Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan

Selasa, 28 April 2026 Jumadi Dibaca 446 kali Teknologi
Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Bapperida Batang menggelar Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Inovasi kemasan ramah lingkungan bertajuk Lumiseed karya Anisa Fitriani dan Febriana Arsi Az-Zahra menjadi salah satu yang mencuri perhatian dalam ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).

Batang - Inovasi kemasan ramah lingkungan bertajuk “Lumiseed” karya Anisa Fitriani dan Febriana Arsi Az-Zahra menjadi salah satu yang mencuri perhatian dalam ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (28/4/2026).

Lumiseed merupakan pengembangan kemasan sekunder berbahan seed paper yang memanfaatkan limbah pertanian seperti batang pisang (banana pseudostem) dan kulit jagung (corn husk). Produk ini mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi kemasan yang dapat ditanam kembali.

“Produk kami berupa seed paper, yaitu kertas yang mengandung benih tanaman. Selain ramah lingkungan, produk ini juga bersifat biodegradable dan kompostabel,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bahan yang digunakan dalam pembuatan Lumiseed berasal dari sumber lokal, seperti limbah batang pisang, kulit jagung, serta bahan pendukung lain seperti gum guar, tepung tapioka, sodium alginate, dan kalsium laktat. Produk ini juga dilengkapi dengan berbagai jenis benih tanaman, mulai dari sayuran seperti sawi dan bayam hingga pohon trembesi.

“Dari sisi pemanfaatan, Lumiseed memiliki beragam aplikasi, antara lain sebagai undangan pernikahan, suvenir, paper bag, label harga (price tag), hingga name tag. Keunggulan utama produk ini adalah kemampuannya untuk ditanam dan tumbuh menjadi tanaman. Persentase tumbuhnya sekitar 83 hingga 91 persen, dan bisa mulai tumbuh dalam waktu kurang dari 30 hari setelah ditanam,” terangnya.

Menurut Anisa, inovasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan kerap dibakar sehingga menimbulkan polusi. Melalui Lumiseed, limbah tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Selain itu, inovasi ini juga ditujukan untuk memberdayakan petani lokal serta mendukung ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Lumiseed juga selaras dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, inovasi industri, serta pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Dalam pengembangannya, Lumiseed telah mendapatkan respons positif dari pasar. Beberapa produk bahkan telah menerima pesanan dari konsumen.

“Untuk kisaran harga, produk paper bag ukuran sedang dibanderol antara Rp8 ribu hingga Rp15 ribu, sementara undangan berbahan seed paper berkisar Rp1.200,00 hingga Rp2.500,00 per lembar,” ungkapnya.

Anisa menambahkan, ke depan pihaknya akan terus mengembangkan inovasi ini menjadi produk-produk lain yang tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

“Harapannya, produk ini bisa membantu meningkatkan ekonomi petani lokal sekaligus mengurangi limbah di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Siska)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 329
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 287
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 268
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 354
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 400
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 371