Batang - Ribuan guru Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan Pondok Pesantren (Ponpes) menerima insentif keagamaan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di Halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang, Rabu (3/6/2020).
Batang - Ribuan guru Madrasah Diniyah (Madin), Taman
Pendidikan Quran (TPQ) dan Pondok Pesantren (Ponpes) menerima insentif
keagamaan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin
Maimoen di Halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang, Rabu
(3/6/2020).
“Dana insentif keagamaan itu diberikan dengan tujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan para guru Madin, TPQ dan Ponpes. Karena berkat
peran mereka anak-anak memperoleh ilmu keagamaan yang baik, mulai dari ilmu
baca tulis Alquran dan lainnya yang berguna untuk akhirat,” kata Staf Pondok
Pesantren Kantor Kemenag Batang, Irfa’i.
Dia mengatakan, jumlah keseluruhan penerima insentif
keagamaan se-Kabupaten Batang mencapai 8.640 orang dengan nominal Rp100.000,00
tiap bulannya. Dan diberikan tiap tiga bulan sekali.
“Pengambilannya bisa dilakukan di Bank Jateng Cabang
Batang, Limpung. Sentral pengambilan sebenarnya dilakukan di Bank Jateng Syariah
(BJS) Pekalongan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irfa’i menerangkan, berkat
kesigapannya, BJS Pekalongan rutin berkeliling dan khusus Kabupaten Batang
memberikan pelayanan setiap hari Rabu dan Sabtu di Halaman Kantor Kemenag.
“InsyaAllah insentif keagamaan ini bermanfaat dan
berkah bagi penerimanya,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Irfa’i juga
menyampaikan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ketua Badan Koordinasi
TPQ, kegiatan belajar mengajar (KBM) di TPQ dimungkinkan akan dimulai bersamaan
dengan KBM di sekolah formal.
Sementara, Lilik Farida salah satu guru Madin dari
Desa Sukoyoso Kecamatan Blado mengutarakan, bantuan insentif keagamaan yang
diberikan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah sangat membantu para
guru Madin.
“Bantuan insentif ini sudah saya terima empat kali
dalam satu tahun dan sangat membantu bagi kami yang mengajar di Madin dan TPQ,”
tuturnya.
Dirinya mengatakan, kesibukannya setiap hari hanya
mengajar mengaji sebelum adanya pandemi Covid-19. Namun sejak adanya virus
Corona yang mewabah yang mengharuskan kegiatan belajar mengajar di kelas
dihentikan, membuatnya bersedih.
“Bagi kami mendidik mengaji anak-anak itu penting
sekali, semenjak pandemi Covid-19 ini menyebabkan kekhawatiran karena para
santri tidak mendapat pelajaran lagi dari Madin,” ungkapnya.
Ia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir supaya
dapat mengajar pendidikan Alquran kembali kepada para santrinya.
“Nantinya saat New
Normal diberlakukan di Kabupaten Batang dan kegiatan pendidikan Alquran
kembali diaktifkan tentu pihak Madin akan menerapkan protokol kesehatan.
Seperti menata meja dan tempat duduk dengan jarak minimal 1 meter antar santri,
menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun serta memakai masker untuk
meminimalisir penularan Covid-19,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)