Pemerintah Kabupaten Batang menerapkan sistem jemput bola dalam rekrutmen calon peserta didik Sekolah Rakyat tanpa membuka pendaftaran umum. Calon siswa dijaring berdasarkan hasil temuan langsung di lapangan serta usulan masyarakat, tokoh lokal, dan kepala desa.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, menempuh cara berbeda untuk menjaring calon peserta didik Sekolah Rakyat dengan tidak membuka jalur pendaftaran umum, melainkan menerjunkan tim untuk mencari langsung anak-anak yang membutuhkan di lapangan.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menegaskan, bahwa langkah jemput bola ini diambil agar bantuan pendidikan dari pemerintah daerah tepat sasaran serta menjangkau kelompok yang selama ini luput dari akses sekolah.
“Sistem rekrutmen Sekolah Rakyat tidak menggunakan jalur pendaftaran siswa secara umum. Perekrutannya berdasarkan usulan serta temuan langsung di lapangan,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (4/11/2026).
Faiz menerangkan, proses verifikasi calon siswa memadukan fakta lapangan dengan data usulan masyarakat lokal. Pihaknya mengandalkan laporan petugas lapangan, masukan tokoh masyarakat, hingga rekomendasi para kepala desa yang memahami langsung peta kemiskinan dan kondisi warganya.
“Melalui sinergi bersama pemerintah desa dan para pejabat lokal, Pemkab Batang optimistis Sekolah Rakyat mampu menjadi sarana pemerataan pendidikan yang efektif tanpa terbentur kendala administratif. Jadi, kita mengandalkan hasil temuan lapangan, usulan dari tokoh masyarakat, serta usulan dari para kepala desa,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)