Diduga Ada Galian C, Ratusan Hektar Sawah di Batang Alami Kekeringan

Kamis, 17 Oktober 2019 Jumadi Dibaca 1.115 kali Pemerintahan
Diduga Ada Galian C, Ratusan Hektar Sawah di Batang Alami Kekeringan
Batang - Usaha tambang Galian C yang beroperasi di sekitar Sungai Petung diduga menjadi penyebab keringnya ratusan hektar sawah petani di empat desa. Tidak hanya itu, kemarau panjang juga ikut menjadi salah satu faktor penyebabnya.

"Saya telah mendapatkan laporan irigasi Sungai Petung banyak dikeluhkan petani, karena sawahnya mengalami kekeringan. Oleh karena itu, saya harus melihat langsung penyebab kekeringan," kata Wakil Bupati Batang Suyono saat meninjau Sungai Petung di Desa Donorejo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (17/10/2019). 

Dari hasil di lapangan, lanjutnya, memang harus ada normalisasi sungai agar aliran sungai bisa normal dan mengalir tanpa hambatan.

"Saya juga berharap pengusaha galian c untuk bisa membantu agar aliran sungai bisa normal kembali, karena sudah banyak kritikan masyarakat karena seakan - akan Bupati dan Wakil Bupati Batang menerima sesuatu dari galian c," jelasnya. 

Wabup menambahkan Pemkab tetap akan melindungi masyarakat petani agar sawahnya dapat teraliri air, sehingga sawahnya bisa panen sesuai harapannya. 

"Saya imbau rekan - rekan pengusaha galian c tetap merawat irigasi dan membantu normalisasi serta reklamasi dilaksanakan sesuai jadwal yang menjadi tanggunganya," pintanya.

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan data untuk Bendungan Bibit Sungai Petung, dapat mengairi sawah sekitar 320 hektar di Desa Sempu, Desa Donorejo, Limpung dan Banyuputih. 

"Kalau di Perda yang baru ada larangan mengambil batu di aliran sungai, karena untuk menjaga ekosistem alam. Saya juga berharap ada kerjasama rekan pengusaha galian c agar sebelum musim hujan untuk segera dinormalisasi," tegasnya.

Sementara, Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Batang Triadi Susanto mengatakan irigasi Sungai Petung untuk mengaliri sawah ratusan hektar dan berdasarkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah No. 7 tahun 2011 Kabupaten Batang, wilayah Kecamatan Limpung tidak termasuk wilayah yang ditambang pasir dan batu. 

"Oleh karena itu, kita akan menanyakan usaha galian c, karena yang memiliki kewenangan mengeluarkan ijin Pemerintah Provinsi. Maka akan kita koordinasi dengan Pemprov," jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa idealnya galian c harus sesuai dan benar dengan syarat tata ruangnya, dan harus mengantongi ijin serta harus ada kepala teknik tambang yang paham menggali dengan cara yang benar. 

"Ada aturan Perda RTRW bahwa diatas Bendung sungai minimal jaraknya 1Km dan di bawah Bendung 500 meter, tapi yang terjadi malah galian c nya mendekat bendungan," imbuhnya. 

Pelaksana Penambang Galian C yang ditemui di lokasi Rofi mengatakan, kesiapannya untuk membantu normalisasi Sungai Petung dengan menurunkan beberapa alat beratnya. 

"Ada bendungan yang memang sudah hancur karena faktor alam dan cuaca yang rencananya diperbaiki oleh Pemprov. Namun, di musim kemarau ini ada bebatuan yang membendung aliran sungai, sehingga menghambat air. Kalau dimintai bantuan untuk normalisasi kami siap membantu," jelasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Batang Siap Tindaklanjuti Perkuat Kerjasama Internasional DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Batang Siap Tindaklanjuti Perkuat Kerjasama Internasional
DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Batang Siap Tindaklanjuti Perkuat Kerjasama Internasional
Batang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menyampaikan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Batang Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di Ruang DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 59
Pemkab Batang Gelar Lomba Krenova 2026, Dorong Inovasi Ketahanan Pangan Pemkab Batang Gelar Lomba Krenova 2026, Dorong Inovasi Ketahanan Pangan
Pemkab Batang Gelar Lomba Krenova 2026, Dorong Inovasi Ketahanan Pangan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 125
Faelasufa Apresiasi Krenova 2026 Batang, Dorong Inovasi Lokal Siap Dipasarkan Faelasufa Apresiasi Krenova 2026 Batang, Dorong Inovasi Lokal Siap Dipasarkan
Faelasufa Apresiasi Krenova 2026 Batang, Dorong Inovasi Lokal Siap Dipasarkan
Batang - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang sekaligus praktisi Faelasufa Faiz mengapresiasi pelaksanaan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 54
Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Inovasi Lumiseed Curi Perhatian, Ubah Limbah Pertanian Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Batang - Inovasi kemasan ramah lingkungan bertajuk Lumiseed karya Anisa Fitriani dan Febriana Arsi Az-Zahra menjadi salah satu yang mencuri perhatian dalam ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 di Ruang Ujungnegoro Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2842026).
28 Apr 2026 Jumadi 64
DPRD Batang Restui Sister City BatangZhijiang, Investasi Triliunan Mulai Mengalir DPRD Batang Restui Sister City BatangZhijiang, Investasi Triliunan Mulai Mengalir
DPRD Batang Restui Sister City BatangZhijiang, Investasi Triliunan Mulai Mengalir
Batang - Langkah baru ditempuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Batang dengan menyepakati kerja sama Sister City bersama Kota Zhijiang, Provinsi Hubei, China. Kesepakatan itu disahkan dalam rapat paripurna, sebagai upaya membuka kran investasi sekaligus memperluas jejaring internasional daerah.
28 Apr 2026 Jumadi 47
Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah
Lawan Angka DO, Guru di Batang Lakukan 'Home Visit' Demi Jemput Siswa yang Mogok Sekolah
Batang -  Di balik riuhnya suasana kelas di Kabupaten Batang, terselip sebuah realita yang cukup menyentil. Ribuan bangku sekolah perlahan kosong, meninggalkan catatan merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hingga 27 April 2026, fenomena anak putus sekolah atau Drop Out (DO) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.
28 Apr 2026 Jumadi 77