Pemkab Batang Dorong Usaha Rokok Tingwe Jadi Legal

Kamis, 03 Desember 2020 Jumadi Dibaca 2.321 kali Sosial
Pemkab Batang Dorong Usaha Rokok Tingwe Jadi Legal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang berinovasi berantas peredaran rokok tak bercukai. Para pelaku usaha rokok tingwe atau lintingan itu didorong agar produknya jadi legal. Sehingga tidak ada kucing-kucingan lagi dengan aparat berwenang.

Batang Pemerintah Kabupaten Batang berinovasi berantas peredaran rokok tak bercukai. Para pelaku usaha rokok tingwe atau lintingan itu didorong agar produknya jadi legal. Sehingga tidak ada kucing-kucingan lagi dengan aparat berwenang.

Peredaran rokok ilegal masih banyak ditemui. Penjualan dilakukan di sejumlah warung tersebar di wilayah Kabupaten Batang. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Batang Windu Suriadji menegaskan, melalui cara tersebut semua pihak akan lebih diuntungkan.

"Pelaku usaha rokok lintingan skala kecil, dari pada melakukan kegiatan ilegal kami dorong membuat pabrik sendiri. Kami akan memfasilitasi itu supaya produk rokok itu jadi legal," katanya di sela sosialisasi dana bagi hasil cukai rokok dengan Bea Cukai di Hotel Dewi Ratih, Kabupaten Batang, Rabu (2/12/2020).

Sosialisasi itu merupakan yang kedua kalinya. Saat ini pesertanya adalah para pelaku UMKM di Kabupaten Batang. Karena rokok tingwe adalah rokok rakyat, mereka bisa memilih harga cukai sesuai bujet masing-masing. Pastinya dengan harga cukai rokok terendah per batangnya.

Penyesuaian dilakukan dengan melihat kapasitas produksi dari masyarakat. Jika industri berjalan skala rumahan tentu kapasitasnya tidak seperti pabrik berskala besar.

"Di Kabupaten Kudus, masyarakat membuat ikatan semacam koperasi pembuat rokok tingwe. Kami melihat itu, jadi satu mesin cukai bisa digunakan bersama-sama. Membuat rokok lintingannya di satu tempat, dan bisa langsung dikenakan cukai untuk legalitasnya," jelasnya.

Dana bagi hasil cukai bisa digunakan untuk pembentukan kampung produksi rokok. Aturannya, saat orang membuat rokok lintingan untuk konsumsi sendiri, itu diperkenankan. Namun, untuk dijual harus dikenakan biaya cukai.

Sementara, Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan Kabupaten Batang, Wondi Ruki Trisnanto menambahkan, Pemkab Batang telah mensosialisasikan hal tersebut sejak tahun 2019. Jadi pelaku usaha rokok didorong memiliki hak patennya.

"Pelaku UMKM di bidang rokok lintingan telah kami fasilitasi untuk memiliki cukai sendiri. Itu berjalan sejak tahun 2019. Sosialisasi terus kami lakukan, pendanaannya bisa sampai beres. Karenanya perlu perencanaan secara matang," pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Kemeriahan Kenduri Batik 2026, Edukasi Budaya, Kampanye Alam dan Konser Ndarboy Gank Orkestra Kemeriahan Kenduri Batik 2026, Edukasi Budaya, Kampanye Alam dan Konser Ndarboy Gank Orkestra
Kemeriahan Kenduri Batik 2026, Edukasi Budaya, Kampanye Alam dan Konser Ndarboy Gank Orkestra
Batang Puncak peringatan Hari Batik Nasional yang dikemaa dengan Kenduri Batik 2026 berlangsung meriah di Objek Wisata Hutan Pinus Si Kembang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026).
17 Okt 2026 Jumadi 68
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 261
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 229
Jaga Keterikatan Alam dan Batik, Sikembang Menginspirasi Pembatik Lestarikan Warisan Leluhur Jaga Keterikatan Alam dan Batik, Sikembang Menginspirasi Pembatik Lestarikan Warisan Leluhur
Jaga Keterikatan Alam dan Batik, Sikembang Menginspirasi Pembatik Lestarikan Warisan Leluhur
Batang - Kenduri Batik yang menjadi puncak rasa syukur para pembatik Rifaiyah atas pengakuan eksistensinya di mata publik, menjadi warna tersendiri dengan dipilihnya wisata alam Sikembang sebagai pusat kemeriahan Hari Batik Nasional. Dipilihnya lokasi tersebut bukan tanpa alasan, namun lebih menitikberatkan pada upaya mendekatkan manusia pada alam yang memberikan inspirasi bagi leluhur untuk menciptakan karya-karya terbaiknya dalam seni membatik.
17 Okt 2026 Jumadi 65
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 162
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 181