Batang - Dandim 0736/Batang Letkol Kav Henry RJ Napitupulu dan Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengambil sikap mengumpulkan warga ataupun pelajar asal Papua, Langkah tersebut diambil untuk menjamin keamanan dan kenyaman warga Papua di Kota Batang.
Dandim Batang dan Kapolres Batang sengaja mengumpulkan pelajar atau warga asal Papua karena adanya dugaan tindakan rasisme yang diterima sejumlah mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya yang lalu berujung pada pecahnya kerusuhan di Papua dan Papua Barat, beberapa waktu lalu. Kejadian tersebut terjadi setelah Indonesia baru merayakan HUT Kemerdekaan ke-74.
Dandim menegaskan Kodim 0736/Batang dalam acara silaturahmi dan makan bersama, siap memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada warga Papua yang tinggal dan belajar di Kabupaten Batang.
Sementara Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga menambahkan, TNI dan Polri akan selalu berada di tengah-tengah rakyat tanpa memandang suku, agama, golongan, serta dari mana asalnya. Karena, salah satu tugas pokok TNI melindungi segenap warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia.
“TNI dan Polri di Batang menjamin keamanan warga Papua di Batang. Harapan kami dengan bersilaturahmi bersama ini dapat merajut kebhinekaan untuk keutuhan NKRI, terutama di Batang. Semoga semua bisa bersinergi, bersatu padu untuk keutuhan NKRI,†tegas Kapolres di halaman Mapolres Batang, Selasa (3/9/2019).
Adapun pelajar yang menempuh pendidikan di SMK 1 Kandeman Batang antara lain Vrits Wabea Kelas X asal Papua Barat ,William Yewen Kelas XI asal Papua Barat, dan Calvin Hendrik Wenggi Kelas XII, Biak Papua Barat.
Calvin Hendrik Wenggi, salah seorang pelajar putra asal Papua yang menempuh studi di SMK Kandeman Kabupaten Batang. Calvin merasa senang dan terharu dapat menempuh pendidikan dan menimba ilmu bersama teman - teman. Ia mengaku nyaman dan betah tinggal di Batang.
Wenggi dan dua rekannya merasa senang banget tinggal di Batang, kami diterima dengan baik di Batang, dan di Batang kami bisa bertukar budaya.
"Saya berharap situasi di Papua kembali aman dan damai, kepada warga Papua, jangan mudah terprovokasi dan jangan mudah emosi, karena kita semua saudara, Papua Untuk Indonesia," terangnya. (MC Batang, Jateng/Heri)