Batang - Untuk menumbuhkan dan melatih jiwa kewirausahaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Batang bekerja sama dengan Bantolo, seorang konsultan dunia bisnis melalui berbagai bidang UMKM siap membangun kemandirian para warga binaan pemasyarakatan (WBP), setelah bebas dan terjun ke masyarakat.
Konsultan bisnis, Bantolo saat ditemui di ruang praktik Rutan Kelas IIB Rowobelang Kabupaten Batang, Rabu (28/8/2019), mengutarakan, di sini kami melatih para WBP untuk siap terjun ke dunia bisnis dan bersaing dengan wirausaha lain dengan hasil karya yang tidak kalah menarik modelnya.
“Kalau sudah mendapatkan masa bebas, pasti menjadi imam besar (pemimpin) di keluarganya. Dan tentu seorang imam harus pandai mencari rezeki untuk keluarganya, ditambah lagi bisa membuka lapangan pekerjaan di lingkungan sekitar,†jelasnya.
Maka, lanjutnya, moto kami “Napi Kita Sulap Jadi Juraganâ€. Beberapa hasil kreativitas para WBP yang sedang dalam tahap produksi antara lain: keset, begel, bantal, guling, kasur.
“Nah saat ini sedang buat keranjang serba guna yang bisa dijadikan tempat sampah atau bisa pula dijadikan tempat penyimpanan cucian,†tuturnya.
Lebih lanjut, Bantolo menerangkan, bahannya terbuat dari plat janur plastik bekas tali kapas dari Amerika Serikat, Nigeria, Australia dan Rusia, yang dianyam hingga menjadi keranjang serba guna.
“Pola pikir para WBP dari yang dulu serba minta saat dijenguk keluarga, sekarang berkat adanya pelatihan wirausaha ini, mereka bisa membantu mencukupi keluarga di rumah,†ungkapnya.
Salah satu WBP, Karso mengatakan, beberapa hari ini memperoleh pelajaran dan praktik membuat keranjang serba guna.
“Kerajinan lain yang mengantri untuk diproduksi yaitu keset. Bahannya pun sudah tersedia, tinggal menunggu kesiapan para WBP memproduksi dengan skala besar dan dipasarkan ke konsumen,†terangnya.
Yang terpenting bagi Karso, para WBP memahami terlebih dahulu dengan bahan yang digunakan, lalu metode pembuatan dan cara pemasarannya.
“Cara pemasarannya pun para WBP sudah diberikan oleh Pak Bantolo. Namun jika masih ada yang mengalami kesulitan untuk memasarkan produk, mereka tetap dibimbing hingga berhasil,†ungkapnya. (MC Batang, Jateng/Heri)