Rapat penyelesaian masalah ganti rugi tanah wakaf dihadiri Bupati Batang Wihaji, Ketua BWI KH. Abdul Faqih, para Camat dan Nadzir di Hotel Sendang Sari
Tanah atau bangunan wakaf bukanlah milikmu, tetapi milik Allah maka buatlah bangunan seindah mungkin. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Batang KH. Abdul Faqih saat mendampingi Bupati Batang Wihaji dalam rapat menyelesaikan masalah wakaf terhadap desa yang tanahnya terdampak pembangunan jalan tol, di Hotel Sendang Sari, Selasa (29/8).
Dalam rapat penyelesaian ganti rugi bangunan wakaf juga dihadiri oleh para Camat dan para nadzir agar menemukan kata sepakat.
KH. Abdul Faqih mengatakan BWI Kabupaten Batang merupakan badan bentukan yang masih baru sehingga perlu waktu untuk menelaah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Memang dibutuhkan kesepakatan bersama antara Pemkab, BWI dan masyarakat, namun semua itu dengan ketepatan waktu agar tidak mundur lagi.
“Supaya masyarakat ini puas atas ganti rugi terhadap bangunan wakaf khususnya Masjid dan Mushola di tempat terdampak pembangunan jalan tol,” ucap beliau.
“Sudah saya sampaikan berulang kali bahwa wakaf ini bukan milikmu, tetapi milik daripada Allah maka buatlah keindahan yang sangat baik bagi kita yang menempati maupun bagi Allah,” imbuhnya.
Menurut Camat Subah Wahyu Setio Oetomo menanggapi bahwa pihaknya sangat mendukung atas diselenggarakannya rapat ini karena sangat membantu tugas para nadzir semakin cepat. Untuk Subah sendiri sudah dilakukan pengecekan oleh tim dari Kabupaten dan hampir 90 % sudah jadi.
Sementara itu Nur Cahyo warga Subah menyampaikan supaya proses administrasi ganti rugi dipermudah dan dipercepat sehingga ke depan harapannya akan semakin baik.
“Alhamdulillah di Subah sudah ada tempat pengganti untuk dibangun kembali Mushola sehingga akan mempermudah kegiatan keagamaan warga desa,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut Bupati Batang Wihaji mengharapkan agar ada pendampingan hingga tingkat pusat dalam proses ganti rugi tanah wakaf sehingga tidak memakan banyak waktu. (Heri/McBatang)
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
Batang - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng telah mengkuhkan, Suudi sebagai Ketua PBSI Batang untuk masa bakti 2025 - 2029. Pasca dikukuhkan, seluruh Pengkab PBSI Batang segera menggelar rapat kerja untuk menentukan target dan even yang dapat membawa atlet bulutangkis daerah menembus ke kancah provinsi maupun nasional.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.