Batang- Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah menjadi wilayah Kampung Tangguh Nusantara Candi diharapkan mampu meminimalisir dan menangkal penyebaran virus Corona atau Covid -19.
Batang- Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah menjadi
wilayah Kampung Tangguh Nusantara Candi
diharapkan mampu meminimalisir dan menangkal penyebaran virus Corona atau Covid -19.
“Kampung tangguh Nusantara candi ini merupakan
itikad bersama untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dilingkungan kita,â€
kata Kapolres Batang AKBP Abdul Waras saat meninjau kampung tangguh nusantara
candi di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Selasa
(16/6/2020).
Nampak hadir Wakil Bupati Batang Suyono, Dandim
0736/Batang Letkol Kav. Henry RJ Napitupulu, Pejabat Utama Polres Batang,
Forkopimcam Subah, Perangkat desa dan satgas Covid-19 Kecamatan Subah.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengajak
masyarakat untuk mendukung kebijakan Pemerintah yaitu penerapan New Normal atau adaptasi kehidupan baru.
“Mari bersama-sama mencegah virus Corona dengan
baik, saling peduli dan semangat
gotong-royong mengedepankan protokol kesehatan untuk menuju New Normal dan juga meningkatkan
ketahanan pangan ditengah pandemi corona,†jelasnya.
Ia berharap, masyarakat Desa Kemiri Barat harus
benar-benar menjaga kampungnya secara rutin melakukan pantauan, saling jaga,
menerapkan protokol kesehatan, dan mendata warga yang keluar masuk desanya.
"Saya apresiasi kepada warga Kemiri Barat yang
bersedia ditunjuk sebagai kampung tangguh nusantara candi, terlebih desa ini
masuk dalam kategori salah satu desa yang memiliki banyak prestasi di Kabupaten
Batang," ungkapnya.
Ia menambahkan, peran aktif masyarakat sangat
diperlukan dalam pencegahan penyebaran virus Corona, karena tanpa peran aktif
masyarakat upaya maksimal pemerintah akan sia-sia.
Sementara, Wakil Bupati Batang Suyono mendukung,
gagasan Polres Batang yang menggelar lomba desa tangguh nusantara candi. Warga
Kemiri Barat memiliki kekompakan yang luar biasa masyarakatnya yang rukun,
agamis dengan adanya ponpes bahkan beberapa kali dalam pemilihan Kepala desa no money politik.
"Kekompakan ini perlu dicontoh oleh desa yang
lainnya, karena warga telah sepenuhnya sadar akan pentingnya kemajuan untuk
desanya," tuturnya.
Saat ini Pemda Batang telah mulai belajar New Normal
atau adaptasi kehidupan baru, ini perlu terus disosialisasikan kepada warga
karena masih banyak warga yang belum memahami apa itu New Normal.
"New
Normal bukan berarti virus Corona sudah hilang, tapi kita dituntut untuk
lebih waspada, tingkatkan pola hidup sehat dan terapkan protokol kesehatan,"
tandasnya.
Dalam New Normal
lanjutnya, masyarakat boleh beraktivitas seperti biasa, namun kewaspadaan untuk
pencegahan covid-19 tetap menjadi prioritas, kalau masyarakat terus berdiam
diri dirumah ekonomi bisa hancur.
"Saya pesan kepada warga Kemiri Barat jangan
sampai program ini gagal, sehingga perlu koordinasi dengan seluruh elemen
masyarakat untuk meggerakkan sendi-sendi, sehingga warga sadar sepenuhnya akan
pencananganan ini," pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)