Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah

Selasa, 28 April 2026 Jumadi Dibaca 37 kali Pendidikan dan Latihan
Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo menyampaikan, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah.
Batang -  Di balik riuhnya suasana kelas di Kabupaten Batang, terselip sebuah realita yang cukup menyentil. Ribuan bangku sekolah perlahan kosong, meninggalkan catatan merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hingga 27 April 2026, fenomena anak putus sekolah atau Drop Out (DO) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.

Batang -  Di balik riuhnya suasana kelas di Kabupaten Batang, terselip sebuah realita yang cukup menyentil. Ribuan bangku sekolah perlahan kosong, meninggalkan catatan merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hingga 27 April 2026, fenomena anak putus sekolah atau Drop Out (DO) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo, membeberkan angka yang cukup mencengangkan meski statusnya masih data sementara. Tercatat ada 551 siswa SD, sekitar 1.400-an siswa SMP, dan 1.145 siswa SMA/SMK yang terdata tidak lagi melanjutkan pendidikan.

“Angka-angka di atas bukanlah sekadar statistik mati. Di balik tiap angka, ada upaya guru yang berjuang menjemput paksa masa depan muridnya,” katanya saat ditemui di Kantornya, Selasa (28/4/2026).

Bambang menceritakan bagaimana pihak sekolah kerap melakukan aksi "jemput bola" melalui home visit untuk membujuk siswa kembali ke kelas. Salah satu potret nyata terjadi di pelosok Batang, di mana seorang siswa kelas 6 SD hampir saja kehilangan mimpinya karena lama tidak masuk sekolah. Beruntung, guru yang peduli segera mendatangi kediamannya.

“Kadang siswa sudah tidak masuk tanpa keterangan, sekolah sudah menghubungi. Setelah ada imbauan dari guru dan dilakukan home visit, ada yang akhirnya mau kembali sekolah,” jelasnya.

Selama ini, kemiskinan selalu dituding sebagai terdakwa utama. Namun, Bambang meluruskan bahwa faktor ekonomi hanyalah satu dari sekian banyak benang kusut yang menyebabkan anak berhenti sekolah. Ada masalah yang lebih dalam: keretakan rumah tangga dan pola asuh.

Bambang menemukan fakta di lapangan bahwa ada anak dari keluarga mampu yang justru putus sekolah karena kurangnya kasih sayang.

“Sebetulnya bukan semata-mata miskin. Ada juga keluarga yang mampu, tapi karena rumah tangganya tidak harmonis, anak akhirnya kurang mendapat perhatian,” ungkapnya.

Baginya, pendidikan adalah sebuah bangunan yang ditopang oleh empat pilar: sekolah, orang tua, masyarakat, dan lingkungan. Jika salah satu goyah, maka masa depan anak taruhannya.

Jika sekolah sudah berusaha dan orang tua telah membiayai, tantangan terakhir yang paling sulit ditaklukkan adalah lingkungan pergaulan. Bambang menyoroti bagaimana kebiasaan nongkrong hingga larut malam secara perlahan membunuh motivasi belajar anak.

“Ada anak yang tiap malam begadang dengan teman-temannya, akhirnya bangunnya siang dan malas sekolah. Itu pengaruh lingkungan. Pada akhirnya, kunci pencegahan putus sekolah kembali ke meja makan di rumah masing-masing, yakni melalui parenting atau pola pengasuhan yang kuat,” ujar dia.

Tanpa sinergi antara semangat guru dan dukungan orang tua, perjuangan menyelamatkan pendidikan anak akan terasa sangat berat.

“Sekolah sudah menghimbau, guru sampai datang ke rumah. Tapi kalau orang tuanya tidak memberi dukungan yang baik, ya susah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Batang - Inovasi kemasan ramah lingkungan bertajuk Lumiseed karya Anisa Fitriani dan Febriana Arsi Az-Zahra menjadi salah satu yang mencuri perhatian dalam ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 42
Pemkab Batang Gelar Lomba Krenova 2026, Dorong Inovasi Ketahanan Pangan Pemkab Batang Gelar Lomba Krenova 2026, Dorong Inovasi Ketahanan Pangan
Pemkab Batang Gelar Lomba Krenova 2026, Dorong Inovasi Ketahanan Pangan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 89
Faelasufa Apresiasi Krenova 2026 Batang, Dorong Inovasi Lokal Siap Dipasarkan Faelasufa Apresiasi Krenova 2026 Batang, Dorong Inovasi Lokal Siap Dipasarkan
Faelasufa Apresiasi Krenova 2026 Batang, Dorong Inovasi Lokal Siap Dipasarkan
Batang - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang sekaligus praktisi Faelasufa Faiz mengapresiasi pelaksanaan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 41
Perkuat Pendidikan Agama, Pemuda Pancasila Serahkan 16 Ribu Mushaf Al-Quran ke Pemkab Batang Perkuat Pendidikan Agama, Pemuda Pancasila Serahkan 16 Ribu Mushaf Al-Quran ke Pemkab Batang
Perkuat Pendidikan Agama, Pemuda Pancasila Serahkan 16 Ribu Mushaf Al-Quran ke Pemkab Batang
Batang Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Tengah Bambang Eko Purnomo menyerahkan bantuan sebanyak 16.000 mushaf Al-Quran kepada Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, di Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (2742026).
27 Apr 2026 Jumadi 137
KA Joglosemarkerto Berhenti di Batang, Akses Warga ke Yogya-Solo Kian Mudah KA Joglosemarkerto Berhenti di Batang, Akses Warga ke Yogya-Solo Kian Mudah
KA Joglosemarkerto Berhenti di Batang, Akses Warga ke Yogya-Solo Kian Mudah
Batang - Masyarakat Kabupaten Batang kini memiliki akses transportasi yang lebih mudah setelah Kereta Api Joglosemarkerto resmi berhenti di Stasiun Batang mulai Senin. Kebijakan ini disambut positif oleh warga. Selama ini, penumpang kereta api dari Batang harus menuju Stasiun Pekalongan yang berjarak sekitar 12 kilometer untuk bisa mengakses layanan perjalanan.
27 Apr 2026 Jumadi 144
Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30, Bupati Batang Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah dan Efisiensi Anggaran Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30, Bupati Batang Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah dan Efisiensi Anggaran
Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30, Bupati Batang Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah dan Efisiensi Anggaran
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) Ke-XXX tahun 2026 yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2742026).
27 Apr 2026 Jumadi 118