Kerajinan Tas Kayu Resin Bisa Jadi Buah Tangan Khas Kabupaten Batang

Jumat, 23 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 3.748 kali IKM UKM UMKM
Kerajinan Tas Kayu Resin Bisa Jadi Buah Tangan Khas Kabupaten Batang
Batang - Kerajinan kayu dikenal di Indonesia sebagai budaya yang memiliki sejarah panjang, berbicara mengenai kerajinan tangan berbahan kayu, Indonesia merupakan daerah tropis dengan penghasil berbagai kayu yang akhirnya bisa dimanfaatkan untuk berkreasi.

Batang - Kerajinan kayu dikenal di Indonesia sebagai budaya yang memiliki sejarah panjang, berbicara mengenai kerajinan tangan berbahan kayu, Indonesia merupakan daerah tropis dengan penghasil berbagai kayu yang akhirnya bisa dimanfaatkan untuk berkreasi.

Hal ini yang dilakukan Bejo Prihatriyanto (27), Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang yang memanfaatkan sisa bahan kayu dibuat menjadi tas kayu resin sejak tahun 2016.

“Pada awalnya itu, melihat sisa bahan kayu mebel bapak yang tidak terpakai banyak sekali dan dibiarkan begitu saja. Pertama iseng buat kolase lukisan terlebih dahulu, setelah itu terlintas dipikiran ide untuk membuat tas kayu tetapi dengan diberi resin untuk motifnya jadi tidak mengandalkan urat pada kayunya saja sebagai motif,” kata Bejo Prihatriyanto saat ditemui di Rumahnya, Kamis (22/10/2020).

Pertama buat untuk sendiri dan kemudian memberikan diri membuat sampel dan saya tawarkan ke Yogyakarta mereka tertarik, akhirnya saya memproduksi masal sampai sekarang.

Ia menjelaskan, langkah pembuatan tas kayu resin juga lumayan mudah, tinggal kita memilih  sisa-sisa kayu yang sering dibuat untuk mebel seperti kayu nangka, kayu jati, dan kayu sono keling, setelah itu bahan dipotong dan disusun sesuai ukuran tas.

“Kemudian motif dibuat dengan kayu yang mempunyai urat unik, celahnya diberi resin untuk mendukung motif urat kayu agar lebih bagus dan mewah, tahap akhirnya bagian tengah dipotong untuk dimasukkan bahan kain sebagai pelapis tas dan diberi pengunci tas,” imbuhnya.

Untuk pemasaran tas kayu resin ini masih di Yogyakarta tepatnya di Jalan Malioboro, di Kabupaten Batang sendiri masih sedikit yang membeli tas ini, mungkin karena belum familiar saja, tas kayu resin dijual dengan harga Rp450.000,00.

“Awal pemasaran tas kayu resin dijual dari mulut ke mulut, karena sekarang masih viralnya jualan online saya membuat akun instagram dan facebook untuk pemasaran saat ini. Omset  sebulan  mencapai Rp15.000.000,00, tetapi pada pandemi Covid-19 berkurang penghasilannya,” pungkasnya.

Diharapkan, tas kayu resin bisa menjadi barang khas Kabupaten Batang dan dapat menjadi buah tangan yang bagus untuk wisatawan luar kota. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Cegah Laka Perlintasan Kereta Api, Pelajar Batang Diedukasi Cara Aman Melintas Cegah Laka Perlintasan Kereta Api, Pelajar Batang Diedukasi Cara Aman Melintas
Cegah Laka Perlintasan Kereta Api, Pelajar Batang Diedukasi Cara Aman Melintas
Batang - Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman menjadi harapan setiap warga sekolah, utamanya yang berdekatan dengan perlintasan kereta api. Menilik tata letak SMP Negeri 2 Batang, yang berdekatan dengan perlintasan kereta api, maka Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang merasa perlu menyosialisasikan tentang pentingnya edukasi pemahaman cara aman saat melewati perlintasan kereta api.
19 Okt 2026 Jumadi 52
Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa
Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa
Batang - Siapa yang tak terpikat dengan pesona Tol Khayangan. Jalur Mulus berlatar perbukitan megah yang menghubungkan wilayah Batang menuju dataran tinggi Dieng ini sudah lama jadi favorit para wisatawan. Namun, tahukah Anda bahwa jalan meliuk nan indah itu sebenarnya punya "saudara kembar".
19 Okt 2026 Jumadi 71
Sinergi Bareng Masyarakat, Kapolresta Gandeng Ulama Berantas Tawuran di Batang Sinergi Bareng Masyarakat, Kapolresta Gandeng Ulama Berantas Tawuran di Batang
Sinergi Bareng Masyarakat, Kapolresta Gandeng Ulama Berantas Tawuran di Batang
Batang - Semangat kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat terlihat jelas di Masjid Al-Anwar. Kapolresta Batang, Kombes Pol Warsono, bersama jajarannya hadir langsung membaur bersama warga dalam kegiatan pengajian rutin minggu pagi.
18 Okt 2026 Jumadi 136
Pentas Ketoprak Beksan Silir Pesisir di TMII, Bupati Batang Ajak Warga Perantauan Lestarikan Budaya Daerah Pentas Ketoprak Beksan Silir Pesisir di TMII, Bupati Batang Ajak Warga Perantauan Lestarikan Budaya Daerah
Pentas Ketoprak Beksan Silir Pesisir di TMII, Bupati Batang Ajak Warga Perantauan Lestarikan Budaya Daerah
Jakarta Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah menggelar pagelaran seni Ketoprak Beksan Silir Pesisir di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (18102026). Pagelaran tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan seni budaya Kabupaten Batang kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.
18 Okt 2026 Jumadi 153
Wujudkan Keharmonisan, Kapolresta Hadiri Kegiatan Minggu Kasih GKJ Batang Wujudkan Keharmonisan, Kapolresta Hadiri Kegiatan Minggu Kasih GKJ Batang
Wujudkan Keharmonisan, Kapolresta Hadiri Kegiatan Minggu Kasih GKJ Batang
Batang - Sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, Kapolresta Batang bersama jajaran melaksanakan kegiatan "Minggu Kasih" di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kabupaten Batang, Minggu (18102026). Kegiatan ini menjadi wujud kuat sinergi dan kedekatan antara aparat kepolisian dengan tokoh agama serta umat beragama.
18 Okt 2026 Jumadi 142
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 338