Batang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang Kembali menggelar Progam Reselensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) bagi 160 pelajar dari delapan SMK negeri dan swasta. Tak hanya menyiapkan calon tenaga kerja professional, namun program tersebut sebagai media untuk menggembleng mental para siswa lebih tangguh dan siap menghadapi dunia kerja.
Batang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang Kembali menggelar Progam Reselensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) bagi 160 pelajar dari delapan SMK negeri dan swasta. Tak hanya menyiapkan calon tenaga kerja professional, namun program tersebut sebagai media untuk menggembleng mental para siswa lebih tangguh dan siap menghadapi dunia kerja.
Plt Direktur Utama KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati menegaskan, kegiatan PRIMA digelar untuk menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan bermental tangguh, yang disiapkan sejak di bangku SMK.
“Investor tidak hanya butuh infrastruktur yang memadai, tapi juga calon pekerja yang lebih siap, dan tahan uji, sehingga bisa langsung bekerja begitu mereka selesai mengenyam pendidikan,” katanya, saat ditemui di Taman Tematik Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (3/7/2026).
Penekanan utama pelatihan ini agar para siswa memiliki karakter positif ketika terjun langsung ke dunia kerja. Ini karena sebelumnya telah banyak terserap sebagai pekerja di perusahaan-perusahaan di KEK Industropolis, tapi sayangnya baru beberapa bulan sudah mengundurkan diri, makanya PRIMA intens digelar agar mereka bermental baja.
Program tersebut didukung oleh delapan tenant atau perusahaan di lingkup KEK Industropolis Batang. Berbagai kegiatan yang menanamkan sikap optimis dan disiplin digelar selama lima hari, agar para siswa siap memasuki dunia kerja.
“Memang mereka disiapkan untuk jadi pekerja, namun apabila mereka punya mimpi, dedikasi tinggi dan karakter, pasti suatu saat bisa menjadi lebih dari saat ini. Entah jadi manajer, atau seperti saya sekarang, bahkan jadi pebisnis andal, karena ada transfer pengetahuan dari tiap perusahaan,” tegasnya.
Ia memastikan PRIMA akan digelar tiap tahunnya karena melihat potensi 15 ribu pelajar SMK yang ada di Kabupaten Batang.
“Ini sebagai langkah kesiapan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan kawasan industri,” jelasnya.
Program tersebut diikuti 160 pelajar dari SMKN 1 Batang, SMKN Warungasem, SMKN Kandeman, SMKN Blado, SMK Maarif NU Limpung, SMK Diponegoro Banyuputih, SMK Muhammadiyah Bawang dan SMK PGRI. Salah satu siswi Meilisa dari SMK Maarif NU Limpung mengungkapkan selama mengikuti pembekalan, justru menumbuhkan sikap optimis dan disiplin.
“Semua kegiatannya berkesan, cuma memang di sini lebih ditekankan ketahanan fisiknya. Tapi yang jelas setelah selesai pembekalan, sudah punya rencana untuk langsung kerja di KEK Industropolis Batang, cuma belum milih perusahaan yang mana,” ungkapnya.
Sementara itu, Evi Sulistyowati orang tua dari Meilisa mengaku terharu dengan kedisiplinan putrinya setelah dibekali para pelatih. Sempat khawatir terhadap kondisi fisik putrinya, namun nyatanya justru kini makin sehat.
“Ya cemas karena anak saya punya asam lambung, tapi sebagai orang tua cuma bisa mendukung. Alhamdulillah ternyata di sini nggak kambuh sama sekali,” tuturnya.
Dukungan pun ditunjukkan Penjabat (Pj) Sekda Batang Sri Purwaningsih yang bangga akan sikap optimis ratusan siswa peserta PRIMA.
“Ingat pertahankan sikap seperti ini, jangan sampai kendor semangat yang sudah bagus ini, untuk terjun ke dunia kerja,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)