Batang - Dari hasil evaluasi Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga terdampak Covid-19. Ternyata ada ribuan penerima manfaat yang tidak mengambil BST dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Batang.
Batang - Dari hasil evaluasi Bantuan Sosial Tunai
(BST) untuk warga terdampak Covid-19. Ternyata ada ribuan penerima manfaat yang
tidak mengambil BST dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah
Kabupaten Batang.
"BST APBD Batang tahap pertama ada sekitar 2.386
Kepala Keluaraga (KK) penerima manfaat yang tidak mengambil bantuan yang
nilainya seberar Rp300 ribu," kata Bupati Batang Wihaji saat dikonfirmasi,
Jumat (5/6/2020).
Mereka tidak mengambil karena sakit, ada yang merasa
mampu, penerima dobel dan ada yang keluar kota atau pindah.
"Saya pastikan untuk BST tidak ada yang dobel
semua dari data, karena kita menggunakan teknologi, sehingga tidak bisa
dibohongi. Seandainya dobel kita ambil dan kembalikan ke kas daerah," jelasnya.
Disebutkan, data penerima manfaat bersumber dari
APBD sebanyak, 21.328 KK, realisasi penyaluran bantuan sebanyak 18. 942 KK. BST
yang tidak diambil sebanyak 2.386 KK. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)