Program PRIMA KITB Cetak Lulusan 160 Siswa SMK Berkarakter dan Siap Kerja

Jumat, 03 Juli 2026 Jumadi Dibaca 26 kali Ekonomi
Program PRIMA KITB Cetak Lulusan 160 Siswa SMK Berkarakter dan Siap Kerja
Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) resmi ditutup melalui upacara closing ceremony di Taman Tematik KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang diinisiasi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) resmi ditutup melalui upacara closing ceremony di Taman Tematik KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (372026).

Batang - Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang diinisiasi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) resmi ditutup melalui upacara closing ceremony di Taman Tematik KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (3/7/2026).

Program tersebut menjadi salah satu upaya menyiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter dan mental yang kuat untuk memasuki dunia kerja. Sebanyak 160 siswa dari delapan SMK di Kabupaten Batang mengikuti pembekalan intensif selama lima hari, sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2026, dengan melibatkan delapan tenant industri di kawasan KITB.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati mengatakan, kawasan industri memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Kebutuhan investor tidak hanya sebatas tersedianya infrastruktur maupun kepastian perizinan, tetapi juga tenaga kerja yang siap bekerja dan memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan industri. PRIMA hadir untuk membangun mentalitas siswa agar lebih tangguh dan siap menghadapi dunia kerja setelah lulus sekolah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam program tersebut. Hal itu dilatarbelakangi tingginya angka turnover pekerja baru di sejumlah perusahaan yang mencapai sekitar 30 persen karena belum siap menghadapi budaya kerja industri.

“Karakter menjadi bekal penting agar mereka tidak hanya diterima bekerja, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang di lingkungan industri yang bersifat global dan multinasional. Menjadi buruh bukanlah akhir dari perjalanan karier seseorang. Justru dari posisi tersebut, setiap pekerja memiliki peluang untuk terus berkembang hingga menduduki jabatan strategis,” terangnya.

Indri Septa menyebutkan, dirinya sendiri memulai karier dari kawasan industri. Dengan pengalaman, karakter, dan kemauan belajar, seseorang bisa berkembang menjadi manajer, pimpinan perusahaan, bahkan menjadi wirausaha.

Ia juga memastikan, program PRIMA akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang seiring berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekda Batang Sri Purwaningsih mengapresiasi sinergi KITB, dunia pendidikan, serta mitra industri yang telah menyelenggarakan program tersebut. Para peserta telah melalui proses pembelajaran yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kedisiplinan, etos kerja, manajemen waktu, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

“Resiliensi adalah kemampuan untuk bertahan, bangkit dari kegagalan, dan mampu beradaptasi di tengah perubahan. Nilai inilah yang harus dimiliki generasi muda dalam menghadapi dunia industri masa depan,” tegasnya.

Sri menegaskan, Pemkab Batang ingin memastikan lulusan SMK mampu menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri. Program PRIMA merupakan langkah nyata untuk memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil dunia industri, sehingga lulusan SMK memiliki daya saing tinggi dan siap terserap pasar kerja.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari para orang tua peserta. Salah satunya, Evi Susilawati, warga Tosono, Kalongan, mengaku sempat merasa khawatir ketika anaknya mengikuti pembekalan yang cukup intensif.

Namun, ia tetap memberikan dukungan penuh karena meyakini pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga bagi masa depan anaknya.

“Sebagai orang tua tentu khawatir, tetapi saya tetap memberi semangat. Saya bangga anak saya bisa mengikuti program ini karena akan menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Digembleng KEK Industropolis, Ratusan Pelajar Batang Siap Masuki Dunia Kerja Digembleng KEK Industropolis, Ratusan Pelajar Batang Siap Masuki Dunia Kerja
Digembleng KEK Industropolis, Ratusan Pelajar Batang Siap Masuki Dunia Kerja
Batang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang Kembali menggelar Progam Reselensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) bagi 160 pelajar dari delapan SMK negeri dan swasta. Tak hanya menyiapkan calon tenaga kerja professional, namun program tersebut sebagai media untuk menggembleng mental para siswa lebih tangguh dan siap menghadapi dunia kerja.
03 Jul 2026 Jumadi 50
Perkuat Link and Match, PRIMA KITB Serap Ratusan Lulusan SMK Di Industri Perkuat Link and Match, PRIMA KITB Serap Ratusan Lulusan SMK Di Industri
Perkuat Link and Match, PRIMA KITB Serap Ratusan Lulusan SMK Di Industri
Batang - Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang digagas KEK Industropolis Batang mulai menunjukkan dampak nyata dalam menyiapkan lulusan SMK yang siap memasuki dunia kerja. Program tersebut dinilai berhasil memperkuat link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri di kawasan Batang.
03 Jul 2026 Jumadi 23
Pemkab Batang Apresiasi Program PRIMA, Perkuat SDM Vokasi Siap Kerja di Kawasan Industri Pemkab Batang Apresiasi Program PRIMA, Perkuat SDM Vokasi Siap Kerja di Kawasan Industri
Pemkab Batang Apresiasi Program PRIMA, Perkuat SDM Vokasi Siap Kerja di Kawasan Industri
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mengapresiasi penyelenggaraan Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang dinilai menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) vokasi yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di dunia industri. Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekda Batang Sri Purwaningsih, saat menghadiri penutupan Program PRIMA di KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (372026).
03 Jul 2026 Jumadi 24
Aturan Baru Sebut Sosialisasi Tower Tak Wajib, Komisi II DPRD Batang Tetap Tekankan Aspek Sosial Aturan Baru Sebut Sosialisasi Tower Tak Wajib, Komisi II DPRD Batang Tetap Tekankan Aspek Sosial
Aturan Baru Sebut Sosialisasi Tower Tak Wajib, Komisi II DPRD Batang Tetap Tekankan Aspek Sosial
Batang Komisi II DPRD Kabupaten Batang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan warga RT 03III Dukuh Pekuncen, Kelurahan Karangasem Utara, terkait penolakan perpanjangan masa operasional menara telekomunikasi (tower) di wilayah mereka.
03 Jul 2026 Jumadi 27
DPRD dan Bupati Batang Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Capai Rp196,3 Miliar DPRD dan Bupati Batang Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Capai Rp196,3 Miliar
DPRD dan Bupati Batang Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Capai Rp196,3 Miliar
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama DPRD menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (272026).
02 Jul 2026 Jumadi 90
UMKM Kerupuk Usek di Batang Bertahan Tiga Dekade, Pasarkan Produk hingga Demak UMKM Kerupuk Usek di Batang Bertahan Tiga Dekade, Pasarkan Produk hingga Demak
UMKM Kerupuk Usek di Batang Bertahan Tiga Dekade, Pasarkan Produk hingga Demak
Batang - Di tengah dinamika harga bahan baku, usaha kerupuk rumahan milik Titik Tarkumi di Kebundelan, Kelurahan Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, tetap bertahan dan berkembang. Usaha yang telah dikelola secara turun-temurun selama puluhan tahun ini mampu menyerap belasan tenaga kerja sekaligus memasok kerupuk ke berbagai daerah di Jawa Tengah.
02 Jul 2026 Jumadi 328