Batang - Memasuki musim penghujan para pecinta ikan cupang yang tergabung dalam Komunitas Rukun Beta Batang berinisiatif membagikan ratusan ekor ikan cupang secara gratis kepada warga, agar bisa membasmi jentik nyamuk, sebagai bentuk antisipasi agar lingkungan terbebas dari Demam Berdarah Dengue (DBD).
Batang - Memasuki musim penghujan para pecinta ikan
cupang yang tergabung dalam Komunitas Rukun Beta Batang berinisiatif membagikan
ratusan ekor ikan cupang secara gratis kepada warga, agar bisa membasmi jentik
nyamuk, sebagai bentuk antisipasi agar lingkungan terbebas dari Demam Berdarah
Dengue (DBD).
Berdasarkan
penelitian yang diterbitkan di Jurnal Sains Nasional Universitas Nusa Bangsa
ini membandingkan daya predator antara ikan cupang dan ikan guppy. Hasilnya,
ikan cupang memiliki daya makan paling banyak mencapai 89 ekor jentik dalam
waktu enam jam. Sedangkan ikan guppy paling banyak hanya 47 ekor dalam waktu
enam jam.
“Anggota
kami membagi-bagikan 600 ekor ikan cupang untuk membasmi jentik-jentik nyamuk,
supaya tidak bisa berubah menjadi nyamuk dewasa. Apalagi sekarang sudah musim
hujan dan jentik nyamuk bisa dipergunakan untuk pakan ikan cupang,†kata Wakil
Ketua Rukun
Beta Batang Bayu Komarudin saat ditemui di Kauman, Kabupaten Batang, Selasa
(15/12/2020).
Untuk membasmi jentik nyamuk, Lanjut dia, akan lebih
efektif jika ikan cupang ditempatkan di bak mandi atau penampungan air.
“Di pasaran ikan cupang dengan usia 4 bulan biasa
dijual Rp15.000,00, tapi karena niat kami sekaligus untuk beramal dan bakti
sosial, jadi ikan ini dibagikan secara gratis, supaya bisa membantu sesama,â€
terangnya.
Menurut dia, meskipun sekarang belum terjadi kasus
DBD, tapi akan lebih baik apabila dilakukan langkah antisipasi dengan membasmi
jentik nyamuk.
“Rencananya awal Januari 2021 mendatang akan
dibagikan ikan cupang dengan jumlah lebih banyak,†ujarnya.
Salah satu warga, Endah menuturkan, meskipun di
rumah sudah terdapat beberapa ikan di kolam, tapi akan semakin maksimal jika
ditambah dengan beberapa ekor ikan cupang yang ditempatkan di bak mandi, supaya
dapat memberantas jentik nyamuk.
“Kebetulan sekali kalau ada yang bagi-bagi ikan
cupang, terus memang musim hujan seperti sekarang ini banyak jentik nyamuk,
jadi bisa mengurangi perkembangbiakannya,†ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan
Pegendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Farikhul
Nasror mengatakan, terdapat beberapa teknik pemberantasan DBD, yakni secara
kimia yang menggunakan cara pengasapan dan biologis memanfaatkan tanaman
lavender.
Cara biologis lainnya dapat menempatkan ikan cupang
di penampungan air. Ikan cupang diyakini dapat membantu untuk membasmi
jentik-jentik nyamuk.
“Ikan cupang bisa ditempatkan di kolam-kolam ikan
dan bak mandi yang rawan dijadikan tempat bersarangnya jentik nyamuk. Dengan
demikian, jentik-jentik nyamuk itu akan mati karena menjadi makanan ikan
cupang,†tuturnya.
Farikhul mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh
Komunitas Rukun Beta Batang sangat baik asal penempatannya pada tempat yang
sesuai, yaitu bak mandi dan bukan di toples. Sebaiknya dibudidayakan di
tempat-tempat yang bisa memungkinkan menjadi sarang jentik nyamuk.
“Justru ini malah lebih bagus, karena bisa
mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia. Pemanfaatan ikan cupang untuk
memberantas jentik nyamuk sangat dianjurkan,†tandasnya. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)