Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah

Selasa, 28 April 2026 Jumadi Dibaca 444 kali Pendidikan dan Latihan
Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo menyampaikan, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah.
Batang -  Di balik riuhnya suasana kelas di Kabupaten Batang, terselip sebuah realita yang cukup menyentil. Ribuan bangku sekolah perlahan kosong, meninggalkan catatan merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hingga 27 April 2026, fenomena anak putus sekolah atau Drop Out (DO) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.

Batang -  Di balik riuhnya suasana kelas di Kabupaten Batang, terselip sebuah realita yang cukup menyentil. Ribuan bangku sekolah perlahan kosong, meninggalkan catatan merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hingga 27 April 2026, fenomena anak putus sekolah atau Drop Out (DO) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo, membeberkan angka yang cukup mencengangkan meski statusnya masih data sementara. Tercatat ada 551 siswa SD, sekitar 1.400-an siswa SMP, dan 1.145 siswa SMA/SMK yang terdata tidak lagi melanjutkan pendidikan.

“Angka-angka di atas bukanlah sekadar statistik mati. Di balik tiap angka, ada upaya guru yang berjuang menjemput paksa masa depan muridnya,” katanya saat ditemui di Kantornya, Selasa (28/4/2026).

Bambang menceritakan bagaimana pihak sekolah kerap melakukan aksi "jemput bola" melalui home visit untuk membujuk siswa kembali ke kelas. Salah satu potret nyata terjadi di pelosok Batang, di mana seorang siswa kelas 6 SD hampir saja kehilangan mimpinya karena lama tidak masuk sekolah. Beruntung, guru yang peduli segera mendatangi kediamannya.

“Kadang siswa sudah tidak masuk tanpa keterangan, sekolah sudah menghubungi. Setelah ada imbauan dari guru dan dilakukan home visit, ada yang akhirnya mau kembali sekolah,” jelasnya.

Selama ini, kemiskinan selalu dituding sebagai terdakwa utama. Namun, Bambang meluruskan bahwa faktor ekonomi hanyalah satu dari sekian banyak benang kusut yang menyebabkan anak berhenti sekolah. Ada masalah yang lebih dalam: keretakan rumah tangga dan pola asuh.

Bambang menemukan fakta di lapangan bahwa ada anak dari keluarga mampu yang justru putus sekolah karena kurangnya kasih sayang.

“Sebetulnya bukan semata-mata miskin. Ada juga keluarga yang mampu, tapi karena rumah tangganya tidak harmonis, anak akhirnya kurang mendapat perhatian,” ungkapnya.

Baginya, pendidikan adalah sebuah bangunan yang ditopang oleh empat pilar: sekolah, orang tua, masyarakat, dan lingkungan. Jika salah satu goyah, maka masa depan anak taruhannya.

Jika sekolah sudah berusaha dan orang tua telah membiayai, tantangan terakhir yang paling sulit ditaklukkan adalah lingkungan pergaulan. Bambang menyoroti bagaimana kebiasaan nongkrong hingga larut malam secara perlahan membunuh motivasi belajar anak.

“Ada anak yang tiap malam begadang dengan teman-temannya, akhirnya bangunnya siang dan malas sekolah. Itu pengaruh lingkungan. Pada akhirnya, kunci pencegahan putus sekolah kembali ke meja makan di rumah masing-masing, yakni melalui parenting atau pola pengasuhan yang kuat,” ujar dia.

Tanpa sinergi antara semangat guru dan dukungan orang tua, perjuangan menyelamatkan pendidikan anak akan terasa sangat berat.

“Sekolah sudah menghimbau, guru sampai datang ke rumah. Tapi kalau orang tuanya tidak memberi dukungan yang baik, ya susah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata
Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata
Batang - Diskominfo Batang mengundang para admin data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Kecamatan untuk mengevaluasi hasil dari pendampingan dalam penyusunan data, tingkat kabupaten. Evaluasi tersebut merupakan upaya agar para admin dalam pengelolaan data sektoral harus berbasis metadata, sehingga menghasilkan keakuratan data.
15 Okt 2026 Jumadi 109
Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK
Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK
Batang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi keamanan siber bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan perangkat desa di Balai Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu (14102026).
15 Okt 2026 Jumadi 189
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional
Batang Pembangunan jogging track di Stadion Moh Sarengat, Kabupaten Batang telah rampung dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang. Fasilitas olahraga tersebut kini tinggal menunggu waktu peresmian sebelum dapat dimanfaatkan masyarakat.
15 Okt 2026 Jumadi 118
SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas
SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas
Batang Wakil Bupati Batang Suyono mengusulkan agar, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyimpan sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari dan mengirimkannya ke puskesmas terdekat atau dinas terkait untuk pemeriksaan laboratorium. Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi dugaan keracunan makanan pada penerima manfaat program MBG.
15 Okt 2026 Jumadi 162
Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun
Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun
Batang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang terus menggencarkan pelayanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi pemilih pemula. Langkah ini menyasar para pelajar sekolah hingga masyarakat di berbagai wilayah untuk mempercepat cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
15 Okt 2026 Jumadi 153
Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove
Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove
Batang PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Batang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove jenis Rhizophora di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (15102026).
15 Okt 2026 Jumadi 85