Proteksi Lahan Pertanian di Musim Penghujan

Rabu, 15 Januari 2020 Jumadi Dibaca 1.356 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Proteksi Lahan Pertanian di Musim Penghujan
Batang - Datangnya musim penghujan mengharuskan para petani Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, mulai meningkatkan kewaspadaan agar padi terhindar dari kerusakan, seperti terendamnya lahan pertanian karena banjir.

Batang - Datangnya musim penghujan mengharuskan para petani Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, mulai meningkatkan kewaspadaan agar padi terhindar dari kerusakan, seperti terendamnya lahan pertanian karena banjir.

Para petani menyayangkan banyaknya sampah plastik yang menyumbat saluran air sehingga menyebabkan saluran irigasi tidak lancar. Saat musim penghujan datang mengakibatkan naiknya air ke permukaan hingga padi mengalami kerusakan.

“Mereka mulai memutar otak, untuk melindungi lahan mereka dengan berbagai strategi, di antaranya memperbaiki saluran irigasi,” kata salah seorang petani Haryanto, saat ditemui di lahan pertaniannya di Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Rabu (15/1/2020).

Haryanto mengungkapkan, untuk mengantisipasi naiknya air ke permukaan perlu dilakukan kerjasama antara dinas terkait dan petani agar saluran irigasi kembali lancar.

“Terutama saluran supaya tidak tersumbat. Sementara sampah plastik itu semakin menumpuk, saluran irigasi jadi dangkal akhirnya air mudah naik dan banjir,” ujarnya.

Ia berharap, dilakukan pengerukan supaya saluran lebih dalam, sehingga air tidak mudah naik ke permukaan.

“Terakhir panen bulan Oktober 2019 lalu, per hektar bisa mengalami kenaikan mencapai satu ton, jika pengairan cukup. Namun jika pengairan kurang seperti waktu musim kemarau panen bisa menurun hingga setengah ton per hektar,” paparnya.

Ke depan para petani meminta agar Pemerintah Kabupaten Batang melalui dinas terkait membantu masalah pengairan, sehingga di musim kemarau yang akan datang, semua merasakan hasil panen yang melimpah.

Sementara, salah satu penyuluh pertanian wilayah binaan Kasepuhan Batang Hadi Subiyanto mengatakan, selain pengerukan saluran irigasi langkah lebih lanjut harus dilakukan pembenahan beberapa tanggul yang jebol.

“Harus ada pengerukan atau normalisasi sungai, supaya air bisa lancar dan perlunya perbaikan tanggul sungai itu sendiri, karena banyak yang jebol di area pinggiran, akhirnya saat musim penghujan airnya meluap masuk ke lahan sawah,” jelasnya.

Dijelaskannya, dampak yang dirasakan petani, tentunya padi yang baru mereka tanam, mudah membusuk. Masalah lain yang dihadapi petani di wilayah pesisir adalah ancaman air pasang, yang dapat menerjang lahan pertanian.

“Banyak air laut itu masuk ke sawah, karena pintu air yang tidak berfungsi dengan baik di wilayah Kasepuhan dan Denasri.” pungkasnya

Namun para petani Kasepuhan memiliki inisiatif untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan dengan menerapkan prinsip “gombrang” yaitu secara swadaya mereka melakukan pengerukan saluran irigasi agar permukaan air lebih dalam sehingga meminimalisasi terjadinya sawah yang terendam banjir.

Ia berharap, adanya kerjasama antara Dinas Pertanian dan Dinas Pengairan, sehingga saluran air tidak sampai meluap. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Batang - Kegiatan Wonotunggal Expo yang merupakan rintisan dari Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa digelar dalam rangka gelar budaya yang secara rutin setiap tahunnya. Gelaran ini merupakan upaya untuk meningkatkan geliat UMKM Di Kabupaten Batang pada umumnya dan khususnya Kecamatan Wonotunggal.
26 Ags 2026 Jumadi 67
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Batang - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang menggelar upacara peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026). Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
26 Ags 2026 Jumadi 176
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
26 Ags 2026 Jumadi 151
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Batang - Kardus bekas bertuliskan penggalangan donasi memutar pelan di tengah lingkaran ratusan anak. Jemari-jemari kecil bergantian memasukkan lembaran rupiah, bahkan ada yang merelakan celengan yang mereka rawat bertahun-tahun demi meringankan beban korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
26 Ags 2026 Jumadi 74
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Batang - Musim kemarau di Kabupaten Batang tak hanya membawa hawa kering, tetapi juga ancaman nyata bagi para petani: pergerakan hama tikus yang mulai bergerilya di sejumlah sentra pertanian. Kendati demikian, Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan (Dispaperta) Kabupaten Batang memastikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, kondisi di lapangan masih aman dan belum ada tanaman yang sampai mengalami puso atau gagal panen.
26 Ags 2026 Jumadi 235
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Batang - Pemandangan barisan truk besar yang parkir berderet di sekitar Exit Tol Kandeman masih jadi pemandangan sehari-hari. Berhentinya armada bongkar muat ini tak sekadar membikin estetika gerbang masuk Kabupaten Batang tampak semrawut, tetapi juga mengancam ketertiban jalan. Rencana Pemkab Batang menyulap kawasan tersebut menjadi kantong parkir resmi pun harus jalan di tempat lantaran terganjal lahan.
26 Ags 2026 Jumadi 79