KemenPANRB Minta Pemkab Batang Realisasikan Revolusi Mental ASN

Kamis, 17 Oktober 2019 Jumadi Dibaca 548 kali Pemerintahan
KemenPANRB Minta Pemkab Batang Realisasikan Revolusi Mental ASN
Batang - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk merealisasikan revolusi mental Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 di Aula Kantor Bupati Batang, Kamis (17/10/2019).

Asisten Deputi Pembinaan Integritas dan Penegakan Displin Kedeputian KemenPANRB Bambang D. Sumarsono berharap dapat merealisasikan revolusi ASN di Kabupaten Batang dengan gerakan revolusi mental yang tertuang dalam instruksi Presiden Nomor 12/2016 Tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Revolusi mental ASN ini mengacu pada nilai integritas, etos kerja, dan displin untuk membangun budaya kerja yang sehat di lingkungan pemkab batang. Revolusi mental dapat dikategorikan dalam tiga level yaitu kognitif, efektif, dan aktualisasi,” jelasnya.

Ia menuturkan kondisi saat ini jumlah ASN diseluruh Indonesia ada 4,35 juta untuk mewujudkan Worldclass Government harus melakukan Grand Design Pembangunan ASN dengan membuat program strategis seperti perenncanaan, rekrutmen seleksi, pengembangan kapasitasm dan reformasi kesejahteraan didukung juga pihak internal dengan mismatch dan indisipliner dan pihak ekternal dengan globalisasi persaingan dan tuntutan publik.

“Pemetaan Sumber Daya Manusia ASN seperti pegawai unggulan cirinya pegawai yang mempunyai kandidat terbaik untuk promosi dan pegawai ini harus diberikan training special,” sambungnya.

Ia menambahkan pegawai potensial cirinya perlu meningkatkan kinerjanya untuk bisa promosi dan mutasi pada pekerjaan yang cocok, pegawai rajin cirinya pegawai yang perlu konseling pengembangan karirnya dan perlu meningkatkan potensi untuk bisa promosi, dan pegawai bermasalah cirinya pegawai yang diberikan pengawasan pekerjaan dan perlu meningkatkan intensif motivasi dan potensi.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan untuk membenahi revolusi mental ASN kita harus mengubah pola pikirnya, tapi itu tidak terlalu rumit yang lebih rumit itu berupa kultur kerja atau budaya kerja karena rata-rata ASN bekerja pada zona nyaman mereka. 

Ia menegaskan budaya kerja yang harus kita rubah dengan memaksa sistem yang memaksa ASN untuk kerja lebih baik tetapi paksaan tadi harus berimplikasi. Implikasi sendiri berhubungan dengan kesejahteraan.

“Perubahan harus dilakukan secara menyeluruh dan dilakukan secara sadar sehingga menghasilkan komitmen untuk melayani masyarakat dengan cepat oleh seluruh jajaran pemerintah. Karena tolak ukur suatu negara yang besar bukan dilihat dari luas wilayah ataupun jumlah warganya lagi, melainkan  dari pelayanan yang diberikan negara kepada masyarakat,” jelasnya.

Dengan perubahan revolusi mental pada ASN, lanjutnya, diharapkan para ASN dapat berkinerja lebih baik, sehingga terdapat peningkatan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. (MC Batang, Jateng/Roza)


Berita Lainnya

DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Batang Siap Tindaklanjuti Perkuat Kerjasama Internasional DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Batang Siap Tindaklanjuti Perkuat Kerjasama Internasional
DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Batang Siap Tindaklanjuti Perkuat Kerjasama Internasional
Batang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menyampaikan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Batang Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di Ruang DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 59
Pemkab Batang Gelar Lomba Krenova 2026, Dorong Inovasi Ketahanan Pangan Pemkab Batang Gelar Lomba Krenova 2026, Dorong Inovasi Ketahanan Pangan
Pemkab Batang Gelar Lomba Krenova 2026, Dorong Inovasi Ketahanan Pangan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 125
Faelasufa Apresiasi Krenova 2026 Batang, Dorong Inovasi Lokal Siap Dipasarkan Faelasufa Apresiasi Krenova 2026 Batang, Dorong Inovasi Lokal Siap Dipasarkan
Faelasufa Apresiasi Krenova 2026 Batang, Dorong Inovasi Lokal Siap Dipasarkan
Batang - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang sekaligus praktisi Faelasufa Faiz mengapresiasi pelaksanaan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 54
Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Batang - Inovasi kemasan ramah lingkungan bertajuk Lumiseed karya Anisa Fitriani dan Febriana Arsi Az-Zahra menjadi salah satu yang mencuri perhatian dalam ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 64
DPRD Batang Restui Sister City BatangZhijiang, Investasi Triliunan Mulai Mengalir DPRD Batang Restui Sister City BatangZhijiang, Investasi Triliunan Mulai Mengalir
DPRD Batang Restui Sister City BatangZhijiang, Investasi Triliunan Mulai Mengalir
Batang - Langkah baru ditempuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Batang dengan menyepakati kerja sama Sister City bersama Kota Zhijiang, Provinsi Hubei, China. Kesepakatan itu disahkan dalam rapat paripurna, sebagai upaya membuka kran investasi sekaligus memperluas jejaring internasional daerah.
28 Apr 2026 Jumadi 47
Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah
Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah
Batang -  Di balik riuhnya suasana kelas di Kabupaten Batang, terselip sebuah realita yang cukup menyentil. Ribuan bangku sekolah perlahan kosong, meninggalkan catatan merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hingga 27 April 2026, fenomena anak putus sekolah atau Drop Out (DO) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.
28 Apr 2026 Jumadi 77