Batang - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Sallallahhu Alaihi Wassalam, Yayasan Pendidikan dan Sosial Gerakan Sedekah Harian menggelar kegiatan silaturahim bersama para santri Daruttaubah di Rutan Rowobelang, Kabupaten Batang, Sabtu (14/12/2019).
Batang - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad
Sallallahhu Alaihi Wassalam, Yayasan Pendidikan dan Sosial Gerakan Sedekah
Harian menggelar kegiatan silaturahim bersama para santri Daruttaubah di Rutan Rowobelang, Kabupaten Batang, Sabtu (14/12/2019).
Kegiatan itu menghadirkan Habib Idrus Bin Alwy Al
Bahr, penggagas Blok Santri Daruttaubah Rutan Rowobelang Ustad
Hidayah Prima Saputra, Ketua Harian Gerakan Sedekah Harian Ustad Kiki Surki dan
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Mustofa.
Ketua Harian Gerakan Sedekah Harian Ustad Kiki Surki
mengutarakan, gerakan ini didirikan sejak bulan November 2018 dan telah
mencetak anggota sebanyak 190 anggota yang rutin bersedekah Rp2.000,00 tiap
harinya.
“Gerakan Sedekah Harian bermanfaat bagi para santri
yang saat ini masih menempuh pendidikan hafalan Alquran, mendukung kegiatan
Ngopi Karo Ngaji dan Komunitas Pemuda Berhijrah, yang insya Allah akan
menggelar program penghapusan tatto,â€tuturnya.
Sementara Ustad Kiki saat ini berfokus untuk
membantu warga binaan di Blok Santri Daruttaubah, sehingga keberadaan pondok
pesantren di dalam Rutan telah menghasilkan 60 santri. Ada sekitar 60 pakaian
dan sarung yang diberikan kepada para santri Daruttaubah.
“Alhamdulillah berkat ketekunan para anggota Gerakan
Sedekah Harian, bersedekah kepada para santri di Blok Santri Daruttaubah,
semoga keridhoan Allah selalu menyertai kita,†harapnya.
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Rowobelang
Batang, Mustofa mengatakan, pondok pesantren di Rutan telah diresmikan tahun
lalu, yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al Ikhsan III Batang, yang telah
melahirkan 60 santri.
“Untuk menjadi santri jangan cuma cukup di Rutan
Batang saja, kalau bisa setelah bebas nanti melanjutkan ke pondok pesantren.
Sangat mubazir jika pondasi sudah dibangun, tapi atapnya kita robohkan sendiri,
maka alangkah baiknya meneruskan pendidikan sebagai santri saat telah
bebas,â€ungkapnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)