara
sehat memanfaatkan potensi masing-masing.
“Perbanyaklah membaca dan melihat situasi di
lapangan, saya kira semakin modernnya media informasi akan semakin cepat mereka
memperoleh hingga mencerna informasi secara cerdas, sehingga bisa mengambil
langkah tepat untuk berkarir atau menjadi wirausahawan milenial,†tandasnya.
Salah satu siswi lulusan SMK Dila menuturkan, tes
tertulis yang dilaksanakan ini cukup efektif, karena dari awal hingga akhir
semua pesertanya memakai masker dan wajib menjaga jarak aman.
“Saya masih baru lulus tahun ini, motivasi terbesar
untuk mengikuti tes ini agar diterima bekerja di perusahaan itu, demi membantu
ekonomi keluarga. Saya baru pertama kali mengikuti tes untuk lowongan kerja,
sempat merasa khawatir juga karena di masa pandemi ini banyak karyawan yang
dirumahkan atau bahkan tidak diterima di suatu perusahaan, tapi harus tetap
yakin dengan kemampuan diri,†paparnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)