Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah

Selasa, 28 April 2026 Jumadi Dibaca 259 kali Pendidikan dan Latihan
Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo menyampaikan, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah.
Batang -  Di balik riuhnya suasana kelas di Kabupaten Batang, terselip sebuah realita yang cukup menyentil. Ribuan bangku sekolah perlahan kosong, meninggalkan catatan merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hingga 27 April 2026, fenomena anak putus sekolah atau Drop Out (DO) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.

Batang -  Di balik riuhnya suasana kelas di Kabupaten Batang, terselip sebuah realita yang cukup menyentil. Ribuan bangku sekolah perlahan kosong, meninggalkan catatan merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hingga 27 April 2026, fenomena anak putus sekolah atau Drop Out (DO) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo, membeberkan angka yang cukup mencengangkan meski statusnya masih data sementara. Tercatat ada 551 siswa SD, sekitar 1.400-an siswa SMP, dan 1.145 siswa SMA/SMK yang terdata tidak lagi melanjutkan pendidikan.

“Angka-angka di atas bukanlah sekadar statistik mati. Di balik tiap angka, ada upaya guru yang berjuang menjemput paksa masa depan muridnya,” katanya saat ditemui di Kantornya, Selasa (28/4/2026).

Bambang menceritakan bagaimana pihak sekolah kerap melakukan aksi "jemput bola" melalui home visit untuk membujuk siswa kembali ke kelas. Salah satu potret nyata terjadi di pelosok Batang, di mana seorang siswa kelas 6 SD hampir saja kehilangan mimpinya karena lama tidak masuk sekolah. Beruntung, guru yang peduli segera mendatangi kediamannya.

“Kadang siswa sudah tidak masuk tanpa keterangan, sekolah sudah menghubungi. Setelah ada imbauan dari guru dan dilakukan home visit, ada yang akhirnya mau kembali sekolah,” jelasnya.

Selama ini, kemiskinan selalu dituding sebagai terdakwa utama. Namun, Bambang meluruskan bahwa faktor ekonomi hanyalah satu dari sekian banyak benang kusut yang menyebabkan anak berhenti sekolah. Ada masalah yang lebih dalam: keretakan rumah tangga dan pola asuh.

Bambang menemukan fakta di lapangan bahwa ada anak dari keluarga mampu yang justru putus sekolah karena kurangnya kasih sayang.

“Sebetulnya bukan semata-mata miskin. Ada juga keluarga yang mampu, tapi karena rumah tangganya tidak harmonis, anak akhirnya kurang mendapat perhatian,” ungkapnya.

Baginya, pendidikan adalah sebuah bangunan yang ditopang oleh empat pilar: sekolah, orang tua, masyarakat, dan lingkungan. Jika salah satu goyah, maka masa depan anak taruhannya.

Jika sekolah sudah berusaha dan orang tua telah membiayai, tantangan terakhir yang paling sulit ditaklukkan adalah lingkungan pergaulan. Bambang menyoroti bagaimana kebiasaan nongkrong hingga larut malam secara perlahan membunuh motivasi belajar anak.

“Ada anak yang tiap malam begadang dengan teman-temannya, akhirnya bangunnya siang dan malas sekolah. Itu pengaruh lingkungan. Pada akhirnya, kunci pencegahan putus sekolah kembali ke meja makan di rumah masing-masing, yakni melalui parenting atau pola pengasuhan yang kuat,” ujar dia.

Tanpa sinergi antara semangat guru dan dukungan orang tua, perjuangan menyelamatkan pendidikan anak akan terasa sangat berat.

“Sekolah sudah menghimbau, guru sampai datang ke rumah. Tapi kalau orang tuanya tidak memberi dukungan yang baik, ya susah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 34
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 33
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 38
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 48
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 111
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Batang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui Apel Siaga di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1262026). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan rompi dan tanda pengenal petugas sensus oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
12 Jun 2026 Jumadi 137