Batang - Bupati Batang Wihaji memberikan kuliah umum kepada 300 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Kampus Batang tentang Pancasila di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (23/10/2019).
Dalam kesempatan itu, Bupati Batang Wihaji menyampaikan materi kuliah umum berjudul Merawat Kebhinekaan untuk Menjaga Kebutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Materi juga banyak membahas tentang globalisasi dan teknologi masa kini yang dapat mengikis nasionalisme dan patriotisme.
Bupati Batang Wihaji mengatakan setuju atau tidak setuju kita adalah Indonesia. Karena itu di sini mahasiswa merupakan harapan masa depan sebuah negara salah satunya kontribusi dalam merawat kebhinekaan Indonesia karena mahasiswa mempunyai kekuatan yang luar biasa.
“Dalam kebhinekaan ini ayo kita jaga NKRI, karena hari ini sangat sensitif sekali negara kita lagi diuji dengan berbagai problemnya. Apa lagi dengan dunia teknologi yang sangat luar biasa seperti media sosial,†ujarnya.
Karena sebagian besar mahasiswa sudah menggunakan media sosial untuk mencari informasi, lanjutnya, tapi media sosial justru hanya sebatas status, mencari jodoh, atau untuk belajar.
Ia menjelaskan percaya atau tidak percaya perilaku mahasiswa hari ini untuk teknologi, tapi inovasi dari mahasiswa untuk menata masa depan termasuk memahami karakter kebhinekaan.
“Nilai-nilai luhur Pancasila sangat penting dalam memperkokoh karakter para mahasiswa Undip Batang sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia. Revolusi industri 4.0 justru dapat dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan semangat belajar para mahasiswa menjadi yang terbaik dan memberi kontribusi positif kepada pemerintah,†jelasnya.
Harapannya untuk mahasiswa yang akan menggatikan tongkat masa depan harus dapat menghilangkan ego setiap individu yang berbeda daerah dan suku, tetapi kita harus menegaskan bahwa kita itu adalah Bangsa Indonesia. (MC Batang, Jateng/Roza)